kalau kanjeng nabi yang mimpin langsung "pemerintahan damai" itu saya sih akan tunduk patuh.
tapi itu kan wishful thinking? wong kanjeng nabi sudah wafat 15 abad lalu. yang ada sekarang cuma kita manusia-manusia biasa. kita cuma bisa berusaha meneladani ahlak mulia dan kelemahlembutan beliau. salah satu ajarannya adalah agar kita menjadi umat yang ditengah (wasathan dalam bahasa arab atau moderat dalam bahasa inggris), umat yang adil dan cerdas. dengan bekal qur'an, hadis dan akal budi. bukan menjadi umat yang ekstrem, keras hati dan agresif. umat seperti ini dari berbagai agama yang biasanya terlibat dalam hina menghina. mereka melakukannya tanpa pengetahuan, tanpa ilmu. semata-mata hanya menuruti hawa nafsu. At 09:10 AM 11/16/2006, you wrote: >Mas Dede, bolehkah saya bertanya apakah yang dimaksud bid'ah menurut mas? >Apakah mas juga tak paham beliau juga menjadi kepala negara di >Negara Islam Madinah dan plus menjabat panglima Jihad? > >Apakah mas mencintai Rasulullah? jika ya harusnya, mas orang pertama >yang melaksanakan semua syariat Islam seperti layaknya Rasulullah >melaksanakannya di seluruh aspek kehidupan, dan bukannya menolak syariat Islam? > >Apakah yang akan mas Dede lakukan jika orang yang amat Anda cintai >melebihi Istri dihina dikatakan teroris, playboy, pembawa risalah >setan dll? Apakah Anda akan diam saja? Cinta sejati ataukah cinta palsu? > >Nugroho Dewanto ><<mailto:ndewanto%40mail.tempo.co.id>[EMAIL PROTECTED]> wrote: >saya khawatir kalau kanjeng nabi yang mulia ahlaknya, rendah hati, >penyabar, pemaaf, murah hati, bijaksana, sekarang turun lagi ke dunia >dan mengajarkan islam yang damai rahmatan lilalamin, kelompok aris >mungkin malah akan menganggapnya sebagai pembawa >ajaran bid'ah. > >kemudian menganiaya bahkan membunuhnya. persis umat-umat >terdahulu memperlakukan para pembawa pesan Tuhan. [Non-text portions of this message have been removed]

