Umat Islam Mendukung Hukuman Mati Bagi Penghina
Nabi<http://masarcon.multiply.com/journal/item/142>

rekan rekan milis yg baik,

1. umat islam di Indonesia selayaknya mendukung usulan FUI (sebuah lembaga
yg dimotori oleh rekan rekan hizbut tahrir dan DDII) sebagaimana tulisan di
bawah ini dalam rangka membela agama dengan sekuat tenaga dan sekuat
esmosi. mungkin keputusan hukuman mati bagi penghina nabi, akan diproses
melalui indonesia supreme court alias mahkamah agung dan mahkamah
konstitusi. (lihat tulisan di blog sebelumnya dengan kesimpulan bahwa
us supreme court = MA+MK = wilayatul faqih).


2. yg saya bingung, kalau fatwa mati itu dikeluarkan bagi warga negara
asing, misalnya denmark yg suka menghina nabi itu caranya gimana yah ?
apakah FUI (FPI, DDII, HT) akan melakukan sweping orang asing dan mencari
khusus orang denmark di Indonesia untuk dihukum mati ?

perusahaan seperti Maersk SeaLand, Danone atau konsultan IT seperti Columbus

bisa dinasionalisasi dengan cepat, sebagaimana cita cita kang kombor, kalau
tekad FUI ini bisa dilaksanakan.

3. bagi pendukung syariah islam di indonesia, mari dukung usulan FUI supaya
blasphemy (penghinaan / hujatan) kepada nabi bisa dijatuhi hukuman mati !.
Bahkan mantan ketua YLBHI, pak Munarman mengatakan bahwa Denmark
adalah negara kafir harbi, jadi harus diperangi.

4. bagi kaum nasionalis sekuler, mungkin anda terheran heran, lha wong delik
penghinaan kepada kepala negera saja diusulkan untuk dihilangkan, lha kok
penghinaan thd nabi justru masuk di sini ?

well, penjelasannya sebagai berikut, indonesia dengan mayoritas masyarakat
muslim, bung!. jadi, mirror mirror hanging in the wall. lihat lagi, diri
anda, anda itu siapa sih. kalau tidak mewakili mayoritas umat muslim di
indonesia, lebih baik anda diam saja. karena diam itu lebih baik daripada
emas !

===

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3735&;
Itemid=65

FUI Tuntut Hukuman Mati untuk Penghina Nabi

Forum Umat Islam (FUI) mengeluarkan fatwa terbaru 'hukum mati' bagi penghina
Nabi. Fatwa ini menyusul penghinaan kedua kali oleh beberapa pihak di
Denmark

Hidayatullah.com--

Sekitar delapan puluhan orang dari Forum Umat Islam (FUI)
mendatangi Kedutaan Besar Denmark di Jakarta (13/10) kemarin. Aksi dilakukan

sebagai reaksi terhadap penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. dalam lomba
Karikatur di Denmark. Dalam tuntutannya, FUI meminta pemerintah Demark untuk
minta maaf kepada umat Islam, dan menghukum mati panitia lomba karikatur
tersebut.

Sejumlah tokoh secara bergatian berorasi seraya diringi pekik takbir dan
tahlil dari para pesarta aksi. Para tokoh yang berorasi antara lain Sekjen
FUI Muhammad Al khaththath, Jamil dari Gema Pembebasan, mantan Ketua YLBHI
Munarman, serta dai cilik TV 7 bernama Solahudin Umar

Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath dalam orasinya menghimbau kepada
pemerintah negeri-negeri Islam untuk membekukan hubungan diplomatik dengan
Denmark, sebagai desakan untuk menghukum mati para pelaku penghinaan
ternadap Nabi Muhammad SAW.

Tidak lupa, Khaththath juga meminta agar umat Islam bersatu menegakkan
khilafah Islamiyah sebagai soslusi dari semua masalah.

Dalam kesempatan yang sama Munarman mengatakan, peristiwa ini menunjukkan
bahwa bangsa Denmark rasis, hipokrit, dan munafik. "Dengan kejadian ini,
jelas Denmark negara kafir harbi, dan kafir harbi harus diperangi, " kata
Munarman.

Orasi yang disampaikan dai cilik TV 7 Solahudin Umar turut menyemarakkan
aksi. "Peradaban Barat, peradapan sampah, kita ganti dengan peradaban Islam
yang agung. Mari kita tegakkan khilafah, " ujar Umar lantang disambut pekik
takbir pesarta aksi.

Setelah hampir setengah jam pihak kedutaan yang diwakili ibu Sani akhirnya
bersedia menemui perwakilan peserta aksi. Dalam pertemuan tersebut Sani
mengatakan, Dubes Denmark Neils Erik Andersen tidak ada di tempat. Tapi Sani
mengatakan pihak kedutaan sudah menjanjikan dialog hari Senin 17 Oktober
mendatang.

