dulu :
menjelang panen, diiring kakek nenek bulik berburu ikan di sawah
variasi mandi di rumah, bisa mandi di "belik" dekatnya
malamnya nonton ditanggapin wayang 3 malam berturut
diskusi pokok-pokok ajaran leluhur, diceritai segala adab-budaya
bebas mau manjatin kelapa atau pohon apa saja ada
diajari budi pekerti, sampai bela diri
oooo sedapnya

sekarang :
sawahnya pada menguap, ikan pun tiada di sana
makan ikan pantai...ngeri merkuri. makan ikan apa lagi.
akhirnya mesti jauh-jauh ke pelosok tatar sunda
hanya untuk sepotong ikan sehat

nanti :
embuh ah....
njungkir ngkaleee....



--- In [email protected], Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Konsumsi Ikan
>      
>   Secara ilmiah, dewasa ini sulit dibantah lagi, bahwa ikan 
merupakan sumber protein hewani yang sehat.
>    
>     Kandungan lemak jenuh dan kholesterol pada ikan tergolong amat 
rendah, dan banyak jenis ikan yang memiliki kandungan tinggi asam 
lemak Omega-3, yang diyakini amat berguna bagi kesehatan. Akan 
tetapi, ikan juga merupakan makhluk hidup yang terpengaruh 
lingkungannya. Kini diketahui, beberapa jenis ikan, seperti ikan tuna 
dan ikan todak, memiliki kandungan logam berat Mercury cukup tinggi.
>   Belum lama ini, dua penelitian ilmiah terbaru yang dibuat secara 
terpisah, merekomendasikan konsumsi ikan dalam jumlah yang rasional. 
Dan terutama  diperingatkan kepada kelompok risiko tinggi, seperti 
anak-anak dan wanita hamil, yang mudah terpapar dampak negatif logam 
berat semacam Mercury, disarankan konsumsi ikan dua kali seminggu, 
dalam jumlah yang tidak berlebihan. Hal ini diungkapkan peneliti dari 
sekolah tinggi kedokteran Universitas Harvard, David Bellinger.
>    
>   Mengkonsumsi Jenis Ikan Berbeda
>    
>   Unsur logam berat Mercury, diketahui dapat mempengaruhi 
perkembangan otak pada janin dan anak-anak. Karena itulah laporan 
ilmiah dari Universitas Harvard menyarankan, kelompok risiko ini 
menghindari konsumsi ikan yang tinggi kandungan Mercury-nya, seperti 
ikan hiu, ikan todak, ikan tilapia dan ikan sardin, serta mengurangi 
konsumsi ikan tuna, dengan porsi yang lebih kecil setiap minggunya. 
David Bellinger menambahkan, konsumen disarankan juga mengkonsumsi 
jenis ikan yang berbeda setiap minggunya. Alasannya adalah, satu 
jenis ikan yang mengandung satu jenis pencemar, kemungkinan tidak 
sama dengan jenis ikan lainnya, yang mungkin mengandung pencemar lain.
>    
>   Sebagai contohnya ditunjukkan, ikan tuna mengandung lebih sedikit 
senyawa Dioxin yang dapat memicu kanker dibanding ikan salem. Akan 
tetapi, ikan tuna mengandung lebih banyak unsur Mercury yang 
merugikan, dibanding asam lemak Omega-3 yang bermanfaat bagi 
kesehatan. Keunggulan ikan laut seperti yang dilaporkan Institut 
Kedokteran Harvard, juga dilaporkan dalam penelitian terpisah yang 
dipublikasikan dalam Jurnal Asosiasi Kedokteran Amerika. 
>    
>   Menurunkan Resiko Serangan Jantung
>    
>   Namun demikian, para peneliti dari Harvard sudah melangkah lebih 
jauh. Peneliti dari Institut Kedokteran Harvard, Dr.Dariush 
Mazoffarian, menunjukkan keuntungan konsumsi ikan dalam jumlah 
moderat: "Tiga ons ikan salem hasil budidaya atau enam ons ikan salem 
liar, tiga ons ikan herring atau enam ons ikan sarden, itulah jumlah 
konsumsi ikan yang moderat. Dan total penurunan risiko mati akibat 
serangan jantung, dengan konsumsi ikan sebesar 250 miligram per hari, 
adalah sekitar 36 persen. Diketahui penyakit jantung, merupakan 
penyebab utama kematian, baik pada pria maupun wanita."
>    
>   Ancaman terhadap Populasi Ikan
>    
>   Para peneliti dari Institut Kedokteran juga lebih berhati-hati. 
Mereka mengatakan, penelitian tersebut tidak dapat menunjukan 
korelasi, apakah konsumen pemakan ikan juga mengkonsumsi lebih banyak 
buah-buahan dan sayuran, atau lebih sehat secara fisik. Namun 
korelasi yang cukup logis adalah, jika warga Amerika mengkonsumsi 
lebih banyak ikan, hal itu dapat memicu terancamnya populasi ikan 
konsumsi. Warga Amerika rata-rata mengkonsumsi ikan kurang dari tujuh 
setengah kilogram per kapita per tahunnya. Jumlah ini, kurang dari 
separuh rata-rata konsumsi ikan dunia per kapita per tahun. 
>    
>   Gerald Leape dari Yayasan Perlindungan Lingkungan Nasional 
mengatakan: "Apa arti sebenarnya dari lebih banyak konsumsi ikan? 
Kita memiliki banyak kawasan penangkapan ikan yang dieksploitasi 
nyaris habis. Dan kita harus memasukannya ke dalam neraca 
perhitungan. Banyak kawasan penangkapan ikan di New England, dengan 
cadangan ikan codsnya, atau cadangan ikan salem di pantai barat, 
sudah mengalami stress berat. Banyak cadangan ikan kerapu yang 
terancam, dan kita hendak meningkatkan konsumsi beberapa jenis ikan 
yang tergolong menyehatkan, yang dapat memperluas kawasan 
penangkapan."
>    
>   Alternatif Pengganti Ikan
>    
>   Banyak yang meyakini, bahwa anggota Institut Kedokteran itu harus 
diperluas. Dengan memasukan kelompok konsumen AS serta organisasi 
pelindung lingkungan. Sejumlah lembaga pembela konsumen menyarankan, 
agar konsumen lebih berhati-hati terutama dalam pemberian ikan kepada 
anak-anak. Khususnya dalam menghadapi risiko dari unsur logam berat 
Mercury. Penyebabnya, ikan tuna adalah ikan konsumsi kegemaran nomor 
satu di Amerika. Sementara Gerald Leape juga mengkritik laporan 
ilmiah tersebut, yang tidak menegaskan bahwa ada makanan lain yang 
juga menyehatkan, selain dari ikan. 
>    
>   Leape menjelaskan: "Jika mendengar laporan itu sekarang, kita 
akan berpikir, bahwa kita hanya dapat memperoleh omega-3 dari 
konsumsi ikan. Akan tetapi, kita semua juga mengetahui bahwa itu 
tidak benar. Kita dapat memperolehnya dari kacang-kacangan, atau dari 
sumber-sumber lainnya yang beragam. Kami tidak mengatakan, jangan 
makan ikan! Tapi makan dalam porsi berimbang. Dan apa yang tidak kita 
peroleh dalam hal ini, adalah laporan ilmiah yang juga berimbang."
>    
>   Hanya bagi Warga Amerika Saja
>    
>   Akan tetapi, laporan dari anggota Institut Kesehatan, mengenai 
keunggulan ikan bagi kesehatan, telah diterima secara luas di seluruh 
dunia. Tetapi jangan dilupakan, para peneliti juga mengetahui, 
sejumlah keuntungan kesehatan itu, boleh jadi hanya berguna bagi 
warga Amerika, sebab, secara umum rakyat Amerika mengkonsumsi terlalu 
banyak lemak jenuh serta kholesterol. Dan makan terlalu sedikit bahan 
makanan sehat, seperti omega-3 dan lemak tak jenuh yang terkandung 
dalam ikan.
>   Demikian juga harus dipertimbangkan laporan yang dilansir majalah 
ilmu pengetahuan "Science", bahwa cadangan ikan di seluruh dunia kini 
terancam. Jika laju penangkapan ikan serta pencemaran lingkungan 
tetap seperti saat ini, diramalkan tahun 2048 mendatang populasi ikan 
di lautan seluruh dunia akan habis atau nyaris punah. Padahal, ikan 
bukan hanya sumber makanan penting yang menyehatkan manusia ttetapi 
juga sumber makanan bagi seluruh ekosistem lautan global. Jika satu 
jenis ikan konsumsi musnah, manusia akan mengalihkan tangkapan ke 
jenis lainnya, sampai jenis itu juga musnah. Dampaknya adalah efek 
domino yang mengundang bencana bagi semua. Sementara itu, di sisi 
lain pencemaran lingkungan, baik oleh unsur logam berat atau unsur 
beracun dan berbahaya lainya, juga akan merusak keseimbangan 
ekosistem, yang pada akhirnya akan merugikan manusia sendiri. 
Demikian bila manusia gemar merusak lingkungan, yang sama artinya 
merusak dirinya sendiri. 
> 
> 
> 
>  
> ---------------------------------
> Sponsored Link
> 
> Mortgage rates near 39yr lows. $420,000 Mortgage for $1,399/mo - 
Calculate new house payment
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



Kirim email ke