--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mengapa ada-ada saja? Biar seru tauuuu!!!...:-) > > Bung Iwan ini kayak malaikat aja. Waktu malaikat bertanya ama > Tuhan,"ngapain sih Tuhan jadiin manusia pemimpin di bumi? dah tau > manusia itu biang mengada-ada"...:-) > > Kalo pikiran saya pribadi sih, kalo malaikat dijadiin pemimpin > dibumi, gak seru. Bumi sepi, sunyi, senyap. Wong malaikat kerjanya > memuji Allah dan patuh sama Allah aja!!! > > Kalo iblis and the gang dijadiin pemimpin dibumi, lho..sapa yang mau > digodain? Iblis ntar nganggur...lebih bahaya kan pengangguran > itu...:-). Hmmm Iblis itu dunianya ghaib, jadi gak bisa jadi > pemimpin di dunia materi...:-) > > Tapi bung, saya percaya juga dengan pendapat bhw Tuhan itu > menciptakan manusia sama, SECARA UMUM namun berbeda/spesifik, SECARA > INDIVIDU. Secara umum, manusia akan melakukan sesuatu demi sesuatu. > Secara individu, melakukan apa dan demi apa, itu yang spesifik. > > Sorry kalo gak menjawab. Ini memang bukan jawaban. Cuma sebuah > pendapat yang tiba2 muncul membaca komentar sampeyan. > > wassalam, > >
Ini yang saya sukai membaca posting mbak Lina. Mbak Lina mempelajari sesuatu sebelum membahas thema yang didiskusikan. Juga kejujuran mbak Lina, dalam mengatakan, "ini sekedar pendapat. Mungkin tidak menjawab". Manusia memang melakukan sesuatu secara individuil. Karena itu, walaupun patokan agama itu sama di mana mana, hasil perilaku manusia ber beda beda. Dilihat dalam kurun sejarah yang panjang, ribuan tahun, manusia itu selalu sama dalam proporsi perbuatan mereka: sebagian mulia, sebagian kejam, sebagian tamak, sebagian konyol.. Gereja, synagoga, kuil, vihara, mesjid boleh berlipat... sami mawon.. Ketamakan dan keserakahan, sudah ada dizaman Firaun, sampai sekarang dizaman SBY.. Mengenai masalah gaib gaiban, yaya tak mampu berurun rembug, karena belum pernah ketemu benda gaib.. Salam danardono

