Sebenarnya lebih cocok muslim radikal, muslim fudamentalis atau muslim militan
:)))
Jadi bukan Islamnya tapi muslimnya .
Tapi mudah2an Islam indonesia tidak termasuk yang 72 aliran itu; kalau iya,
bisa berabeh dan repot penjaga nerakanya, ...lha pada demo lagi
.....................
Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], Ki Sapujagad Bhanwargupa
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nabi Muhammad SAW mengatakan, Islam akan terbagi menjadi 73
aliran, tapi hanya satu aliran saja yg bisa masuk sorga. Yang 72
aliran masuk neraka.
> Apakah Islam radikal, Islam militan dan Islam Fundamentalis
merupakan sub-aliran dari 72 aliran Islam itu ????
Lina: Sebetulnya hadist ini lengkapnya berbunyi,""Yahudi terpecah
menjadi 71 golongan, satu golongan masuk surga dan tujuh puluh
golongan lainnya masuk neraka, dan Nasrani terpecah menjadi 72
golongan, tujuh puluh satu golongan masuk neraka, dan satu golongan
masuk surga, dan Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, umatku
sungguh akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga
dan tujuh puluh dua golongan lainnya masuk neraka. Dikatakan kepada
beliau: siapakah mereka (golongan yang masuk surga) itu ya
Rosulullah? beliau menjawab : Al-Jama'ah". (HR Ibnu Majah, No:3992,
dan disahihkan oleh Al Albani dalam kitab Silsilah As Shohihah
No:203) dan dalam riwayat lain : "Agama yang aku dan sahabatku
jalani". (HR Ahmad, No:11798, dan Ibnu Majah, No:3993, dan At
Tirmizi No: 2641)
Nah siapa itu "Al-Jama'ah", perlu baca baca lagi...:-)
Tapi kalau dari yang saya baca saya mengertinya Islam radikal,
militan, dan fundamental itu tidak termasuk dalam firqah yang
dimaksud, soale segala julukan militan/fun/radikal itu kan diberikan
belakangan ini saja dalam konteks pergolakan syahwat politik yang
besar. Sedang dalam penjelasan2 hadist tsb ttg kata 'firqah' lebih
menitikberatkan kepada perbedaan akidah. Ini dari bacaan yang baru
sedikit saya bacanya ya...
>
> Dalam kamus politik AS saat ini, Islam radikal, Islam militan,
Islam fundamentalis, memang masuk daftar musuh Barat yang utama yang
wajib diberantas. Dan ini memang hasil penggodokan para ilmuwan
garis keras AS. Fawaz A Gerges, dalam bukunya America and Political
Islam: Clash of Cultures or Clash of Interests, 1999, mengungkapkan,
beberapa ilmuwan AS (seperti Indyk, Kirkpatrick dan Miller), membuat
sejumlah kesimpulan tentang Islam. Diantaranya, pembentukan rezim
otoriter adalah pilihan lebih baik dari pilihan jelek dari "dua
setan" (the least of two evils). Karena itu AS mesti terus menyokong
regim yang otoriter itu, meskipun mengorbankan demokrasi. "Jadi
meskipun banyak kaum konfrontasionis merasa pemerintahan Timteng
memperlakukan rakyatnya secara buruk, tapi regim-regim itu telah
membantu AS untuk menetralisir Islam radikal-Islam politik dan
juga melindungi kepentingan AS," kata Gerges (Sumber : Suara Muslim
+Internet)
Lina: Kalo soal politik gini, saya mending nyebur ke laut...:-)
Cuma saja pada kesempatan ini saya ingin berpendapat bhw...
yaaa..udah waktunya pulang deh!....:-(
>
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
[Non-text portions of this message have been removed]