PENENTU PERADABAN BISNIS*

SEMUA organisasi membutuhkan pengelolaan organisasi yang benar, baik itu
organisasi profesional maupun vokasional. Tak peduli itu Lembaga Bisnis atau
LSM, Profit Oriented atau Non Profit, yang paling dipentingkan di sini
adalah spirit lembaga yang benar. Kalau spiritnya profit, jadilah profit
yang beradab, bukan biadab. Demikian juga kalau non profit, jadilah non
profit yang beradab, bukan non profit kurang adab. Sekaligus perenungan
terhadap kondisi dunia dan Indonesia secara keseluruhan. Mengapa lingkungan
kita rusak begitu hebat padahal selama puluhan tahun kita menerapkan Ekonomi
Pancasila yang dikeramatkan dan dijunjung setinggi langit kesaktian,
humanisme, dan keberadabannya? Malahan kita kalah sama negara-negara barat,
yang secara terang-terangan mengklaim sebagai negara kapitalis murni?

Jawabnya, ternyata dengan ekonomi Pancasila bangsa Indonesia dalam
prakteknya justru menjadi KAPITALIS PRIMITIF. Kapitalisme biadab, yang semua
nilai-nilai luhur hanya lewat sebatas slogan-slogan normatif yang kosong
melompong bak tong kosong berbunyi berglontang. Prakteknya terlalu berat
untuk menyangga predikat bangsa luhur, akibatnya terjadi hukum rimba, yang
berkuasa membiadabi yang diperintah. Jangan-jangan, hal ini juga terjadi
pada sektor peternakan dan kesehatan hewan yang jadi bidang kerja kita. Kata
Government yang semantiknya dari Governness, INANG PENGASUH sudah dikebiri
menjadi kata PEMERINTAH yang mengekspoitasi yang diperintah. Manivestasinya
merasuk dalam segala sendi kehidupan, rakyat yang seharusnya dilayani
(diasuh) justru menjadi diperintah, dikuasai, dikangkangi, dijahati, yang
dengan sendirinya berakibat pada lingkungan yang ikut diperkosa
keberadaannya.

Boleh dipertimbangkan (benar atau tidak tergantung kacamata sudut pandang
tertentu) pada  negara-negara maju, sekalipun mereka kapitalis tetap dalam
frame Kapitalis Beradab, yang lebih mengedepankan nilai-nilai etika,
kemanusiaan, persamaan hak, demokrasi dan hak azasi. Karena memposisikan
rakyat sebagai yang dilayani, dan pemerintah adalah pelayan, maka suara
rakyat adalah SUARA TUHAN, SUARA TUAN. Apapun yang menjadi kebutuhan rakyat,
permintaan rakyat, government harus mengakomodir. Efeknya cukup positif bagi
lingkungan, karena lingkungan yang baik muncul dari suara-suara rakyat
terhadap kebutuhan lingkungan nyaman dan itu didengarkan.

Dalam konsep yang demikian, tidak salah kita tetap berorientasi pada Bisnis,
tapi tetaplah Bisnis yang beradab, sekali lagi bukan Biadab. Artinya di mana
pun kita berada, sekalipun orientasi utamanya pada bisnis, asal dipagari
dengan  etika, norma, humanisme, dan susila yang baik, itu tetap PUTIH. Itu
lebih baik daripada lembaga yang mengaku sebagi penyelamat lingkungan tapi
ternyata cuma berbisnis tak kentara. Juga dalam bidang peternakan dan
kesehatan hewan.Pertanyaan ini harus terus-menerus didengungkan dalam mata
batin kita: apakah kita merasa cukup melakukan terbaik bagi Tuhan kita, Alam
kita, Lingkungan kita, dan Sesama kita dalam posisi kita di dunia bisnis,
atau dunia yang bukan bisnis? Di manakah kita  merasa dapat memberikan yang
terbaik untuk pilihan dalam hidup?

Semua ada konsekuensinya. Kalau memilih bisnis, tentu semakin banyak
keuangan bisa dipenuhi untuk bisa melakukan banyak hal minimal lewat orang
lain. Sang bisnisman cukup menyalurkan perhatiannya. Konsekuensinya, rasa
untuk langsung mengabdi pada IDEALISME, berbuat baik kepada sesama dan
lingkungan menjadi berkurang. Karena memang tidak tergarap langsung. Walau
tentu kebenaran hal ini bisa diperdebatkan. Di sini Kita bisa merasa nyaman
jika dalam mencari duit dalam bisnis Kita pun berkata, "Mencari duit itu
Ibadah, saya cukup puas bila dapat menyalurkan hasil kerja keras ini pada
teman-teman dan sesama yang membutuhkan."  Maka Kita akan menggenjot diri
dan waktukita untuk mencari Al Rupiah atau El Dollar. Sementara untuk
mengisi kekosongan jiwa dalam berkemanusiaan, kita akan menyisihkan sebagian
waktu kita dalam kegiatan-kegiatan berorganisasi dan berkemanusiaan,
termasuk peduli lingkungan dan sosial kemasyarakatan. Contohnya, seperti
yang dilakukan banyak perusahaan obat hewan dan peternakan yang ikut
memperhatikan dan membantu korban bencana alam Tsunami di Aceh, Gempa Bumi
di Yogyakarta dan Tsunami di Pangandaran.

Sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) alias tanggungjawab
Sosial Perusahaan, pihak perusahaan tentu sadar sesadar-sadarnya wujud dari
kepedulian perusahaan itu tak cukup cuma saat ada bencana semata. Namun
dalam keseharian bisnis mesti ada alokasi dana dan program penyeimbang
eksplorasi dan pemeliharaan lingkungan dan kepedulian sosial! Dengan
ketrampilan dalam Memanaje, Mengelola, Memanfaatkan sekitar sumber daya yang
ada, bentuk bisnis maupun tanggungjawab sosial itu dapat dijalankan secara
lateral dan terintegral. Tinggal mengatur komponen-komponen yang diperlukan!
Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Pendukung! Dengan
memegang dan menjalankan kata-kata kunci: TERPANGGIL, MAU, BATIN NYAMAN, DAN
MAMPU, niscaya antara bisnis dan tanggungjawab sosial dan berlingkungan
dapat berjalan secara harmonis dan beradab. (Yonathan Rahardjo)

* Ruang Redaksi Majalah Infovet Edisi 148 November 2006


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke