(Tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak.) BUKU MENARIK: RIAU BERDARAH Tulisan ini bukanlah hanya sebuah resensi buku saja, tetapi lebih dari itu! Tulisan ini adalah penghargaan kepada karya seorang Indonesia, yang perjalanan hidupnya menggambarkan secara bagus sekali berbagai pengalamannya sebagai aktivis pemuda pelajar (IPPI) dan Pemuda Rakyat, yang kemudian jadi tahanan kaum pembrontak PRRI , dan akhirnya mengalami berbagai penderitaan sebagai tapol rejim militer Orde Baru di Riau. Sesudah bertahun-tahun menjalani siksaan jasmani dan batin sebagai tapol, kemudian ia melarikan diri ke Malaisia, dan akhirnya memberanikan diri dan bertekad masuk ke benua Australia, di mana ia mencari hidup dan bekerja, sebagai orang yang terpaksa minta suaka politik. Tulisan ini juga merupakan penghormatan kepada penulis buku Riau Berdarah , Joseph Tugio Taher (yang sampai sekarang masih hidup di Australia), yang dari banyak pengalaman yang diceritakan dalam bukunya ini tercermin betapa sejak mudanya ia telah menunjukkan kecintaannya kepada tanah air dan bangsa, kekagumannya kepada kebesaran Bung Karno, kesetiaannya kepada organisasi-organisasi dimana ia telah mengabdikan dirinya, termasuk PKI. Dengan bahasa yang lancar (dan juga diselingi oleh banyak humor) ia dengan indah sekali menuangkan berbagai kenangan masa mudanya, antara lain ketika ia mulai berpacaran dengan Ema (yang kemudian menjadi istrinya dan melahirkan dua anak, tetapi yang akhirnya mengkhianatinya akibat bujukan seorang laki lainnya, ketika ia Joseph Tugio Taher ini sedang menjadi tapol) Sisi kuat dari isi buku ini adalah bahwa dalam menceritakan berbagai penderitaan selama dalam tahanan PRRI dan kemudian sebagai tapolnya rejim militer Suharto tercerminlah kesetiakawanannya yang besar terhadap sesama tahanan atau sesama tapol, dan kesetiaannya kepada cita-cita perjuangannya. Contohnya, di salah satu bagian dari buku ini diceritakan: Setiap mereka para tahanan- yang mendapat informasi dan tahu nomor giliran mereka untuk diambil, berdoa menurut kepercayaan dan agamanya masing-masing, dan juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Di samping itu mereka yang menjadi anggota dan kader partai, dengan haru dan air mata, juga bernyanyi lirih atau bersajak di dalam hati : Kau beri segala padaku, Kasih dan cinta, bintang dan surya, Kau cabut segala dariku, Cemar dan noda, papa, derita. Partaiku, partaiku, segenap hatiku bagimu, Partaiku, partaiku, kuwarisi api juangmu. PKI, PKI, segenap hatiku bagimu, PKI, PKI, kuserahkan jiwa ragaku! (bagi mereka yang dalam masa yang lalu menjadi anggota, kader, atau simpatisan PKI, membaca bait-bait tersebut di atas tentunya mempunyai arti tersendiri, dalam mengenang masa lampau) Khazanah perpustakaan tentang kejahatan Orba Dalam khazanah perpustakaan tentang G30S, atau tentang pengkhianatan golongan militer di bawah pimpinan Suharto terhadap Bung Karno, atau tentang pembunuhan biadab dan besar-besaran terhadap pengikut atau simpatisan PKI yang tidak bersalah apa-apa, sudah banyak ditulis oleh berbagai orang, baik dari kalangan Indonesia sendiri maupun dari berbagai kalangan di luarnegeri. Terbitnya buku Riau berdarah , yang ditulis oleh pelaku sejarah Joseph Tugio Taher ini, merupakan sumbangan yang penting dan berharga sekali bagi khazanah perpustaan bangsa kita tentang kejahatan rejim militer Orde Baru. Dengan banyaknya literatur yang mengangkat soal-soal tersebut di atas (ditambah dengan buku Riau berdarah) maka sekarang banyak hal yang sudah makin jelas bagi banyak orang. Di antara hal-hal yang makin jelas - atau makin meyakinkan banyak orang - itu adalah bahwa golongan militer di bawah Suharto sudah melakukan pengkhianatan terhadap Bung Karno. Dan juga bahwa pengkhianatan Suharto dkk terhadap Bung Karno ini didahului dengan pembunuhan besar-besaran dan secara biadab terhadap para anggota dan simpatisan PKI dan para pendukung politik Bung Karno pada umumnya. Jelaslah kiranya bagi banyak orang, bahwa pengkhianatan terhadap Bung Karno dan pembunuhan begitu banyak anggota dan simpatisan PKI menguntungkan nekolim, terutama AS. Begitu jelasnya fakta-fakta sejarah ini, sehingga sulit bagi siapa pun yang memiliki kebersihan hati nurani - dan kejujuran cara berfikir ! - , untuk tidak mengakui adanya pengkhianatan Suharto dkk terhadap Bung Karno atau tidak mengakui adanya pembunuhan besar-besaran terhadap orang-orang kiri (termasuk yang di Riau). Juga amat sulitlah bagi orang-orang yang berfikiran waras - dan beriman secara baik ! - untuk tidak mengakui bahwa pemenjaraan ratusan ribu para tapol secara sewenang-wenang (dan dalam jangka waktu yang begitu lama) adalah pelanggaran yang serius sekali terhadap peri-kemanusiaan. Kiranya, itu semua jugalah sebabnya, mengapa walaupun banyak buku atau berbagai tulisan telah membongkar berbagai kejahatan besar rejim militer Orde Baru, atau telah menelanjangi banyak kesalahan dan dosa-dosa berat Suharto, tidak banyak lagi orang yang bisa dan berani membantahnya atau mengingkarinya. Kejahatan Orde Baru sudah begitu banyaknya sehingga kalau ada orang-orang yang masih berani memuji-muji Orde Baru bisa dianggap orang aneh. Demikian juga, kebiadaban rejim militer Suharto sudah begitu parahnya, sehingga kalau ada orang-orang yang masih berani membela kebaikannya, bisa dianggap sebagai orang yang tidak waras fikirannya, atau, kasarnya, sakit jiwanya (untuk tidak mengatakan gila). Daftar korban yang menarik untuk disimak Segi kuat lainnya dari buku Riau berdarah, yang diterbitkan oleh Hasta Mitra ini, adalah karena merupakan dokumen sejarah yang penting (dan menarik) tentang sebagian persoalan-persoalan yang terjadi di Sumatera Barat dan Riau, ketika terjadi pembrontakan PRRI dan juga kemudian ketika pengkhianatan Orde Baru. Banyak soal-soal yang berkaitan dengan tokoh-tokoh PKI di daerah ini, yang diungkap untuk pertama kalinya. Lampiran dalam buku ini yang berupa daftar korban pembunuhan dan penahanan sejumlah besar orang dari berbagai suku bangsa, golongan etnis, agama, jabatan atau pekerjaan, menunjukkan dengan bukti-bukti yang nyata (dan sulit dibantah oleh siapa pun juga!) bahwa rejim militer Orde Baru telah melakukan pelanggaran HAM besar-besaran dan secara sewenang-wenang sekali. Daftar korban Orde Baru di Riau (yang jumlahnya sekitar tiga ratusan ) yang dilampirkan dalam buku ini termasuk daftar yang pertama kali diumumkan secara terbuka. Inisiatif ini dapat menggugah banyak kalangan lainnya dalam masyarakat di Indonesia (antara lain: berbagai kalangan yang tergabung atau yang kerjasama dengan LPR-KROB Lembaga Perjuangan utk Rehabilitasi Korban Rejim Orde Baru) untuk mengikuti jejak (atau meniru) apa yang telah dilakukan dengan penerbitan buku Riau berdarah, dalam usaha bersama untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi atau membongkar kejahatan apa saja yang telah dilakukan oleh rejim militer Suharto dkk. Daftar tapol di Riau adalah menarik sekali untuk disimak. Sebab di situ kelihatan jelas sekali bahwa aparat-aparat militer Orde Baru telah main hantam kromo saja, atau sangat sewenang-wenang saja, dalam menangkapi berbagai orang yang dianggap PKI atau dituduh simpatisan PKI, walaupun sama sekali tidak bersalah apa-apa. Mereka ini ada yang dari TNI, pegawai Caltex, pegawai PTT, pegawai Jawatan Penerangan, pegawai dinas perindustrian, pelajar, mahasiswa, anggota Perbum, SBKB, Pemuda Rakyat, SOBSI, BTI, Gerwani, LEKRA, Baperki, petani, pedagang, tukang gergaji, buruh pelabuhan, guru, tukang jahit, tukang kayu dll dst. (!!!) Kiranya, patutlah dicatat bahwa apa yang terjadi di Riau ini hanyalah sebagian kecil sekali saja dari apa yang terjadi di Indonesia, dan bahwa di banyak sekali daerah-daerah lainnya telah terjadi pembunuhan yang lebih besar dan lebih dahsyat lagi dan juga penahanan yang lebih sewenang-wenang (ingat, antara lain, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara dan Selatan, Aceh, Bali). Dokumen yang mempunyai nilai sejarah Mengingat itu semuanya, patutlah kiranya disebutkan bahwa buku Riau berdarah ini merupakan dokumen yang mempunyai nilai sejarah, yang berkaitan dengan berbagai kejahatan rejim militer Orde Baru. Karenanya, eksistensi buku ini perlu sekali diketahui oleh sebanyak mungkin orang dari berbagai kalangan. Sebab, dengan membaca buku ini, maka orang bisa membuka fikirannya, untuk mengerti apa sebenarnya watak dan isi Orde Barunya Suharto dkk. Singkat kata, bukalah buku ini, dan selamat membaca ! Paris, 15 Oktober 2006 = = = = Keterangan : RIAU BERDARAH Penulis : Yoseph Tugio Taher (sekarang tinggal di Australia) Editor : Soemargo dan H.D. Oey Tata Letak & Sampul : Vadimitra Diterbitkan oleh Hasta Mitra, Jakarta Tebal buku : 273 halaman Harga eceran : Rp 45.000 Dapat dibeli di : Toko Buku KALAM- Utan Kayu 68H Telp. 021 856 75 02 Jakarta C.V. DOEA LENTERA - Jl. Cikoko Barat/RT 007/03 Kel. Cikoko Pancoran Telp. 021 790 29 43 Toko Buku ULTIMUS Lengkong Besar 127 Telp. 022 423 70 60 Bandung -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.408 / Virus Database: 268.13.4/475 - Release Date: 13/10/2006 [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

