Sebagai tambahan informasi, mudah-mudahan berguna untuk menganalisa bagaimana
sejarah neoliberalisme muncul dan sistem ekonomi dunia berkembang...
Intinya, masih tetap mempertahankan tiga sifat dasar kapitalisme yaitu
eksploitatif, akumulatif dan ekspansif..
Neoliberalisme
Kata neoliberalisme mungkin belum dikenal luas di Indonesia, kalau
dibandingkan misalnya dengan komunisme, kapitalisme, sosialisme bahkan
fundamentalisme . Tetapi, jika dicermati lebih mendalam, berbagai praksis yang
mendasarkan diri pada pemikiran neoliberalisme sudah begitu akrab dan
menjamah kehidupan keseharian kita, seperti halnya: deregulasi, privatisasi
BUMN, pengurangan peran negara terhadap pasar (self-regulating market).
Gagasan neoliberal pertama kali diformulasikan oleh seorang ekonom Austria,
Freidrich August von Hayek pada tahun 1944 lewat bukunya The Road to Serfdom.
Bagi Hayek, kapitalisme pasar bebas memiliki banyak keunggulan dibandingan
taktik ekonomi yang terencana secara sentral. Dalam pasar bebas, terjadilah
optimalisasi alokasi modal dan tenaga kerja, karena setiap individu berreaksi
secara bebas terhadap harga pasar yang dicapai secara bebas pula. Hanya dalam
pasar bebas, kekreativitasan manusia akan terdorong secara penuh, satu hal
yang tidak mungkin terjadi dalam sistem ekonomi perencanaan sentral.
Bersama dengan Milton Friedman, Hayek menentang John Maynard Keynes yang
berpendapat bahwa negara harus mengintervensi pasar untuk memberikan impuls
yang pada gilirannya akan mengangkat potensi belanja masyarakat dan mengontrol
inflasi. Maka terciptalah stabilitas ekonomi. Bagi Friedman, kontrol pemerintah
atas money supply telah melukai kebebasan, hak-hak individu, dan justru membuat
negara bankrut. Biarkanlah pasar mengatur aktivitasnya tanpa campur tangan
negara. Deregulasi menjadi begitu penting karena gerakan barang/jasa/modal akan
terhambat dengan segala tetek bengek peraturan dan pajak, yang justru akan
merugikan negara itu sendiri karena investor menjadi enggan untuk menanamkan
modalnya.
Gagasan emoh negara dari neoliberalisme menjadi makin revolusioner ketika
mengajukan konsep privatisasi atas barang/jasa publik (pendidikan, kesehatan,
komunikasi ) yang dalam liberalisme klasikpun masih diakui sebagai domain
negara. Pendasaran antropologi-filosofisnya sederhana: motif dasar penyedia
barang dan jasa dalam melakukan transaksi ekonomi adalah mencari laba
sebanyak-banyaknya , pun seandainya pelakunya adalah negara. Kepentingan umum
hanyalah kedok belaka, karena yang ada hanyalah individu dan bukannya
masyarakat. Maka, ekonomi bukan berusuran dengan moralitas dan etika, tetapi
bagaimana mengumpulkan laba titik.
Sejauhmana gagasan neoliberal yang dipraktekkan dan dipromosikan oleh
Margaret Teatcher di Inggris dan Ronald Reagen di Amerika ini akhirnya juga
mempengaruhi perekonomian dunia ? Sebuah survey yang dilakukan oleh United
Nations Development Programme menguak realita yang mencengangkan.
Tahun
20 % Terkaya
20 % Termiskin
Ratio Income Kaya/Miskin
1960
70,2
2,3
30:1
1970
73,9
2,3
32:1
1980
76,3
1,7
45:1
1989
82,7
1,4
59:1
Sumber: United Nations Development Programme, Human Development Report (1992)
Dari tabel di atas tampak jelas bahwa dalam tiga dasa warsa terakhir
prosentase income 20 % penduduk terkaya di dunia mengalami peningkatan yang
cukup signifikan. Sedangkan dipihak lain, income 20 % penduduk termiskin
menurun cukup drastis.
Fenomena yang kurang lebih sama juga terjadi di Indonesia. Dari 178
perusahaan go public, 67,1 % dikuasai oleh keluarga-keluarga bisnis, dan hanya
5,1 % yang berada dalam gengaman publik. Bahkan kalau dilihat secara lebih
teliti, 5 keluarga bisnis di Indonesia menguasai 40,7 % dari seluruh
kapitalisasi pasar, sedangkan 15 keluarga menguasai 61,7 %.
Lalu, bagaimanakah survey yang dikeluarkan oleh UNDP ini dihubungkan dengan
gencarnya dukungan terhadap paham Neoliberal ? Bukankah dalam neoliberal,
kreativitas dan hak-hak individu dihargai ? Bukankah setiap orang memperoleh
kesempatan dan hak yang sama untuk berkompetisi tanpa campur tangan pemerintah
apalagi yang korup ? Bukankah dalam pandangan neoliberal, setiap orang
termasuk buruh - adalah enterpreneur (wirausaha ) dimana ketidakadilan yang
menyebabkan konflik klas akan terselesaikan karena setiap orang memiliki
comparative advantage yang dapat digunakan untuk bersaing ?
Berbagai pendapat mulia dari neoliberalisme tentang solidaritas
kosmopolitan sebagai ganti bangkrutnya welfare state pada praksisnya tidak
lebih dari taktik cantik sekolompok masyarakat untuk mengkangkangi peredaran
modal. Ketika kekuasaan negara dibatasi agar setiap orang bisa melakukan
perdagangan sebebas-besasnya, yang diuntungkan justru para pemodal besar.
Solidaritas warga negara untuk menggantikan ide welfare state juga tidak mulus
diterapkan. Privatisasi barang/jasa publik pada awalnya memang dapat
menghidupkan kembali pengelolaan sector publik yang tidak dapat dilakukan
sepenuhnya oleh negara. Tetapi dalam perkembangannya, pelayanan publik
dikalahkan oleh kepentingan meraih laba sebesar-besarnya.
Irvany Ikhsan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: John M Keynes: Bapak IMF
The General Theory of Employment, Interest, & Money
(pundak raksasa or buto ijo)
by: Irvany Ikhsan
http://offshorefinancialcentre.blogspot.com
1936 di bulan pebruari John M Keynes bikin Makalah "general theory of
employment, interest, & money". Di dalam makalah ini diperkenalkan yang namanya
Time Value of Money. Nilai dari uang saat ini berbeda dengan dengan yang akan
datang.
1941 atlantik charter ditandatangani oleh PM inggris & Pres USA (ada 10 points)
intinya: imperialis di bidang ekonomi, karena mereka menginginkan semua
pasar-pasar di semua negara dibuka seluas-luasnya bagi barang dagangan mereka
dan bagi SDA negara yang bersangkutan.
1944 Pertemuan bretton wood, hasilnya imf & worldbank lahir (keynes sbg bidan),
sebagai tindak lanjut Makalah General Theory of Employment, Interest, & Money
dibungkus oleh USA dan Inggeris dalam bentuk IMF dan World Bank.
1945 indonesia merdeka dgn segala kekayaan SDA nya, diperkirakan no.5 di dunia
sebagai negara terkaya dengan SDA nya. 1945-1966 IMF dan World Bank masuk
Indonesia, namun Presiden Soekarno dengan lantang bilang dengan ungkapannya
yang sangat terkenal "go to hell with your aid/makalah". Kenapa beliau bilang
seperti itu? krn tau dibalik loan ada jebakan interest dan kurs (jebakan
keynes). Hebat beliau yg berlatar belakang pendidikan insinyur, tau kalo keynes
tuh mau jebak indonesia dgn loannya IMF & WB. Jalan alternatif, Soekarno kirim
putra/putri terbaik untuk sekolah ke ITB & soviet untuk jd insinyur buat
ngelola SDA negeri sendiri. Kebijakan ekonominya waktu itu BERDIKARI (berdiri
diatas kaki sendiri). Kalau pun ada PMA, waktu itu Caltex 1963, hanya sekedar
untuk mencukupi untuk menjalankan roda pemerintahan. Dab wilayah yang di
eksploitasi sangat terbatas.
1966 Soekarno digulingkan (lih: economic hit man, pemimpin negara yg gak mau
tunduk ya disikat. spt raja faisal dr arab saudi, dihabisi krn gak mau jual
minyaknya). Secara politis sejak ada SuperSemar (Surat Perintah 11 Maret 1966)
Soekarno sudah tidak berkuasa lagi. Secara de jure Soekarno tidak berkuasa
sejak pidato pertanggung jawabannya yg berjudul Nawaksara ditolak oleh MPRS
tanggal 22 Juni 1966 dan di gantikan oleh Soeharto sebagai Presiden RI ke 2.
1966 Soeharto berkuasa, lansung bikin UU No.1 tahun 1967 tgl 10 Januari, ttg
Penanaman Modal Asing (PMA) (perhatikan yg tanda tangan pd UU tsb !!). Biasanya
dalam membuat sebuah UU memerlukan waktu yang cukup lama, namun sunguh diluar
dugaan sebuah UU hanya dalam waktu sinkat sejak jadi Presiden RI ke-2 sudah
dapat mengesahkan UU No.1 (bukan No.2 atau 3) PMA Tahun 1967. Apa sudah ada
persiapan sebelumnya? Apa sudah diperkirakan ending dari tragedi G30/S akhirnya
akan seperti itu? Apa tidak ada UU lain yang lebih mendesak untuk di sah kan
sehingga UU PMA mendapat nomor 1? Isi dari UU tsb benar-benar spt orang yg
sedang bayar hutang budi (menurut Kwik loh): 1. PMA bebas pajak selama 5 tahun,
2. Tenaga kerja diserahkan sepenuhnya kepada PMA-PMA tsb, 3. Pengalihan 30
tahun.
1967-now-future-until doom day: Freeport, Newmont, Exxon, Caltex, Conoco,
Adaro, dst, dst, dst masuk indonesia... welcome sir, make your self at home...
dijual juga boleh... kite mah cuma penonton... PMA-PMA tsb ngitung bagi hasil
dengan menggunakan Net Present Value yang kita pelajari di kelas. Initial Cost
diselisihkan dengan perkiraan earning di masa yad yg sebelumnya didiskontokan
dengan tingkat bunga yg telah ditentukan oleh PMA-PMA tesebut. Kok mau ya di
bohongin pake NPV? Gampang jawabnya. Yang dibohogin sih ya rakyat. Kalo si
pengambil keputusan ngak dibohongin, kan ada kick back, jurusnya wong fe hong.
Kick Back itu maksudnya, kalo you setuju dengan proposal PMA-PMA tsb you dapet
persen.
1968 Ball n Brown dan diikuti oleh Efficient Market Hypothesis, ini juga
makalah penuh akal-akalan/plesetan (intinya: pokoknya BEJ efisien, kata Mr Ross
loh, peneliti dari USA berdasarkan EMH). Ternyata tidak benar toh, waktu krisis
kmarin indeks IHSG dari 700 an (market kapitalisasi sekitar Rp. 500 Trilyun)
drop menjadi 300 an IHSG nya (market kapitalisasi tinggal Rp. 200 Trilyun),
artinya duit investor yang sebagian besar dana masyarakat lokal (Indonesia)
hilang sebanyak Rp. 300 Trilyun. Siapa yang ambil? Ya manajer investasi asing
yang keluar lebih dahulu (ingat di Bursa itu berlaku zero-sum-game), artinya
uang masyarakat dibawa ke Luar Negeri. Lebih jelas lihat posting ttg EMH and
GCG.