Meski berlangsung damai, aksi tetap mendapat penjagaan sekitar limapuluh
personel polisi dari Polres Jakarta Selatan. [Surya/cha]

===


On 10/28/06, Al-Badruuni Enterprise <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   ehmmm
>
> Susah juga ya mengurus non muslim yang slalu usil akan agama Islam.
> Kiranya anda ini harus hati-hati,jangan sampai kejeblos lagi seperti Paus
> Benediktus. Hal seperti itulah yang akan merusak kerukunan beragama di
> Indonesia.
>
> Usul saya,anda akan lebih terurus jika 'magang' di Vatikan sana....
>
>
>
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED] <rm_danardono%40yahoo.de>>
> wrote:
> Ahhh ente pulang aja ke hadramaut gembalain onta petik korma, jangan
> urus putra putri bumi Nusantara! you are not needed here!
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, Al-Badruuni
> Enterprise
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Hahaha...
> >
> > Anda sendiri yang bikin judul begitu.....makanya jangan selalu
> jadi 'Provokator'....
> >
> > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Bukan syariat yang berubah, ujar beliau. Tetapi perilaku
> fanatikun
> > yang harus berubah, kalau mau negara ini tetap langgeng..
> >
> > Jelas kan? Dan beliau pasti banyak yang gugu, kecuali hizbut
> > hizbutan..
> >
> > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>,
> Al-Badruuni Enterprise
> > <al_badruuni@> wrote:
> > >
> > > Ungkapan dibawah sangat tidak pantas diungkap oleh seorang
> Doktor
> > seperti Mahfud MD. Syariah Islam adalah tetap dan tidak berubah-
> > ubah. Yang hak dan batil adalah jelas. Faktor-faktor yang dianggap
> > sebagai 'merubah' sikap beberapa tokoh yang disebut kesemuanya
> > merupakan godaan duniawi dan materi. Jika memang karena faktor
> > perubah itu yang membuat para tokoh seperti Gus Dur, Syafii
> maarif,
> > dll berubah, maka apakah Mahfud MD hendak menyatakan bahwa tokoh-
> > tokoh itu mata duitan dan gila harta/jabatan????Kalau ya, berarti
> > kita cukup tahu kredibilitas tokoh-tokoh itu dan tidak perlu kita
> > gugu....
> > >
> > > Ahmad
> > >
> > > RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@> wrote:
> > > http://www.gatra.com/artikel.php?id=98724
> > >
> > >
> > > Islam Syariat Bisa Berubah
> > >
> > > Masalah serius harus kita hadapi jika gerakan Islam syariat
> > seperti
> > > yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia, Majelis Mujahidin
> > Indonesia,
> > > dan Komite Penegakan Syariat Islam Sulawesi Selatan menjadi arus
> > > kuat di Indonesia. Masalahnya, Islam akan berwajah lebih rigid,
> > > doktriner, dan elitis, yang dapat melahirkan kultur santri baru
> > yang
> > > semakin ortodoks.
> > >
> > > Ia juga sangat memungkinkan terjadinya perluasan fragmentasi
> yang
> > > melahirkan generasi Islam abangan yang lebih besar. Bahkan bisa
> > > muncul kecenderungan ekstrem berupa arus baru konversi
> kepemelukan
> > > Islam ke agama lain yang dirasa lebih memberi kenyamanan
> beragama
> > > daripada tetap berada dalam Islam yang serba syariat dan
> berwajah
> > > ideologis.
> > >
> > > Itulah temuan Haedar Nashir dalam disertasi "Gerakan Islam
> > Syari'at
> > > Reproduksi Salafiyah Ideologis", yang dipertahankan di
> Universitas
> > > Gadjah Mada, Yogyakarta, 20 September lalu. Disertasi yang
> > tampaknya
> > > mengkhawatirkan menguatnya gerakan Islam syariat itu menyebutkan
> > > bahwa yang dimaksud gerakan Islam syariat adalah gerakan Islam
> > yang
> > > bercorak ideologis dengan memperjuangkan Islam secara formal
> dalam
> > > negara. Gerakan ini muncul dengan militan karena dorongan
> > keyakinan
> > > dan paham keagamaan yang ingin mencetak ulang (reproduksi) tipe
> > > ideal zaman Nabi dan generasi salaf al-shalih (generasi terbaik
> > > sesudah Nabi) secara harfiah dan formal.
> > >
> > > Disertasi salah satu Ketua PP Muhammadiyah itu sulit disanggah.
> > > Referensinya sangat kaya, metodologinya sangat ketat. Tujuh guru
> > > besar penguji yang terdiri dari Miftah Thoha, Sunyoto Usman,
> > > Tadjuddin Noer Effendi, Amin Abddullah, Azyumardi Azra, Ali
> > Haidar,
> > > dan saya memberi yudisium kelulusan dengan predikat cum laude
> > tanpa
> > > dissenting opinion. Ketika menguji pun, saya tak mempersoalkan
> > > temuan ilmiah yang telah dibingkai dengan konsep dan metodologi
> > yang
> > > ketat itu. Saya hanya mengemukakan fakta bahwa meskipun gerakan
> > itu
> > > dikatakan didorong oleh keyakinan, dalam kenyataan sejarah,
> sikap
> > > dan militansi penganut gerakan Islam syariat seperti itu bisa
> > > berubah atau diubah oleh situasi tertentu.
> > >
> > > Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafi`i Ma`arif, pada
> > masa
> > > mudanya adalah orang yang mencitakan berdirinya negara Islam
> > > Indonesia. Tetapi, setelah nyantri ke Universitas Chicago dan
> > > berguru kepada Prof. Fazlur Rahman, dia berubah sangat drastis
> dan
> > > menjadi penentang gerakan Islam syariat.
> > >
> > > Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada mulanya
> > > mengidolakan gerakan Al-Ikhwan al-Muslimin, sebuah gerakan Islam
> > > radikal yang pernah membunuh Presiden Anwar Sadat di Mesir
> karena
> > > dianggap kurang membela Islam, Bahkan, karena kekagumannya pada
> > > gerakan itu, ketika masih belia, Gus Dur pernah membangun
> > > organisasi "Al-Ikhwan" itu di Jombang. Tetapi, setelah belajar
> ke
> > > Mesir, Irak, dan bekerja di Eropa selama beberapa tahun, Gus Dur
> > > pulang ke Indonesia dengan visi pluralisme yang sangat liberal
> dan
> > > sangat anti-formalisasi Islam dalam kehidupan kenegaraan.
> > >
> > > Banyak juga tokoh lain yang tadinya menggelorakan gerakan Islam
> > > syariat menjadi berubah dan sangat akomodatif terhadap yang
> > > serba "non-Islam" setelah menjadi anggota DPR atau masuk ke
> > kabinet.
> > > Mereka bahkan menjadi sangat fasih menerangkan bahwa negara
> > > Pancasila adalah negara yang sudah final.
> > >
> > > Perubahan seperti itu juga terjadi pada organisasi politik yang
> > dulu
> > > jelas-jelas mengusung "semacam" gerakan Islam syariat. Minimal
> ada
> > > tiga parpol yang pada masa-masa awal reformasi menegaskan diri
> > > sebagai parpol Islam yang akan memperjuangkan berlakunya syariat
> > > Islam, mengubah Pasal 29 UUD 1945, bahkan ada yang menyatakan
> akan
> > > memperjuangkan berlakunya substansi Piagam Jakarta. Tetapi,
> > setelah
> > > agenda itu dipertarungkan melalui mekanisme demokrasi di DPR dan
> > > MPR, sekarang parpol-parpol itu berubah diam. Mereka "sadar" dan
> > > ikut mengatakan bahwa negara Pancasila memang final sebagai
> > pilihan
> > > yang secara demokratis tak bisa dilawan.
> > >
> > > Maka, kalau kita memang takut akan menguatnya gerakan Islam
> > syariat,
> > > minimal ada tiga situasi yang bisa mengubah gerakan itu.
> Pertama,
> > > menyekolahkan mereka ke universitas yang maju agar wawasannya
> > lebih
> > > luas dan akomodatif seperti yang dialami Syafi`i Ma`arif, Gus
> Dur,
> > > dan lain-lain.
> > >
> > > Kedua, memberi kesempatan dan tempat bagi mereka di lembaga
> > > demokrasi seperti DPR. Sebab, kalau kalah dalam pertarungan di
> > sana,
> > > mereka takkan bisa berbuat apa-apa dan tetap harus terikat
> dengan
> > > segala konsekuensi keputusan yang telah diambil secara
> demokratis.
> > >
> > > Ketiga, memberi jabatan penting pada tokoh mereka. Sebab, dalam
> > > kenyataannya, setelah tawar-menawar jabatan, tak sedikit di
> antara
> > > mereka yang tiba-tiba berubah dan mengatakan secara sama dengan
> > yang
> > > kita inginkan bahwa untuk bangsa yang majemuk seperti Indonesia,
> > > negara Pancasila adalah pilihan final.
> > >
> > > Menyambung tanya-jawab saya dengan promovendus pada ujian
> promosi
> > > doktor itu, Miftah Thoha menutup pertanyaan kepada Haedar
> > > Nashir. "Apakah Ustad Anu yang sangat keras dalam gerakan Islam
> > > syariat bisa berubah jika menjadi pejabat tinggi atau gubernur?"
> > > tanya Miftah. "Ya, ada kemungkinan berubah," jawab Haedar. Nah.
> > >
> > > Moh. Mahfud MD
> > > Anggota DPR-RI
> > > [Kolom, Gatra Nomor 48 Beredar Kamis, 12 Oktober 2006]
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone
> > call rates.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
> ---------------------------------
> Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke