Islam itu diturunkan secara bertahap. Dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad. Pada masa Nabi Adam, ya ajaran Islam seperti itu. Pada masa Nabi Musa berkembang lagi. Apalagi ajaran Nabi adam sudah banyak yang melupakan. Pada masa Nabi Muhammad SAW Islam disempurnakan. Penyimpangan agama yang terjadi, contoh pada agama Kristen terjadi kemusyrikan dengan menyembah 3 Tuhan: Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus, Islam mengkoreksi ini dengan surat Al Ikhlas:
[112.1] Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, [112.2] Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. [112.3] Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, [112.4] dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". Ini mirip UU (undang2). Kalau ada UU baru menggantikan UU yang lama, yang dipakai ya yang baru. Bukan yang lama. Yang lama, apalagi kalau sudah menyimpang, tidak dipakai lagi. Pada saat Allah SWT mengutus Nabi Muhammad sebagai rasul, orang yang beriman wajib percaya dan mematuhinya. Yang mengingkari Nabi Muhammad sebagai utusan Allah adalah kafir. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) [An Nisaa:150] Yang ingin mempelajari Islam secara benar silahkan klik: www.media-islam.or.id Di situ ada presentasi Aqidah yang bisa didownload. Atau kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Wassalam === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] http://www.media-islam.or.id ----- Original Message ---- From: Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, October 12, 2006 5:21:26 PM Subject: Re: [ppiindia] Re: Ahmadiyah Bukan Islam Nabi Ibrahim disebut dalam Qur an sebagai beragama Islam meskipun tidak mengucapkan syahadat. Kan Muhammad belum lahir waktu itu. Ustadz juga mengatakan bahwa semua nabi sebelum Muhammad bergama Islam. Jadi yang benar bagaimana? Ataukah definisi dan kriteria Islam tidak sesempit yang kita ikuti sekarang ini? KM -------Original Message----- -- From: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: 10/12/06 11:12:04 To: [EMAIL PROTECTED] s.com Subject: [ppiindia] Re: Ahmadiyah Bukan Islam Semoga hal2 dibawah ini bisa mengurangi kebingungan Giri. Belajar Islam itu, jangan dari manusia-manusia Islam masa kini. Kalaupun mau belajar Islam dari seseorang, bacalah sejarah hidup pembawa risalah Islam yaitu Nabi Muhammad SAW, karena akhlak beliau adalah akhlak AlQur'an. Buku yang mana saja anda bisa baca, dan jangan lupa berdoa sebelum membaca agar diberi faham atau pengertian yang baik. Kalau kemudian umat Islam itu menjadi tergolong-golong, ini merupakan konsekwensi wajar karena jarak yang semakin jauh, jauh, dan jauh dari jaman Rasulullah (Orang sulit bertanya langsung). Maka hanya ada satu yang selamat yaitu yang tetap berpegang pada AlQur'an dan Sunnah. Mungkin masalahnya adalah semua golongan mengaku berdasarkan AlQur'an dan Hadist. Maka dari itu, kita sendiri yang harus belajar dan menemukan dengan nalar yang kritis sambil meminta petunjukNya. Karena toh masing- masing kita yang akan di minta pertanggungan- jawab masing-masing. Mengapa begini dan mengapa begitu. Allah tidak akan memberi masalah yang melebihi beban yang mampu kita tanggung. Jadi, bersemangatlah selalu. Mengenai keberadaan 5 agama, biarkanlah ini menjadi urusan negara/pemerintah. Kita boleh tidak sependapat, tapi pemerintah punya alasan sendiri. Ini akan menjadi diskusi yang puanjang. Saya juga terlahir sudah sebagai Islam. Meski ditengah jalan, saya sempat melepaskan semua apa yang pernah saya yakini hanya untuk mencari 'kebenaran' dan hanya untuk meyakinkan saya bahwa saya beragama bukan karena orang tua, orang lain, atau apapun yang bersifat materi. Soal Ahmadiyah ini, Islam atau bukan, saya rasa juga bergantung kepada ahmadiers itu masing-masing juga. Namun secara akademisi/kontekstu al, saya tak meyakini faham Ahmadiyah sebagai Islam. Namun, kalau ahmadiersnya juga ber syahadat sama "laa ilaaha illallah Muhammadar rasulullah.. .". Mereka adalah Islam. Syahadat adalah sesuatu yang diucapkan bagi semua yang mengaku Islam. Tapi, siapa yang tahu hati masing-masing orang. Kalaulah dihati ahmadiers bhw yang dimaksudkan Muhammad itu adalah MGA (Mirza G. AHmad), who knows? Kalaupun mau dikatakan Islam, mungkin itu adalah Islam sempalan. Sempalan Inggris. Karena sejarah berdirinya penuh dengan intrik politik. Namun yang perlu di sepakati sekarang ini adalah, jangan bertindak anarkhis. Itu saja. Meskipun dalam pendiriannya, Ahmadiyahpun melakukan tindakan anarkhis (dengan dibantu pemerintahan Inggris) dalam membasmi umat Islam lainnya di India sana. wassalam, --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, giri bronx <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: > > masuk akal. tapi jujur saja meskipun saya islam tapi saya sangat bingung dengan islam selama hidup saya. ada yang bisa menjelaskan apa itu islam secara praktis dan gamblang? > terus soal keberadaan 5 agama saja yang diperboleh di Indonesia itu dapat dibenarkan? > sedangkan menusia punya cara atau jalan masing2 untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. > namun kenyataannya, di Indonesia kita secara tidak langsung dipaksa untuk masuk satu agama tanpa diberi kesempatan memilih agama mana yang kita percaya. > contohnya : saat kita lahir, dan orang tua kita kebetulan beragama islam, entah aturan siapa kita yang dilahirkan secara otomatis adalah orang beragama islam. sedangkan yang saya ketahui, untuk masuk satu agama terutama islam, harus dengan kesadaran sendiri dari orang tersebut bukan dari putusan atau paksaan orang lain, meskipun dari kalangan keluarga (pernah dengar sanak keluarga Nabi Muhammad yang tidak pernah mau masuk islam meski dia orang garis depan pembela perjuangan islam kan...???). > saya pernah mendengar dari orang yang kompeten dalam pengetahuan islam, bahwa nabi Muhammad pernah berkata bahwa setelah masa hidupnya, islam akan terbagi menjadi puluhan jenis atau aliran, dan hanya satu yang benar2 islam sejati yang tidak diragukan kebenarannya. ada yang tahu islam yang mana itu? semua pasti mengakui bahwa islam yang mereka jalanilah yang sejati itu. > > slave without master > giri > > > A Nizami <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > Ahmadiyah Bukan Islam > Assalamu'alaikum wr wb, > Banyak orang awam mengira bahwa Ahmadiyah yang menganggap ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW (yaitu Mirza Ghulam Ahmad yang lahir pada abad 19 M di India) sebagai bagian dari Islam. Oleh karena itu mereka bingung, sesama Muslim kok saling serang? > > Sesungguhnya kepercayaan Ahmadiyah di atas sudah menyalahi 2 kalimat syahadah yang selain bersaksi bahwa Muhammad sebagai utusan Allah juga meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir sebagaimana disebut surat Al Ahzab:40 bahwa Muhammad adalah Khaataman Nabiyyiin (penutup Nabi-nabi atau Nabi terakhir). > Hanya memang kelompok Ahmadiyah senang berkelit terhadap berbagai dalil di atas, sehingga arti khaataman Nabiyyiin mereka pelintir jadi > cincin/stempel para Nabi. > Padahal kata khaatam beberapa kali disebut dalam Al Qur'an, tak ada satu pun yang berarti cincin/stempel. Contohnya pada Al Baqoroh:7 artinya: > "Allah telah mengunci-mati hati" (Khaatamallahu 'ala quluubihim) > Asy Syuuro:24: > "Dia mengunci mati hatimu" (yakhtim 'ala qolbika) > Husnul Khaatimah artinya akhir yang baik. Khatam Al Qur'an artinya selesai membaca Al Qur'an. > Nah arti yang begitu jelas saja dengan mudah mereka pelintir. Belum lagi penjelasan di hadits Nabi yang lain bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan tak ada lagi nabi sesudahnya (la nabiya ba'dahu). Tapi dalil itu pun disanggah mereka. > Sesungguhnya menganggap ada Nabi baru setelah Nabi Muhammad selain syahadahnya sebagai Muslim sudah runtuh juga rukun Imannya percaya kepada Nabi juga telah rusak. Karena iman kepada Nabi juga meyakini bahwa Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir. > "Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku" [HR Abu Daud] > Belum lagi dengan meyakini adanya Kitab Suci baru selain Al Qur'an telah menodai kesucian Al Qur'an yang dinyatakan sebagai pedoman bagi orang yang bertakwa (Al Baqoroh:2). > Ulama sedunia Rabithah Alam Islami telah memberi fatwa bahwa Ahmadiyah sesat. Begitu pula ulama MUI. Hanya kelompok > Islam Liberal dan Non Muslim saja yang membela Ahmadiyah. > Meski demikian, ummat Islam harus bersabar. Biarlah para ulama di MUI dan aparat hukum yang menyelesaikan hal ini. > KH Kholil Ridwan: Di Dunia Islam, Ahmadiyah > Disejajarkan dengan Non-MuslimPublikasi : 20/07/2005 > 09:02 WIB > eramuslim - Setelah pengusiran anggota Ahmadiyah dari > markasnya di kawasan Parung, Bogor, pekan lalu, > polemik sekitar kelompok keagamaan asal Pakistan itu > terus bergulir. Mulai dari silang pendapat apakah > Ahmadiyah bagian dari ummat Islam ataukah tidak, > sampai ajakan untuk menempatkan Ahmadiyah sebagai > sebuah agama baru yang keberadaannya diakui > undang-undang. > Dari catatan sejarah, persoalan Ahmadiyah sebenarnya > bukan persoalan baru di Indonesia. Geliat Ahmadiyah > bahkan memaksa MUI mengeluarkan fatwa tahun 1980. > Lembaga tertinggi ulama Indonesia itu menetapkan bahwa > Ahmadiyah bukan Islam dan menyesatkan. Untuk > mendapatkan gambaran lebih jauh tentang Ahmadiyah, > berikut kutipan bincang-bincang eramuslim dengan KH > Kholil Ridwan, Anggota MUI, Ketua Badan Kerjasama > Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) dan Wakil Ketua > Komite Indonesia untuk Dunia Islam (KISDI): > Sampai saat ini belum ada sikap resmi dari pemerintah > atas kekecewaan terhadap keberadaan Ahmadiyah. > Bagaimana Komite Indonesia untuk Dunia Islam (KISDI) > melihat masalah ini? > Ahmadiyah itu bukan Islam. Karena bukan Islam. Maka ia > tidak berhak hidup di bumi Indonesia. Yang berhak > hidup menurut undang-undang di Indonesia itu adalah, > Islam, Kristen, Katholik, Hindhu dan Budha. Di luar > itu tidak dibenarkan. Jadi, agama seperti Ahmadiyah, > di Indonesia tidak boleh mendakwahkan agamanya di > Indonesia. Kalau mendakwahkan berarti melanggar > undang-undang. Kita berharap Pemerintah RI menindak. > Kalau saja, misalnya, Arswendo membuat kasus > penelitian orang terpopuler, Nabi Muhammad nomor 10, > diganjar delapan tahun. Lalu yang di Malang, yang > menerjemahkan shalat dengan bahasa Indoensia, ditahan > dan ditangkap. Maka Ahmadiyah, yang pelanggarannya > lebih besar dari itu , mestinya juga ditangkap. Karena > dia (Ahmadiyah) memprovokasi umat Islam untuk berbuat > anarkhi. Mestinya Pemerintah berbuat, dan KISDI > berharap itu. > Bukankah Ahmadiyah sudah lama ada di Indonesia. Kenapa > reaksi itu baru muncul sekarang? > Betul, Ahmadiyah sudah lama di Indonesia. Kita > sebenarnya percaya pada Pemerintah, kita percaya pada > Kejaksaan Agung, pada polisi. Tapi kenyataannya, > setelah di makan waktu, mereka besar dan mereka > mengadakan acara, lalu kita bereaksi. Lho, Ahmadiyah > besar begini, dan mengundang tokoh internasionalnya. > Kalau mereka tidak mengundang, mungkin kita tidak > (bereaksi, red). Pernyataan kita merupakan reaksi > pernyataan Dawam Rahardjo dan Aliansi Masyarakat > Toleransi Beragama. Sebagai reaksi, yang resah > sebenarnya masyarakat Parung, Bogor yang ada di > sekitar markas Ahmadiyah. Mereka terprovokasi dengan > kegiatan itu. Jadi reaksi KISDI itu atas pernyataan > Dawan dan kawannya itu. > Ahmadiyah, menurut Anda, bagian dari Islam atau memang > di luar Islam? > Kita melihat Rabithah (Rabithah 'Alam Islamy, red), di > situ ada kubaro (petinggi-petinggi, red), ulama, ada > majelis ulama internasional, telah menghukumkan bahwa > Ahmadiyah di luar Islam. Jadi kita ikuti pendapat itu > saja. Di Pakistan Ahmadiyah disamakan dengan > minoritas, seperti Kristen, Katholik, Hindhu dan > Buddha. Orang-orang Pakistan yang mau naik haji minta > visa ke Kedubes harus membawa surat keterangan bahwa > dia bukan Ahmadiyah. Karena orang Ahmadiyah tidak > dianggap Islam. > Berarti Ahmadiyah memakai-makai istilah Islam hanya > sebagai kedok, dalih atau cara untuk dianggap sebagai > bagian dari umat Islam atau ormas Islam? > Justru itu yang merusak Islam. Kalau mereka menganggap > Ahmadiyah sebagai agama sendiri, tidak membawa-bawa > Islam dan Al-Qur'an, maka silahkan saja. Itu lakum > diinukum waliya dien . Justru kebebasan agama di situ. > Jadi kalau kita dibilang tidak memberikan kebebasan > beragama itu tidak benar. Justru mereka (Ahmadiyah) > itu merusak agama kita. Kalau mereka ingin mendirikan > agama silahkan mendirikan agama sendiri, tapi tidak > mengklaim bagian dari Islam. Tapi di Indonesia tidak > berhak hidup. Karena yang sesuai dengan UU itu cuma > ada lima. > Kalau ada yang mengatakan bahwa Ahmadiyah tidak > membuat keresahan, menurut Anda? > Buktinya jama'ahnya semakin banyak. Berarti mereka > dakwah mengajak orang Islam untuk masuk Ahmadiyah. Dan > setelah masuk dia tidak mau jama'ah dengan umat Islam. > Masjidnya sendiri, ibadahnya sendiri, wanita Ahmadiyah > tidak boleh dinikahi laki-laki yang bukan jama'ah > Ahmadiyah. Tapi laki-laki dia boleh menikahi umat > Islam. Yang benar saja. jadi kita dianggap kafir, dan > dia menganggap dirinya Islam. > Dalam ajaran Ahmadiyah, selain tidak mengakui Nabi > Muhammad sebagai nabi terakhir, apa ada hal-hal lain > yang secara aqidah melanggar ketentuan Islam? > Ada ajaran-ajaran lain yang menyimpang dari aqidah > Islam. Ada 11 point penyimpangan Ahmadiyah seperti > dalam buku "Aliran dan Paham Sesat" karya Hartono > Jaiz. > Akhir-akhir ini Islam selalu dipojokkan dengan > berbagai hal. Setelah tuduhan terorisme oleh AS dan > sekutunya, ajaran sesat, kini Ahmadiyah yang mengklaim > diri sebaagai bagian dari umat Islam. Ini gejala apa? > Ini karena era reformasi yang liberal, ditandai dengan > kebebasan pers, kebebasan berpendapat, kebebasan > berkumpul, demokrasi atas nama hakasasi manusia, dan > yang ngawu-ngawur itu kemudian muncul. PKI sekarang > saja berani muncul. Ada yang jadi anggota DPR, lalu > menulis buku "Aku Bangga Menjadi Anak PKI." Apalagi > yang Ahmadiyah, dengan embel-embel Islam. > Apa Anda melihat kejadian ini ada desain dari pihak > tertentu untuk mengkacaukan (umat) Islam? > Secara global, pergumulan ideologi itu pasti ada. > Memang, di luar Islam ada keresahan dengan kembalinya > bangkitnya memimpin dunia ini. Maka, dibuatlah > skenario untuk meredam kebangkitan Islam dan umat > Islam ini. Maka setiap ada benih yang dijadikan > perpecahan umat dan menjadi bom waktu, itu dipelihara > dan dibiarkan. Cuma kita tidak bisa membicarkannya > secara spesefik. Dari zaman Perang Salib kan memang > begitu. > Lalu tanggapan dunia Islam terhadap keberadaan > Ahmadiyah seperti apa? > Kalau Malaysia melarang secara tegas. Brunei juga > melarang secara tegas. Pakistan menganggap Ahmadiyah > sebagai non-Muslim. Lalu Liga Dunia Islam menganggap > mereka sebagai bukan Islam. Statement bahwa Ahmadiyah > bukan Islam itu sudah maksimal. Silahkan buat agama > sendiri. Dia mau naik haji ke Rabwah silahkan, tapi > jangan mengaku sebagai Muslim. Itu namanya benalu. Dan > benalu harus dipangkas. (sdn) > http://www.eramusli m.com/br/ bc/57/20113, 1,v.html > > Date: Fri, 13 Dec 1996 15:36:34 MET > From: M. Nurhuda > To: [EMAIL PROTECTED] > Assalamu' alaikum Wr. Wb, > Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad. > TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH > ------------ --------- --------- --------- -- > 1. QS AL AHZAB 40: " Bukanlah Muhammad itu bapak salah > seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah > Rasulullah dan penutup Nabi-nabi" > 2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu > Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: > "Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang > yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan > membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di > salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan > mereka ta'juk lalu berkata: 'kenapa kamu tidak taruh batu > ini.?' Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup > Nabi-nabi" > 3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut'im RA > bahwa Nabi SAW bersabda: > "Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya > Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran > karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di > kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya" > > 4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, > bersabda Nabi Muhammad SAW: > > "Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan > saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku" > 5. Khutbah terakhir Rasulullah ... > " ...Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan > datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir. > Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan > pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku > tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh > dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah > tersesat ..." > 6. Rasulullah SAW menjelaskan: "Suku Israel dipimpim oleh > Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi > lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang > sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku > (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib) . > > 7. Rasulullah SAW menegaskan: "Posisiku dalam hubungan > dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan > dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah > bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, > tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat > sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat > sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, > tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang > dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan > aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi". (Bukhari, > Kitab-ul-Manaqib) . > > 8. Rasulullah SAW menyatakan: "Allah telah memberkati aku > dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi > terdahulu: - Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif > dan sempurna. - Aku diberi kemenangan kare musuh gentar > menghadapiku - Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. - > Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga > telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam > agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat > ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas > bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk > berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya > dengan tanah jika air untuk mandi langka. - Aku diutus Allah > untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. - Dan > jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat > Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah) > > 9. Rasulullah SAW menegaskan: "Rantai Kerasulan dan Kenabian > telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan > nabi sesudahku". (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab > Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik). > > 10. Rasulullah SAW menjelaskan: 'Saya Muhammad, Saya Ahmad, > Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; > Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat > yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah > satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah > Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang > sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada' il, Bab > Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; > Muatta', Kitab-u-Asma- in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, > Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi) . > > 11. Rasulullah SAW menjelaskan: "Allah yang Maha Kuasa tidak > mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak > memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal > (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa > mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan > kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu > saat, Dajjal akan datang dari antara kamu". (Ibnu Majah, > Kitabul Fitan, Bab Dajjal). > > 12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: "Saya mendengar > Abdullah bin 'Amr ibn-'As menceritakan bahwa suatu hari > Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan > mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau > akan meninggalkan kita. Beliau berkata: "Aku Muhammad, Nabi > Allah yang buta huruf", dan mengulangi pernyataan itu tiga > kali. Lalu beliau menegaskan: "Tidak ada lagi Nabi > sesudahku". (Musnad Ahmad, Marwiyat 'Abdullah bin 'Amr > ibn-'As). > > 13. Rasulullah SAW berkata: " Allah tidak akan mengutus Nabi > sesudahku, tetapi hanya Mubashirat". Dikatakan, apa yang > dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang > baik atau visi yang suci". (Musnad Ahmad, marwiyat Abu > Tufail, Nasa'i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada > kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. > Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, > dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci). > > 14. Rasulullah SAW berkata: "Jika benar seorang Nabi akan > datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab". > (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib) . > > 15. Rasulullah SAW berkata kepada 'Ali, "Hubunganmu denganku > ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada > Nabi yang akan datang sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab > Fada'il as-Sahaba). > > 16. Rasulullah SAW menjelaskan: "Di antara suku Israel > sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi > dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada > satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan > Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari, > Kitab-ul-Manaqib) > > 17. Rasulullah SAW berkata: "Tidak ada Nabi yang akan datang > sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut > nabi baru apapun". (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani) > Wassalam > M. Nurhuda > http://fai.umm. ac.id/Informasi/ lengkap.php? id=59 > > > > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* *** ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups. yahoo.com/ group/ppiindia > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* *** ****** > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear. to/ppi > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