Hal ini sejalan dengan program IMF, yaitu liberalisasi di sektor finansial
(uang sebebas-bebasnya keluar masuk negeri ini). Kenapa bursa yang begitu rapuh
kok dibilang efisien? Padahal Manajer investasi dan IMF tau kalau banyak
perusahaan/emiten yang minjam uang dari Bank-Bank Lokal (group mereka sendiri)
yang melanggar batas BMPK, yang kemudian uang tersebut di parkir di LN.
Sedangkan diperusahaan pencatatannya dengan melakukan Mark-up Aktiva dan/atau
biaya. IMF tau ini. Kok dibilang efisien ya? Kita aja yang terlalu percaya sama
yang namanya IMF dan para peneliti2 barat. Seolah-olah mereka orang jujur
seperti nabi-nabi. Mereka juga doyan duit. Lihat kasus Enron. Banyak lembaga
yang selama ini kita anggap jujur spt Athur Anderson, JP Morgan, Law Firmnya,
ternyata berjamaah melakukan penipuan.
1980 Makalah Washinton Consensus terbit, isinya secara garis besar
Liberalisasi, Hapus subsidi, n Privatisasi. Pada awalnya kebijakan ini untuk
diterapkan di Amerika Latin. Kemudian dicoba di Asia. Gagal total. Tapi tetap
maksa, krn sudah ada dalam Letter of Intent. Ya nasib petani n nelayan deh yang
kena getah makalah Washinton Consensus tsb. Krn mrk tambah susah nyari nafkah
yg disebabkan harga pupuk n solar jd mahal... angka kemiskinan sih mnrt data yg
dibaca per 17 agustus kemarin .... eh salah kutip ya.
1988 Pakto 88, Bank bertumbuhan bagai jamur dimusim hujan. Inget banget
jargon-jaron pembenaran Pakto ini. Dana masyarakat yang hanya disimpan dibawah
bantal akan dapat digunakan untuk memutar roda perekonomian. Padahal
menciptakan economic bubble. Mau tau cerita lengkapnya, silakan baca working
papernya Marie Pangestu. Gara2 paper ini kayanya beliau jadi meteri deh. Please
click this URL: http://www.imf.org/external/pubs/ft/wp/2002/wp0266.pdf
Mei 1998 soeharto jatuh (dijatuhkan??) krn udah deket ke arah golongan yg
kurang disukai oleh USA dan Inggeris... sampoerna HIJAU... asiknya rame2...
Maksudnya ICMI dan Ormas2nya.
1998 BPPN dibentuk sd 2004 (bbrp peraturan di ubah utk mendukung BPPN al:
Keprres 18/80 Pengadaan brg & Jasa) dgn segala divestasi dan pengalihan hutang
yg penuh dengan tanda tanya dan keanehan..... dgn restu IMF & KKSK tentunya.
Aneh, karena hutang tsb sudah dibail out dengan obligasi rekap kok masih ada di
laporan audit emiten yang masuk BPPN. Ini untuk menghindari pajak atas hair
cut. Dengan cara hutang-hutang tsb dijual pula ke LN (contoh lih: Brentfield
Limited). Ada yg mau beli lagi. Aneh kan. Setelah itu, hutang-hutang tsb bisa
di Swap menjadi penyertaan. Sehingga, minority interest yg sebelumnya
kepemilikannya sudah sedikit tambah sedikit lagi. Expropriasi lagi. Lebih aneh
lagi, ada pembayaran bunga & cicilan ke LN atas hutang-hutang yg dialihkan tsb
(lih posting Indosat Gate). Jd, byk sekali UU yg dilanggar. UU Pasar Modal. UU
Money Loundring. UU PPh. UU PT. KUHP.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
Beka Ulung Hapsara
Jln Pati No 16 Menteng
Jakarta 10310
Telp : (62-21)3151362
Hp : 0811853543
---------------------------------
Sponsored Link
Mortgage rates near 39yr lows. $420,000 Mortgage for $1,399/mo - Calculate new
house payment
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/