Wah ditembak terus.. padahal saya udah duduk diam2 lho..
Tapi karena yang diminta ringkasan... jadi saya anggap ini pe-er abis
ikutan seminar.. hihi..
Maaf ya kalo lompat2, terlalu nyelimet buat dijadiin suatu cerita indah..

Ini poin2 pentingnya aja:
1. Kecurigaan bahwa memang uang haram WNI diparkir di Spore itu sudah
sejak beberapa lama terutama post krisis. Yang menarik adalah Spore
yang katanya negara penuh aturan, ternyata tidak "repot" menanyai
asal-usul dana orang asing yang ditanam disana. Padahal ini standar
(bank harus melakukan audit buat calon kliennya) demi menghindari
praktek money laundering (ML). 

2. Kecurigaan diatas didukung juga kalau kita liat data transaksi
perdagangan RI-Spore, yang dulunya tidak pernah diterbitkan Spore.
Curiganya adalah selisih transaksi perdagangan tidak signifikan
dibanding aliran dana yang mengalir kesana.

3. Yang menarik, jumlah suspicious transactions di perbankan Spore
ternyata rendah. Dan property market Spore dua thn belakangan ini,
dominasi pembeli Indonesia mencapai 25% (!) Hmmm... jadi apakah SPore
cukup jujur dalam hal ini? Dan kenapa pula negara semacam US tidak
pernah "mengendus" hal ini? (lanjutannya: kenapa pula pertemuan IMF-WB
malah di Spore??)

4. Soal penyebab, jelas mula2 ada pada bolongnya hukum dan
penegakannya di RI. Cuma good neighbor policy juga tidak tampak dari
negara jiran kita ini, malah memanfaatkan kelemahan kita. 

5. Tampaknya sektor property ini bisa menjadi channel ML yang cukup
berarti. Sebenarnya jika pengawasan saluran dana di perbankan cukup
baik, maka kejahatan ini akan terendus. Walau orang korupsi tidak
dibayar dg transfer, tapi cepat atau lambat dia akan menggunakannya.
Dan itu berarti akan ada mediasinya. Awasi aliran dana di bank. You
will know them. Uang memang tidak berbau tapi bisa meninggalkan jejak.
 (saya jadi inget Willian Goldman (All President's men): follow the
money). Nah masalahnya kalo Spore ga mau, sedangkan RI masih memble
menonton rupiah parkir disana, gimana?

6. TI sedang berusaha memasukkan ML sebagai salah satu corruption
index. Lihat saja kalau ini berhasil, bagaimana peringkat Spore dan
Swiss setelah direvisi. Masih bersihkah? (Tetapi ini pertanyaan saya
sendiri: kalo peringkat mereka turun, tapi peringkat RI masih juara
korupsi, so what?).

Demikianlah dulu boss... maaf, gak bisa semuanya.. mata udah berat
nih... ntar bisa2 bablas ga sahur...

salam,

fau

--- In [email protected], irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kelihatannya Mas Ikhsan lebih bisa memahami komentar saya ketimbang
> Mas Dede.. Bagaimana Mbak Fau, bisa disharing ke kita"? :-)
> Bukankah topik ini menyangkut kepentingan publik luas.. meskipun
bisa juga
> menyangkut kepentingan publik 'sempit' (kelompok tertentu) juga sih..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> On 10/12/06, Mohamad Ikhsan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   mbak fau dan teman,
> >
> > Memang implikasinya bisa kemana-mana.Di bidang hukum yang paling jelas
> > soal BLBI. Ini memang perlu diutak-utik lagi.
> >
> > Masalah lain adalah soal extradisi, di bidang politik, dan last but
> > not least untuk ekonomi, ada implikasi juga ke masalah kontrol devisa.
> >
> > Yang terakhir ini mungkin bisa menjelaskan kenapa BI yang justru
> > kelihatan lebih agnostik terhadap ide kontrol devisa, sementara depkeu
> > lebih keliatan konservatif dan menentang habis-habisan.
> >
> > mungkin menarik kalau diskusinya, di milis internal "fe ui"?, bisa
> > disarikan disini
> >
> > salam
> >
> >





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke