saya kira kurang titis (jitu) paklik.
like-it-or-not, soal Sukarno sampaipun Suharto, ya sudah, sejarah.
like-it-or-not, soal jawa nonjawa ya sudah clear. yang jawa sudah
legawa sejak awal, yang nonjawa ya sudah berkubang kesempatan.
like-it-or-not (sekarang saja) :
-yang duduk di birokrasi/dpr bukan yang pinter dan mental juara,
tinggal unthul-unthul mbelgedhes jongos-perut!
-konsep (apalagi iptek n industri selain PENDIDIKAN) TIDAK BECUS
jadi keliru besar kalau orang bilang kita pintar konsep,
karena bikin UU dan peraturan hanya nyontek! (frankly)
-dalam kekosongan mental "nasionalis-achiever" sejati, sembunyilah
keminderan, lalu diterkam oleh setan-dajjal berkedok agama dsb
padahal senyatanya separatis-benalu bangsa!
gendang para sektarian masih keras berbunyi, so wat gitchu loh ?
ngono ya ngono ning aja ngono.
masih kurang puas kejungkelnya bangsa seh...
salam merdeka !
--- In [email protected], ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Malaysia dpt dibangun karena banyak factor2 yg diIndonesia sayang
sekali sulit diketemukan.
> Jumlah penduduk Malaysia adalah 1/10 dari Indonesia - dan
meskipun sewaktu Malaysia ingin didominasi oleh Indonesia [1960]
melalui politik Sukarno - negara dgn pemimpin2nya yg cinta negara dan
bukan cinta uang achirnya dpt dibangun. Malaysia sekarang yg
mendominasi Indonesia [like it or not this is the fact.]
> 1. jumlah energie alam per capita lebih dari cukup utk konsumpsi
negara dan masih dpt diexport. [energy adalah penting untuk
pembangunan negara karena korelasi dgn kemajuan]
> 2. perubahan produksi bahan dasar ke manufacturing utk export.
Meskipun negara ini jauh lebih kecil dari Indonesia mereka exporteur
karet dan minyak sawit dunia dan Indonesia tidak ada namanya. [Ini
disebabkan mentalitet exporteur Indonesia yg tidak mempertahankan
kwalitas produkt utk pasaran dunia - mentalitet buruk]
> 3. Dgn basis administrasi yg cukup kuat berdasarkan system
ingeris - korupsi dpt ditekan - dan mentalitet pegawai cipil
negaranya masih cukup jujur. [Indonesia pegawai sipil -posisinya
harus dan dpt dibeli]
> 4 - N --Masih banyak lain2 factor yg kalian dpt pikirkan
> Tetapi yg penting tetap adalah mentalitet para pemimpin negara yg
stabiel dan berpendidikan moral yg cukup tinggi. Lagi dgn system
rotasi dari posisi raja mereka perasaan bahwa ada suku yg berdominasi
seperti diIndonesia - suku Jawa - dpt dihilangkan.
> Super Nasionalisme dgn sifat socialisme yg berkembang jaman
Sukarno tanpa kader2 yg cukup berpendidikan adalah salah satu factor
yg merusak moral dan ekonomie negara - dgn theory berdikari sebelum
bisa berdiri.
> Jikalau perasaan nasionalisme [chauvinisme] yg sekarang masih
tetap berada diantara para pemimpin2 negara dpt dihilangkan mungkin
negara dpt maju. In short Indonesia harus memperbaiki moral dan
haluan negara.
>
> Andreas
>
>
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], Iwan Wibawa <iwanw1963@>
wrote:
> >
> > Pagi ini saya baca berita dari negeri jiran sesama Melayu, disana
> asset anak negeri tidak boleh dijual kepada asing, disana anak
> negeri diberikan segala kemudahan untuk maju, pribumi malaysia
harus
> didorong untuk mandiri dan sukses, konstitusi Malaysia mencantumkan
> dasar negara salah satu kitab suci, tapi tidak pernah terdengar ada
> bom yang meledak, rumah ibadah di bakar atau manusia dipenggal
> kepalanya atas nama agama. Malaysia jauh lebih beradab dari
> kita...sementara kita masih berkutat pada issue
primordial ...partai-
> partai mengusung agama masih dianggap sebagai alternatif pembawa
> kesejahteraan di dunia....padahal nyatanya hanya ilusi...
> > di malaysia partai agama tidak laku dan hanya berkuasa di satu
> negara bagian saja....
> > sungguh beda malaysia dan kitanya...beda sekali...GNP dan GDP
> kebersihan ketertiban dan jangan lupa mereka sudah banyak membeli
> perusahaan Indonesia...!!!!!!
> > Kasian kita ya....hidup direpublik mimpi dan republik BBM
> >
> > salam
> > iwan
> >
> >
> >
>
> Satu tambahan menarik,mas: disana mayoritas tak ada yang ingin
> mengubah kerajaan Malaysia yang sekular demokratis bernuansa Islam
> itu dengan sebuah negara SI.. nobody. Disanapun tak ada organisasi
> pembela Islam atau sejenisnya, seperti diutarakan PM Badawi..
>
> Disana IPTEK lebih memimpin. Dan... tak ada pemilikan perusahaan
> yang lebih dari 50% ditangan asing. PETRONAS yang belajar dari
> Pertamina kini jauh lebih dahsyat performance-nya daripada si
> Pertamina.
>
> Salam
>
> Danardono
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>