memang, kalau kita campuadukkan niaga dengan akidah, semua jadi 
konfus alias puyeng...

Salam

danardono




--- In [email protected], ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Didalam bidang business kita jangan melihat poltic atau aliran 
social. Kita harus openminded.  Jikalau ada opportunity harus 
langsung ambil dan jangan tungu waktu. Itulah sifat tukang dagang. 
Banyak pedagang ethic mereka memang suatu tanda tanya besar - tetapi 
hasilnya mereka tetap menguntungkan.
>   Memang banyak perdagangan tidak halal - seperti perdagangan 
candu2, tetapi meskipun pemerintah2 melarang perdagangan tetap 
berjalan. Hasilnya druglords ini kaya raya. DiIndonesia sama banyak 
kontrak perdagangan dilakukan secara system "teman" dan "pelicin" 
Achirnya kalian lihat sendiri siapa yg mendapat penghasilan 
besar2an. Kan Suharto cs.
>   Didalam perdagangan dunia banyak bahan2 dari negara2 yg 
kontroversial dirubah negara origin mereka dgn negara lain yg lebih 
dpt diterima. Umpamanya sebagai contoh ikan tuna didalam kaleng 
dibikin diHighsea [daerah international]. Mereka hanya memasukkan 
ikan tsb dlm kaleng dan labelling bisa dilaut atau di daratan - dan 
tergantung mereknya bisa made in USA, Indonesia, Australia, atau 
negara lain sedangkan tuna seharusnya upamanya made in Argentina, 
Mexico  Benzine yg kalian beli semua asal satu refinery yg kemudian 
didalam truck transport dikasih campuran2 utk Shell, Exxon, BP etc.
>   Indonesia tidak ada hubungan diplomatic dgn Israel - sedangkan 
Egypt, Jordania, Turkye dan bbp negara diafrica utara mempunyainya - 
Kapal terbang tsb bisa diexport ke Jordania dan diimport kembali ke 
Indonesia  dan semua labeling made in Israel dihapuskn. 
>   Andreas
>    
>   
> 
> jkarta2002 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Ah itu kan kesimpulan Anda, kalo menurut saya kita beli 
(kerjasama) 
> dari siapa saja, dari negara komunis kek, dari negara yahudi kek, 
> dari negara Leberal kek, sepanjang itu baik dan menguntungkan bagi 
> bangsa dan negara ya OK aja. 
> 
> Begitu pun sebaliknya walaupun dari negara Islam kalo merugikan 
yang 
> jangan beli. 
> 
> Jadi menurut saya, kita jangan lihat sesuatu berdasarkan rasa suka 
> dan tidak suka, karena nantinya akan seperti melihat dengan 
kacamata 
> kuda. 
> 
> Tks 
> ALIHUSNI
> 
> --- In [email protected], irwank <irwank2k2@> wrote:
> >
> > Diambil dari milis lain.. Jadi kesimpulannya, 
keputusan/loyalitas 
> itu kepada
> > 
> > komisi.. bukan nasionalisme.. :-p
> > 
> > Wassalam,
> > 
> > Irwan.K
> > 
> > "..
> > UAV itu kan udah disewa dan dibeli dari jaman dulu. Operasi 
> pembebasan
> > sandera kelly kwalik dulu kan pake UAV israel. Kopassus juga 
> pernah dilatih
> > sama agen mossad tahun 80an.
> > 
> > Sebenarnya kita sudah bisa produksi UAV sendiri termasuk kontrol 
> dan alat2
> > sensornya. Ga bikin sendiri karena kalau bikin sendri ga ada 
atau 
> kecil
> > komisinya. Tentang komisi ini saya dapet langsung dari temen 
yang 
> sedang
> > mengembangkan UAV buatan indonesia dan dari sumber TNI sendiri
> > 
> > regards.
> > .."
> > 
> > On 10/10/06, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@> wrote:
> > >
> > > Argumen dari Ndah ini adalah yang paling kuat. Kalau
> > > bisa bikin sendiri (pasti lebih murah), kenapa senang
> > > bener beli produk luar negeri? Ada komisinya?
> > >
> > > (kalau beli dari mahasiswa ITB, komisinya paling cuma
> > > cukup buat buka puasa bersama...he..he....)
> > >
> > >
> > > --- ndah maldiniwati <ndah_dien@ <ndah_dien%40yahoo.com>> 
> wrote:
> > >
> > > > Mungkin krn pak Menhan Lulusan UI jd kurang
> > > > informasi teknologi dari
> > > > reken-rekan yang di ITB, karena menurut budi
> > > > rahardjo di ITB sudah
> > > > dikembangkan UAV. Kenapa tidak menjajaki dulu produk
> > > > dalam negeri,
> > > > kalo nanti masih kurang memuaskan kan bisa
> > > > diperbaiki dan
> > > > dikembangkan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.
> > > > Kalo semuanya musti
> > > > impor sedangkan didalam negeri tersedia, kapan
> > > > produk INDO bisa
> > > > mendunia???
> > > > Artikel yg saya ambil dr blogg
> > > >
> > > http://rahard.wordpress.com/2006/09/30/impor-uav-dari-israel/
> > > >
> > > > Baru saja saya membaca sebuah berita di Koran Tempo
> > > > mengenai
> > > > keinginan Indonesia untuk membeli Unmanned Aerial
> > > > Vehicles (UAV)
> > > > dari Israel. Wah? Ini cukup mengherankan bagi saya
> > > > karena saya
> > > > mengetahui ada beberapa penelitian di ITB yang telah
> > > > berhasil
> > > > menghasilkan UAV ini. Sedikitnya ada dua kelompok di
> > > > kampus yang
> > > > telah berhasil mengembangkan UAV ini. (Saya sudah
> > > > melihat presentasi
> > > > mereka.)
> > > > UAV ini akan digunakan dalam kegiatan intelijen /
> > > > militer (TNI)
> > > > sehingga sifatnya sangat rahasia dan stragegis.
> > > > Bukankah untuk hal-
> > > > hal yang strategis seperti ini sebaiknya kita
> > > > kembangkan di dalam
> > > > negeri sendiri? Kita dapat melakukannya! Kita wajib
> > > > melakukannya.
> > > > Ini negara kita yang harus kita lindungi
> > > > bersama-sama.
> > > >
> > > > Pertanyaannya adalah:
> > > > Mengapa membeli UAV dari luar negeri? Toh kita bisa
> > > > membuat sendiri.
> > > > Kalaupun membeli, mengapa membeli dari Israel?
> > > > Ingat, kita tidak
> > > > memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Ya saya
> > > > paham bahwa
> > > > tingkat teknologi yang dikembangkan oleh Israel
> > > > memang sangat maju
> > > > (tinggi). Tapi … ini masalah strategis.
> > >
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
>          
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke