lom dapet coinnya, anginnya dah keluar lagi hehehehheh..syusye sih syaratnya..
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: "4. Jika sakit berlanjut, hubungi dokter. Jangan saya!" Kalau ingin dikeroki, boleh dong hubungi mbak? Coin-nya harus coin zaman Belanda dulu, gobang, setalen, dsb, atau boleh coin Ostria? Salam Danardono --- In [email protected], "trúlÿsøúl" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Artikel ini akan membahas teknik kerokan atau > kerikan untuk pemula. > Saat tubuh anda terasa demam, kepala pusing, badan > lunglai, kadang disertai gejala flu, mungkin anda > sedang terkena penyakit lokal yang disebut Masuk > Angin. Jika anda manusia modern, maka usaha pertama adalah dengan mencari obat-obatan ke apotik atau toko obat. > > Tapi ketika obat-obatan sudah tidak mampu lagi > mengobati sakit anda, cobalah pengobatan alternatif > yang sudah dipercaya selama berabad-abad oleh nenek > moyang kita, kerokan(tm) atau kerikan(tm) > (selanjutnya akan disebut kerokan). Jika anda sudah > pernah melihat sendiri, kerokan adalah hal yang > sangat mudah dilakukan, akan tetapi jika anda belum, > artikel berikut diharapkan akan membantu anda. > > Alat dan Bahan : > > Untuk memulai kerokan, alat yang perlu dipersiapkan > adalah sebagai berikut: > > 1. Zat penghangat, bisa berupa balsem gosok, > remason(tm) atau minyak kayu putih. Alternatif lain > adalah menggunakan minyak tanah (serius, jaman dulu > pakai ini), tapi ngantri untuk mendapatkannya hanya > akan menambah pasien. Untuk anak kecil (balita) > sebaiknya gunakan bawang merah. > > 2. Koin untuk pengerok. Sebaiknya gunakan uang Rp > 100 lama, 100 kuningan (yang katanya ada campuran > emas), atau 500 kuningan. Hindari menggunakan koin > yang berbahan alumunium (koin mata uang baru), > karena memiliki sisi yang tajam. Penggunaan koin > mata uang asing tidak disarankan, karena carinya > susah (*hayyyah*). Kecuali jika anda tinggal di luar > negeri. > > 3. Tissue, atau lap untuk membersihkan koin saat > kerokan. > > 4. Tempat yang bersih, lapang, dan nyaman untuk > berbaring. > > 5. Sarana hiburan: televisi, radio, atau i-pod. > Jika tidak ada, majalah atau koran juga bisa. > > Algoritma kerokan : > > A. Persiapan Kerokan > 1. Usahakan tubuh korban pasien dalam keadaan > bersih. Kalau masih bisa berdiri, usahakan mandi > terlebih dahulu. > > 2. Pasien ditidurkan telungkup, usahakan dalam > posisi senyaman mungkin. > > 3. Aktifkan sarana hiburan, hal ini akan sangat > membantu mengurangi kebosanan saat mengerok/dikerok. > HP tidak perlu dimatikan. > > 4. Diagram koin saat melakukan kerokan adalah > sebagai berikut : > > Ket: > W : gaya tekan tangan > V : kecepatan gerak > Ø : sudut koin > > B. Kerokan > 1. Untuk mempersiapkan tubuh, agar tidak kaget saat > dikerok, usapkan minyak gosok ke punggung terlebih > dahulu. > > 2. Mulailah mengerok dari punggung kanan, diawali > dari 4-5 cm sebelah kanan tulang belakang ke arah > uar. Arah pengerokan mengikuti tulang rusuk, > menghasilkan garis melengkung. > > 3. Koin agak ditekan, jangan terlalu kuat dan > jangan terlalu lemah, yang sedang-sedang saja. > Lakukan berulang-ulang dengan arah yang sama. Jika > dalam 10-15 kali kerok warna berubah menjadi merah, > berarti pasien benar-benar sedang sakit. Sedangkan > jika tidak, sebaiknya hentikan saja, karena hanya > akan menyiksa pasien (lecet-lecet) . > > 4. Lanjutkan dengan bagian kiri yang sejajar dengan > kerokan yang dilakukan di nomer 3. > > Keterangan: saat kerokan ini, kadang-kadang daki > terkumpul di ujung koin. Gunakan tisu atau handuk > untuk membersihkannya. > > 5. Ulangi langkah 3 dan 4, sekitar 2-3 cm dibawah > kerokan sebelumnya. Usahakan tetap pada daerah > diantara tulang rusuk. Begitu seterusnya sampai ke > bawah. > > C. Setelah Kerokan > 1. Usapkan lagi minyak gosok ke punggung, gunakan > handuk untuk membersihkan sekaligus memijat > punggung. > > 2. Minumlah minuman yang hangat, atau kalau bisa > makan bubur kacang ijo dan STMJ. > > 3. Gunakan baju yang hangat dan nyaman. Jika anda > belum bisa membuat bubur kacang ijo. > > 4. Rendam kaki dengan air hangat. > 5. Tidur > > Tips : > 1. Jangan terlalu sering kerokan, karena dapat > menimbulkan kecanduan (kerokan addiction syndrom). > > 2. Hindari menggunakan pakaian dengan punggung > terbuka setelah kerokan. Karena orang-orang akan > Watch Your Back!(tm). > > 3. Jika anda punya modal, bukalah usaha "SPA dan > KEROK", sepertinya akan diminati oleh wanita modern > yang suka pakai baju minim. > > 4. Jika sakit berlanjut, hubungi dokter. Jangan > saya! > > > > --------------------------------- > Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. > > [Non-text portions of this message have been removed] > --------------------------------- Get your email and more, right on the new Yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

