DARI NOBEL EKONOMI SAMPAI MENTERI KEUANGAN RI MULYANI
Catatan singkat Ikranagara


Sebenarnya Hadiah Nobel untuk Muhammad Yunus ini agak terlambat
diberikan. Tapi tentulah ini menggembirakan, karena pilihan ini
memang tepat sekali!

Sebelumnya, yang namanya Amartya Sen, pemenang Nobel untuk ekonomi
beberapa tahun yang lalu itu kalau tidak salah dia juga orang
Bangladesh, kan? Atau orang India?

Yang jelas kedua orang ahli ekonomi ini memfokuskan kepada masalah
kemiskinan.

Ada satu lagi tokoh yang tergolong terlambat mendapatkan Hadiah
Nobel, juga untuk bidang ekonomi, namanya Hernando de Soto, yang
idenya bertentangan dengan sistem ekonomi global Kapitalisme Neo-
Liberal sekarang ini. Yang jelas, meskipun bukan penganut
Kapitalisme, dia ini juga bukan penganut Marxisme.

De Soto pencari jalan di luar kedua grand narative ekonomi dunia itu.
Idenya ini memang tidak bisa dijiplak, tetapi justeru menantang siapa
saja ahli ekonomi yang ingin membangun ekonomi negerinya maka
haruslah berangkat dari kekuatan dan kelemahan yang ada di lokal
masing-masing. Dalam hal ini dia seorang pluralis tulen.

Yang jelas ide dasar de Soto itu sekarang mengilhami banyak negara di
Amerika Latin, dimulai dari Brazil dengan presidennya yang dikenal
dengan nama sanjungan Mr Lula! Pengaruhnya de Soto di AS juga besar,
antara lain di kalangan pengikut Green Party dan juga pengikut Noam
Chomski, yang meluas. Maka bisa dibayangkan masa depan sistem ekonomi
yang dipakai oleh AS sekarang ini, yang diglobalisasikan ke mana-
mana, itu akan amblas dilanda gelombang penganut ide de Soto,
Amartya Sen dan Muhammad Yunus.

Kesenjangan sosial ekonomi (baca: kemiskinan di satu fihak dan
konglomerat di fihak lain) akibat diberlakukannya sistem Kapitalisme
Neo-Liberal dengan pasar bebasnya itu memang tidak bisa lagi
ditolerir. Pasar-adil (fair market) akan menggantikannya. Pasar
bebas bukan jalan keluar untuk mengentaskan rakyat miskin dari
neraka dunia mereka!

Dari negeri kita, yang menarik adalah suara lantang Menteri Keuangan
RI Mulyani dalam pertemuan ekonomi di Singapura bulan lalu, yang
tiba-tiba bersuara keras terhadap IMF dan World Bank. Padahal selama
ini dia dipojokkan di negeri kita sebagai "antek IMF," bukan? Suara
lantang Mulyani itu memang mengagetkan sekali! Suara itu sama sekali
tidak dinyata akan dilontarkan oleh seorang Mulyani! Suara itu mirip
dengan suara lantang Mr Lula beberapa tahun yang lalu. Mulyani
berkata, bahwa kita tidak menolak pinjaman luar negeri, tetapi
bagaimana pinjaman itu digunakan jangan lagi dikontrol oleh lembaga
internasional itu. "Pinjaman modal yes, fatwa/hotbah IMF no!" kira-
kira seperti itulah singkatnya suara lantang Mulyani.

Nah, tinggal bagaimana langkah yang akan diambil pemerintah SBY
dengan sikap yang tegas seperti itu. Siapkah, kalau perlu, melabrak
trisula WTO-IMF-WB? Kita tunggu lakon selanjutnya setelah ujaran
Mulyani di Singapura itu.


Ikra.-
======






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke