Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) pada 10 Oktober menurunkan berita mengenai "Tahun 2007, Mengenang 100 Tahun Wafatnya Raja Sisingamaraja XII Dipamerkan di Belanda." Memang menarik apabila hal ini dapat direalisasikan di Belanda. Namun selain di Belanda, di Indonesia peristiwa ini perlu juga diperingati, terutama di Tanah Batak sendiri. Raja Sisngamangaraja (RSM) XII telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, oleh karena itu, peringatan 100 tahun tewasnya seorang Pahlawan Nasional harus juga dikenang secara nasional. Kita melihat, bahwa generasi muda Indonesia sekarang sedang mengalami disorientasi atau amnesia sejarah, dan bahkan tidak sedikit yang buta sejarah, terutama yang menyangkut sejarah perjuangan di Nusantara. Oleh karena itu, kita perlu mengangkat kembali berbagai peristiwa sejarah agar dapat diketahui oleh generasi-generasi mendatang. Juga generasi muda Batak, perlu mengetahui sejarah Batak dan dapat menghargai jasa pahlawannya yang bersama keluarganya telah rela mengorbankan nyawa, demi mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan terhadap agresi kolonial Belanda. Dalam pemberitaan di harian SIB ada dua tanggal mengenai tewasnya Raja Sisingamangaraja XII, yaitu sebagaimana dituturkan Bupati Humbahas, disebut bahwa tewasnya RSM XII pada tanggal 16 Juli 1907, dan di bagian bawah tulisan, disebut tewasnya tanggal 17 Juni 1907. Sepanjang yang saya ketahui, tewasnya RSM XII adalah pada 17 Juni 1907. Saya dan beberapa teman telah melakukan beberapa pendekatan dalam rangka peringatan 100 tahun tewasnya RSM XII, dan bahkan pada 14 Juni 2006, dalam suatu acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Inggris, saya sempat menyampaikan hal ini kepada Duta Besar Belanda, Dr. Nikolaos van Dam.
Salam, Batara R. Hutagalung Weblog: http://batarahutagalung.blogspot.com Website: http://www.kukb.nl ============================================= http://www.hariansib.com/index.php?option=com_content&task=view&id=14641&Itemid=40 Tahun 2007, Mengenang 100 Tahun Wafatnya Raja Sisingamaraja XII Dipamerkan di Belanda Ditulis oleh Redaksi 10 Oktober 2006 jam 09:52 Doloksanggul (SIB) Sastrawan Sitor Situmorang dan istrinya Barbara datang ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Senin 26 Juni 2006 lalu dengan tujuan mengenang wafatnya Raja Sisingamangaraja XII ke-100 tahun yang akan dipamerkan di Negeri Belanda. Tujuan dan maksud kedatangan sastrawan tersebut disambut baik Pemkab dan masyarakat Humbahas. Dengan semangat tinggi, Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi, Kapolres Humbahas AKBP GP Hutajulu SH, Plt Sekda Martuaman Silalahi SH, Kadis Pertambangan dan Kehutanan Ir Darwin Lumbangaol MM, Kadis PU Ir Parlaungan Lumbantoruan, Camat Parlilitan Ratna Fride Marbun BA dan rombongan lainnya dari Pemkab Humbahas mengunjungi makam dan markas Sisingamangaraja XII di Pearaja Desa Sion Utara Kecamatan Parlilitan, Jumat (6/10). Dalam kunjungannya, Maddin Sihombing sangat tertarik dengan akan dipamerkannya wafatnya Sisingamangaraja XII yang ke 100 di Belanda. Kedatangan Pemkab Humbahas di Desa Sion Utara disambut baik masyarakat setempat dan membawa rombongan ke Tugu Pertanda Markas Besar Sisingamangaraja XII tepatnya di Pearaja yang diresmikan 17 Juni 1959 lalu. Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Desa Sion Utara Siner Sihotang mewakili masyarakat menceritakan sedikit seluk-beluk perjuangan Sisingamangaraja XII melawan Belanda di tanah Batak. Usai meninjau lokasi tugu Sisingamangaraja XII di Pearaja Desa Sion Utara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi wafatnya Sisingamangaraja XII di Sitapongan Desa Sion Utara Kecamatan Parlilitan. Menuju lokasi tersebut harus berjalan kaki menelusuri lembah dan gunung sepanjang 2 kilometer lebih karena tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Lokasi penguburan putri Lopian, dari makam Sisingamangaraja XII hanya berjarak sekira 25 meter. Pengamatan SIB di lapangan sewaktu mengikuti rombongan, di lokasi tugu pertanda Markas Besar Sisingamangaraja XII di Pearaja Desa Sion Utara dituliskan bahwa markas tersebut dibangun dan diprakarsai Robert G Sinambela dan diresmikan 17 Juni 1959. Kemudian masih di lokasi, Pea Aek Tugal ciptaan langsung Sisingamangaraja XII tahun 1885 dipugar mantan Bupati Dairi Drs S.IS Sihotang tepatnya 3 Maret 1996. Sebelum menuju Sitapongan Desa Sion Utara tempat wafatnya Sisingamangaraja XII, di Desa Ambalo juga ditemukan Mual Rimo Kayu Sisingamangaraja XII bertuliskan bahwa Mual itu sebagai Parsaktion, Partonggoan dan Pangurason yang bisa mengobati penyakit. Dalam kesempatan yang baik itu, para rombongan menyempatkan diri cuci muka dan meminumnya bahkan ada yang membawa air itu dengan botol air mineral. Drs Nelson Lumbantoruan salah seorang peneliti kebudayaan dari Medan mengatakan, tujuan kedatangannya ke Bona Pasogit untuk mengangkat potensi alam dan sejarah yang ada di Humbahas. Dasar penelitian itu merupakan tindaklanjut kunjungan Sitor Situmorang dan istrinya Barbara ke Pemkab Humbahas Juni 2006 lalu. Tahun 2007 mendatang, wafatnya Sisingamangaraja XII ke 100 akan dipamerkan di Belanda dengan sutradara Thomson Hutasoit. Pameran keliling itu merupakan kehormatan tersendiri bagi Raja Batak Sisingamangaraja XII. Kiranya masyarakat Humbahas mendukung pameran itu dan merupakan semangat Pemkab Humbahas. Karena ini merupakan langkah awal perjalanan Sisingamangaraja XII. Harapan saya, semoga pameran tersebut terwujud dengan dukungan masyarakat Humbahas, tambahnya. Bupati juga menjelaskan bahwa pameran itu merupakan suatu kecintaan masyarakat Humbahas khususnya untuk mengenang wafatnya seorang pahlawan darah Batak. Dengan tujuan untuk mengetahui dan melihat secara langsung sejauhmana peningggalan serta makam Raja Sisingamangaraja XII. Perlu juga saya laporkan bahwa mengenang wafatnya Raja Sisingamangaraja XII ke 100 tahun akan dipamerkan di Negeri Belanda dan perlu dukungan masyarakat. Berdasarkan sejarah, Raja Sisingamangaraja XII wafat tepatnya 16 Juli 1907 lalu di Sitapongan Desa Sion Utara, ujar Bupati di hadapan masyarakat disambut tepuk tangan. Pemkab Humbahas juga berencana akan merenovasi lokasi pemakaman dan markas Sisingamangaraja XII di Parlilitan. Sumber dihimpun di Parlilitan menyebutkan, kendatipun pusat kerajaan Sisingamangaraja berada di Bakkara namun untuk mempertahankan kedaulatannya telah dibangun suatu benteng pertahanan di Parlilitan. Dengan maksud guna menjaga dan menangkis segala bentuk serangan dari penjajah kolonial Belanda. Tahun 1885 Sisingamangaraja XII membangun suatu sumur yang menurut banyak orang memiliki nilai sakral dan magis. Menurut para orangtua bahwa air sumur tersebut tidak pernah kering dan dapat mengobati berbagai penyakit. Tahun 1876, Belanda mulai mengadakan ekspansi ke Tanah Batak melalui pertempuran di berbagai wilayah termasuk di Bakkara. Serangan Belanda selalu mendapat perlawanan dari rakyat yang langsung dipimpin Sisingamangaraja XII dibantu panglimanya termasuk panglima dari Aceh. Akibat peralatan canggih pihak Belanda, maka pasukan Sisingamangaraja XII mundur dan bertahan di Benteng Parik Sabungan Pearaja Sion Parlilitan. Belanda dengan segala macam tipu muslihat berhasil memancing Sisingamangaraja XII keluar dari Benteng pertahanan dengan cara menawan permaisuri beserta keluarganya. Menyaksikan hal tersebut, Sisingamangaraja XII semakin marah dan terjadilah baku tembak yang sengit sampai terjadi perang. Dalam pertempuran itu, putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi termasuk panglima dan putrinya Lopian tewas tertembak. Melihat putrinya Lopian tertembak, Sisingamangaraja XII berlari dan merangkulnya sehingga tubuh Raja itu terkena darah dan kekebalannya menjadi sirna. Pada waktu itulah, pimpinan pasukan Belanda Kapten Christofel memerintahkan penembakan yang mengakibatkan gugurnya Sisingamangaraja XII 17 Juni 1907. (RHS/d) --------------------------------- Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

