1. mas bagong nih bukannya wartawan TSM - taktik dan strategi militer yg
ngantornya di jalan panjang itu ?  kok tiba tiba ngigau malah tender senjata
atau taliban toh ya ????  buat ngeramin milis aja toh ?


2. adanya tender membuat jual beli senjata jadi transparan.  seperti
malaysia, mereka bisa belanja senjata dengan harga bersaing selain kaena
ndak dibebani PPN lagi, vendor senjata juga ndak pat gulipat naikin spek
tanpa keperluan yg jelas.


3. oh ya, perwira spore dan malaysia rata rata udah S2 lho, Indonesia baru
dari tahun 2003 an nyekolahin perwiranya ke luar negeri.  sekarang 100 an
orang yg lagi sekolah lagi.  termasuk anaknya sby yg lagi belajar masalah
security dan strategy di NUS s'pore.  curangnya, sekolah belum selesai, udah
diajak jadi pasukan perdamaian di libanon.  trategi untuk memboost anaknya
biar bisa ikut naik pangkat sesuai alur birokrasi.  soale kalo sekolah, bisa
ketinggalan ama temennya satu angkatan.  bisa aja nih oom beye.  :D


4. secara budget persenjataan indon emang udah tekor, belum lagi konfigurasi
tentaranya yg terlalu AD minded, padahal harusnya AL lalu AU yg dikembangin
buat wilayah seperti indon.  jadi yah, karena cari bantuan dan akses beli
senjata masih susah, pengembangan ke arah SDM boleh juga.


5. btw, bentar lagu undang undang wamil akal di launching.  mas mas siap
jadip perwira militer selama dua tahun hehehehhe ...  gaji langsung turun
jadi satu juta seratus ribu lho .... :D  dua tahun lagi ....:p





On 10/10/06, Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   At 08:43 AM 10/10/2006, you wrote:
>
> >Sorry jack bukannya ngilang, lagi nginteli Mas Nug...(hehehehe)
> >Nggak lagi inspeksi ama audit yang 6000 orang itu lho... biar nggak
> seleweng
> >kanan seleweng kiri...
> >Mas Nug,
> >Stryker dibuat di jaman normal... Raptor juga di jaman normal, wong
> >Sovietnya udah gulung kasur... Musuhnya siapa coba?Hanya milisi yang
> bernama
> >Taliban,... tentara hansip yang bernama AB Irak...
> ==========
> wah....wah....
> kendaraan lapis baja stryker dan pesawat tempur raptor
> kok dikira untuk menghadapi taliban dan tentara saddam?
>
> amerika secara strategis tetap merasa perlu memelihara
> keunggulan tempur di darat, laut dan udara untuk menghadapi
> negara-negara yang dianggap musuh potensial. siapa mereka?
> ya terutama rusia dan cina. bukan taliban atau tentaranya
> saddam, mas.
>
> keperluan khusus memelihara keunggulan tempur ini (meski
> di masa damai) yang membuat mereka menetapkan spec,
> standar tertentu untuk tiap jenis persenjataan baru yang ingin
> dibuat seperti raptor.
>
> la, negara kita apa perlu bikin spec seperti itu? wong,
> kepentingan strategisnya berbeda.
>
> prajurit kita cuma perlu mengikuti perkembangan kemajuan
> teknologi persenjataan. jadi sebisanya kalau ada senjata baru
> --pesawat, kapal, kapal selam, tank-- kita beli, kalau kantong
> kita mampu.
>
> mungkin kita perlu juga memikirkan diversifikasi sumber persenjataan.
> supaya kalau diembargo oleh satu sumber, masih ada
> sumber lain. syukur-syukur kalau bisa kembangkan industri
> persenjataan sendiri yang profesional dan bisa jadi profit center
> bukan cost center.
>
> bagaimana cara beli persenjataan itu? ya lewat tender saja.
> wong, semuanya sudah tersedia di rak. tinggal pilih sesuai kebutuhan
> kita, terutama kebutuhan update pengetahuan teknologi persenjataan
> bagi prajurit.
>
> prinsipnya kan kalau di darat, orang diberi senjata.
> sebaliknya di darat dan laut, senjata/peralatan yang diberi orang yang
> terampil dan kompeten.
>
> >Nah kalau bicara aple to aple... Bandingkan dengan Malaysia, musuhnya
> siapa
> >coba? Bahkan nggak ada pemberontakan... Tapi yang namanya pertahanan itu
> >mas, adalah urusan yang sedemikian pentingnya, sehingga tidak mungkin
> hanya
> >diberikan kepada badut-badut di Senayan itu...
> >Lha kalo tentara suruh mikirin orang mlarat lagi, nanti katanya dwi
> >fungsi... Ya sudah tentara ngurusi panser supaya tetap jalan... ngurusi
> tank
> >supaya tetap bisa nembak...
> >Apa iya kalo orang mlarat, terus tentaranya cuma dikasih pentungan?
> =============
>
> anda tahu berapa gnp malesia? berapa pula gnp indonesia?
> sudah layak kalau malaysia mampu beli mig-sukhoi
> terbaru dengan senjata lengkap dan jumlah cukup dari rusia
> disamping f-16 dari amerika.
>
> gimana malesia beli pesawat-pesawat itu? lewat tender, mas.
>
> kita jangan besar pasak daripada tiang. toh percuma punya
> pesawat kalau tak ada anggaran untuk pemeliharaan, beli bahan bakar
> untuk latihan dan persenjataan.
>
> sekarang kita sudah punya sukhoi juga, lumayan biar pun ompong
> tak ada senjatanya. sedikitnya prajurit bisa adaptasi teknologi dan
> berlatih manuver dulu. tahun depan baru senjatanya diisi dan
> ditambah pesawat baru.
>
> btw, kita mestinya terimakasih jiran kita itu tidak jahil.
> tempo hari di ambalat kalau mereka mau usil, gak usah nantang
> arm racing, ngajak patrol racing aja deh. bisa-bisa anggaran angkatan
> laut kita yang amat terbatas itu habis cuma untuk beli bbm aja. hehehe....
>
> perwira-perwira malaysia itu bangga dengan peralatan tempur
> yang andal (saya lihat di perbatasan kalimantan, prajuritnya
> patroli pakai jeep landrover terbaru) meski rumahnya di komplek
> militer biasa, anak-anaknya juga belajar di sekolah biasa.
>
> perwira-perwira kita biar peralatan tempurnya jelek (saya lihat
> di jakarta, marinir pakai jeep abal-abal, eh ternyata buatan kia, jadi
> beking di kantor perusahaan swasta hohoho) tapi kan rumahnya
> mewah, mobil belasan, anak-anak sekolah di luar negeri hehehe....
>
> >Mas Nug, yen ora ngerti kene tak kandhani...
> >Dalam konsep perang non-konvensional, dimana yang dihadapi bukanlah
> pasukan
> >reguler, diperlukan sistem persenjataan yang pas... Bayangin kalo
> ngadepin
> >gerilya OPM pake tank T-72 atawa Abrams? Yang cocok adalah unit-unit
> light
> >cavalry, yang bisa airmobile, all-terrain combat... Senjata juga sama,
> >bayangin untuk ngantem GAM harus pakai F-16? parah khan? Andai saja kita
> >punya pesawat COIN macam Tucano atawa Pucara, tentu akan lebih
> mustahak...
> >Kontras ama Imparsial? Wah mereka itu cuma slilit di gigi saya aja mas...
> >nggak lebih ama preman pasar johar yang bisanya cuma koar-koar sambil
> njilat
> >pantat kiri-kanan pakdhe bush.. biar dapet george washington mesem...
> >DG
> ==========
>
> mas bagong,
>
> saya heran anda masih ngotot ingin menghadapi opm dengan senjata.
>
> dulu berapa lama tentara dikasih kesempatan menghadapi gam di aceh?
> dengan persenjataan dan jumlah prajurit yang lebih dari cukup
> dibanding persenjataan dan jumlah anggota gam, toh puluhan tahun
> konflik aceh bukannya reda, malah makin besar. kalau diteruskan
> bisa-bisa malah aceh lepas seperti timor-timur. mengapa? karena
> tentara tidak mampu dan tidak profesional berperang.
>
> sekarang konflik reda dalam waktu singkat. apakah perdamaian di aceh
> muncul dari moncong senapan? bukan mas, dari perundingan politik.
>
> jurus menghadapi opm, mestinya tak jauh berbeda seperti
> menghadapi gam. wong, mereka masih saudara-saudara kita sendiri.
>
> saya angkat topi kalau tentara menggunakan senjata yang dibeli
> dari uang pajak untuk melindungi rakyat. misalnya melindungi nelayan
> kita yang sering ditembaki angkatan laut malesia atau ostrali.
> berani gak?
>
> perang konvensional atau non-konvensional dengan tentara negara
> lain dong mas. jangan beraninya dengan saudara-saudara sendiri
> yang senjatanya cuma kapak dan panah.
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke