To all ;)) dan Mas Tri yg baik,
   
  Yang berubah apanya? Sesungguhnya anda yg berubah, anda makin mempelajarinya 
dan tingkat anda makin tinggi, maka pelajaran dibawahnya sudah tdk berlaku, 
yang berlaku suatu pemahaman baru  sesuai dg tingkat perspektif sekarang. 
Semoga.. Ngerti ora mas?
   
  Diskusi ttg Allah yang Es ini sering membuat kalangan Muslim masih bingung 
alias belum bisa memahami nya, nanti kalau mas Budiono sering memahami isi 
Alkitab PB terus2an dan juga tafsiran2nya, maka anda akan mengerti semuanya :)))
   
  Memang tidak mudah memahami hal itu, lha Yang Kelihatan nyata saja sulit 
dipahami, apalagi tidak kelihatan ??!!!
   
  Bagi pemahaman umat Kristiani singkatnya saja :
   
  Yesus itu sebagai manusia didunia, Dia mengakui Allah itu Esa :))) KIta pun 
demikian !!!
  Kristen mengakui Allah yg benar itu adalah Allah yg Esa; Kalau namanya Maha 
Kuasa, masa sih ada tiga maha, tentunya satu bukan ?
   
  Yesus juga sebagai Illahi, Firman yang Hidup (coba kalau tdk keliru baca 
Yohanes 1-14 atau yohn 3 : 16, banyak lagi yg lain)
  nah, dia datang kedunia sbg firman Allah, untuk apa ? Supaya kita bisa 
bercakap-cakap dg-Nya , supaya bisa berhubungan  lebih akrab sampai pada 
akhirnya kita menyatu dengan-Nya :)))  Kalau tidak demikian, itu maya namanya, 
kita memohon sesuatu tanpa pegangan yg nyata. Seperti anda mengucapkan Allahu 
Akbar, itu seperti apa bayangannya, tidak ada karena maya dan hanya bersifat 
membayangkan/ilusi/khayalan/gambaran sendiri semata/memaksakan kehendak, 
pikiran, akal budi supaya tercipta iman yg sungguh2 bhw Allah itu 
segala-galanya ini dlm pengertian maya lho,  dll.
   
  Tapi kalau Yesus, Dia benar2 nyata, bisa disentuh,  kita bisa mencurahkkan 
isi hati dll ==> Maka para penulis Injil atau PB itu mereka tuangkan dlm  
Alkitab PB itu adalah hasil pengalaman2 mereka dengan Tuhan/Yesus Kristus. 
Mereka ungkapkan dalam tulisan di Alkitab PB itu, supaya  tanda, mukjizat2, 
makna, pesan2 moral dlsbnya itu bisa kita memahami dan mengerti semuanya. PB 
tidak terlalu menekankan pada normatif, pada norma2 hukum, peraturan2 duniawi, 
tapi cenderung bersifat "Rohani", shg tidak mudah kita menangkap pesan tanda2 
itu :))) Benar2 harus menguasai sepenuhnya, kalau sepotong2 ya anda tidak 
bakalan mudheng2, dan penasaran terus...:)))
   
   Nah bagi umat Kristiani, pengalaman itu berlanjut, saya pun mempuinyai 
pengalaman yg luar biasa  bersama Yesus. Yesus  naik ke sorga beserta tubuh 
kemuliaannya, Dia sudah tidak dibatasi ruang dan waktu lagi, kapanpun dan 
dimanapun Dia bisa hadir (Omnipotent and omnipresent), maka ia bisa menampakkan 
diri kepada  murid2nya (pengikutnya, kita2 ini). Yesus juga bukan hanya untuk 
saya tapi Dia juga mencintai anda, umat Muslim, dengan syarat asal anda tidak 
menganiayai-Nya :))) Nabi Muhammad pun sewaktu mau meninggal dunia, sangat 
takut akan dosa2nya dan berdoa sampai 70 kali sehari, dan mengakui Hanya Isa AS 
lah yg mampu dan menang melawan Isa AS palsu/si Dajjal itu. Dan Isa 
Alaihissalaam sebagai penutup "kewalian mutlak" dan Dia turun dari Sorga pada 
akhir Zaman, dan menutup semua wali dan Khatamum Aulya dan juga Khatamun  
Nubuawwah Mutlak. Maka berakhir kesudahannya, kita akan hidup dalam Dunia Baru 
yg kekal, yang tidak ada lagi ratap tangis maupun penderitaan :)))
   
  Alquran juga mengakuinya, Isa AS sebagai kalimatullah :))) Masa belum mudheng 
sih, Yesus pernah berkata : "Aku ini satu dengan Bapa, Bapa didalam Aku, Aku 
didalam Bapa"  Kalau di Islam yang tatarannya sudah Hakekat atau makrifat (ini  
jarang tercapai), mereka  lgs menangkap perkataan ini/Manuggal kaula gusti :)))
   
  Mas Tri coba baca ini dari versi Islam ttg Isa Almasih, patut dibaca, bagus 
deh !!! :))
   
  http://www.answering-islam.de/Main/Bahasa/Isa/Kembali_Akhir_Zaman.html
   
  http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/AlMasih_Sejarah.html
   
   
  Tri Budiono AS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Wah Pak Rudy sekarang sudah berubah dari yang dulu, berani 
mengatakan yang benar dan berani mengakui bahwa yang salah adalah salah.
  
  Sekarang coba kita rujuk ke ayat Injil berikut : 
  Ulangan 6:4  Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
  Markus 12:29  Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang 
Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
  
  Jadi apakah benar bahwa dalam PL maupun dalam PB mengajarkan TAUHID?
  Apakah benar Yesus mengajarkan TAUHID?
  
  Hehehe.......lalu kenapa sekarang Yesus jadi bersanding (sejajar) dengan 
Tuhan Allah dan Tuhan Roh Kudus? Hehehee.........katakan salah jika memang 
kenyataannya Yesus tidak pernah menyatakan bahwa Tuhan itu ada tiga dalam 
bentuk maupun unsur.
  
      
---------------------------------
  
  From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Rudy Prabowo
Sent: Friday, November 24, 2006 1:39 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [debat-alkitab] Re: "Dialah Damai Sejahtera yang "... to Rudy

  
          Terima kasih atas sanjungannya, saya jadi 'malu hati', kalau caranya 
begitu:)))

    Yang dulu2 anda kok masih mengingatnya (..".tulisan anda kali ini".., 
berarti dulu...beda dg kali ini)..saya bahkan sudah melupakannya:)))

    Saya menulis apa adanya , yg benar katakan benar, yg salah katakan 
salah..., tidak macam2, satu macam saja!

    

    Salam metta,

    

    RP

dhanuttono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        Bro, jujur, tulisan anda yang kali ini saya salut, karena anda dapat 
berpikir luas dan terbuka, anda berani mengkritik hal yang tidak 
benar tentang kasih walau itu berasal dari kalangan agama anda... 
semoga ini menjadi cerminan bagi kita untuk mempraktekan kasih/cinta 
kasih tanpa batas dari kalangan agama mana pun, bukan cuma sekedar 
menjadi lip service untuk dijual, digembar gemborkan, di sombongkan 
dengan sadar atau pun tidak agar terkesan hebat dan menjadi pahlawan 
bertopeng (munafik).

kasih bukan untuk dijadikan wacana, kasih dilakukan bukan untuk 
tujuan tertentu, kasih dilakukan bukan untuk dipamerkan "ini loh 
akibat kasih yang ada didalam diriku (setelah ia melakukan kasih yg 
munafik) tapi kasih dilakukan karena dorongan untuk memberikan yang 
terbaik untuk diri sendiri dan orang lain...

salam dalam kasih yang munafik
dhanuttono

--- In [EMAIL PROTECTED], Rudy Prabowo 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Benar itu................ Ada kepalsuan dilapisi kebenaran, belum 
menembus !
> 
> Bukan sengaja mau menjelekkan, diantara umat gereja serta 
pengurus organisasi didalam intern sendiri masih gontok2an, relawan, 
kaum mudika, kharismatik dlsb sering terjadi gontok2an, pembagian 
kerja yang 'overlapping', bahkan ada yg nyerobot yg bukan tugasnya 
dan kadangkala terjadi hal2 yg tidak patut diungkapkan ! Sebenarnya 
Kasih itu tidak mengharapkan imbalan !
> Disini tampak masih banyak "ego yg melekat" saling berebut 
supaya dinilai ikut berpartisipasi, dinilai ada kasih; padahal 
itu "Pamrih", belum ikhlas 100%, seharusnyalah mereka 
bersifat "WUWEI" Upaya tanpa disengaja !
> Yah memang 'kasih' itu tidak mudah diaplikasikan jika tingkat 
perspektif ditataran "Kasih" itu belum tercapai, masih harus saling 
mengingatkan, supaya tidak lengah !!! 
> 
> Kita mengharapkan juga didalam mempersiapkan natal ini tidak ada 
lagi terjadi gontok2an, saling mencakar dan suka mencari muka 
(Carmuk), Supaya terang Natal itu sungguh2 bercahaya bagi umat 
manusia didunia. Semoga.....................
> 
> dhanuttono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Semoga tema itu tidak cuma menjadi wacana yang cuma 
dibangga-
> banggakan, disombongkan dalam batin yang terbelakang, nampak indah 
> didepan dan diluar, namun bobrok didalam.
> 
> bercermin ke dalam lebih baik dari pada bercermin dari luar. 
> semangat menggebu2 memuaskan keinginan dan perasaan kekaguman atas 
> kehampaan. tapi sayang saya hanya cuma bisa memberikan salam atas 
> semua itu.
> 
> salam kasih dalam kepalsuan manis diluar.
> Dhanuttono
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], Ika Polim <ika_polim@> 
> wrote:
> >
> > Dearest Bros & Sis,
> > 
> > Semoga Demikian, Dan Semakin Cepat Terealisasikan Harapan Besar 
> Yang Tertulis Dalam "Doa Bapa Kami".
> > 
> > 
> > with metta, ika. 
> > 
> > Rudy Prabowo <rudyprabowo2000@> wrote:
> > 
> > Pesan Natal Bersama PGI & KWI Tahun 2006
> > 
> > Wednesday, Nov. 22, 2006 Posted: 2:20:55PM PST
> > 
> > Pesan Natal Bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dan 
> Konferensi Waligereja Indonesia Tahun 2006
> > 
> > "Dialah Damai Sejahtera yang Telah Mempersatukan" (Efesus 2:14). 
> > 
> > Kepada segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada, 
salam 
> sejahtera dalam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Dengan penuh 
> sukacita dan rasa syukur kita menyambut Natal, kelahiran Penebus 
dan 
> Juru Selamat dunia.
> > 
> > 1. Tantangan untuk Hidup Damai :
> > 
> > Di tengah sukacita Natal ini, kita menyadari bahwa suasana 
> kehidupan kita akhir-akhir ini diwarnai oleh berbagai kekhawatiran 
> dan ketakutan. Kenyataan hidup sosial politik tetap hangat, beban 
> ekonomi terasa semakin berat, sementara bencana alam dan wabah 
> penyakit melanda berbagai wilayah. Kebebasan hidup beragama 
> mengalami banyak hambatan dan ada usaha adu domba antarumat 
> beragama. Sementara itu, krisis kepercayaan antara penguasa dan 
> rakyat, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan antara 
> satu kelompok dengan kelompok lain mengancam kehidupan bersama.
> > 
> > Bangsa ini belum sepenuhnya bersatu. Berbagai perbedaan 
seringkali 
> tidak dipandang sebagai kekayaan tetapi justru sebagai alasan 
untuk 
> memisahkan diri satu dari yang lain. Akibatnya, perbedaan 
seringkali 
> berakhir dengan pertentangan dan perpecahan. Kita semua merindukan 
> kehidupan bersama yang penuh damai sejahtera dan damai sejahtera 
ini 
> hanya dapat terwujud bila seluruh warga bangsa bersatu.
> > 
> > 2. Kristus, Damai Sejahtera Kita :
> > Kenyataan yang kita hadapi ini memang berat namun tidak boleh 
> membuat kita kehilangan harapan. Kelahiran Yesus mendatangkan 
> sukacita besar. Sukacita itu melekat dalam diri setiap orang 
beriman 
> yang mampu menghayati hakikat dan makna kelahiran Yesus. Ia lahir 
> sebagai sebagai manusia, menjadi senasib dengan manusia, dan 
terbuka 
> menyambut semua orang yang datang kepada-Nya. Ia hadir di dunia 
> untuk mewujudkan kasih Allah kepada manusia (1Yoh. 4:9). Kasih 
Allah 
> itu berpuncak pada kayu salib ketika Yesus menyerahkan nyawa untuk 
> menanggung dosa seluruh umat manusia.
> > 
> > Kepada Jemaat Efesus, yang dilanda bahaya perpecahan dan sedang 
> berupaya keras untuk memelihara keutuhan jemaat, Paulus 
menunjukkan 
> bahwa Yesus adalah damai sejahtera yang telah mempersatukan 
berbagai 
> pihak yang berbeda (bdk. Ef. 2:14). Peran dan hakikat Yesus 
Kristus 
> sebagai damai sejahtera diwujudkan secara nyata dalam karya 
> penebusan-Nya. Dalam kurban salib-Nya Ia menumpahkan darah bukan 
> hanya untuk sekelompok orang melainkan untuk seluruh umat manusia. 
> Hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa Kristus mengasihi semua 
> manusia tanpa membeda-bedakan. Dengan demikian, Ia mempersatukan 
> semua orang di dalam diri-Nya agar mereka dapat hidup bersama 
dalam 
> damai sejahtera.
> > 
> > Dalam hubungan dengan sesama baiklah kita memandang setiap orang 
> dalam iman kepada Kristus. Dengan menyadari bahwa darah Kristus 
juga 
> tercurah untuk mereka, maka setiap orang yang mengaku diri sebagai 
> pengikut dan murid Kristus akan mengasihi orang itu, walaupun 
dalam 
> kenyataannya orang itu bersikap seperti musuh. Kasih dan 
pengurbanan 
> Kristus untuk semua orang itulah yang hendaknya menjadi dasar 
> hubungan dengan sesama, dan bukan balasan yang akan diperoleh dari 
> mengasihi sesama. Bila kasih Kristus yang menjadi dasar kasih 
> terhadap sesama, orang tidak akan patah semangat, menutup diri, 
dan 
> berhenti mengasihi karena merasa bahwa kasihnya tidak mendapat 
> tanggapan dan tidak menghasilkan buah seperti yang diharapkan.
> > 
> > 3. Ajakan untuk Mewujudkan Hidup Damai :
> > Penegasan Kitab Suci bahwa Yesus Kristus adalah Damai Sejahtera 
> yang telah merubuhkan tembok-tembok pemisah memberikan pencerahan 
> dan kekuatan baru bagi kita. Oleh sebab itu, marilah kita 
merayakan 
> Natal dengan penuh syukur sambil berusaha menghayati panggilan 
untuk 
> mewujudkan hal-hal berikut:
> > 
> > • Merubuhkan tembok-tembok pemisah yang selama ini menyebabkan 
> adanya sikap terlalu mementingkan diri atau kelompok.
> > 
> > • Menghayati kehidupan gerejawi yang lebih terbuka dan 
bersahabat 
> sebagai sumbangan nyata bagi terwujudnya Indonesia baru yang 
> berkeadaban.
> > 
> > • Mengungkapkan kebenaran tanpa takut dan gentar, memperjuangkan 
> kehidupan yang adil, damai, dan sejahtera, menghargai Hak Asasi 
> Manusia, dan menegakkan hukum yang berkeadilan.
> > 
> > • Mengupayakan terus penggalangan hubungan dan kerjasama dengan 
> seluruh warga bangsa, dengan tetap menghargai kemajemukan, 
kekayaan 
> budaya bangsa, dan senantiasa bertekun dalam mempertahankan dasar 
> Negara Pancasila.
> > 
> > • Memperjuangkan kesejahteraan ekonomi bersama karena tidak ada 
> damai selama tidak ada perbaikan ekonomi dan selama sebagian besar 
> warga bangsa ini hidup dalam belenggu kemiskinan.
> > 
> > Di tengah situasi negeri kita sekarang ini janganlah kita 
menyerah 
> pada kesulitan dan penderitaan. Kita perlu tetap mewujudkan sikap 
> yang tulus dan setia dalam menjalin kerukunan dengan semua orang. 
> Dan dalam suasana Natal ini baiklah kita mengingat dan meneladan 
> Yusuf, suami Maria, yang beriman dengan sederhana dan terbuka, 
> senantiasa taat kepada panggilan Ilahi, juga ketika berhadapan 
> dengan kehendak Allah yang berada di luar pengertiannya. Ia peka 
> terhadap suara Tuhan dan dengan kepercayaannya ia menyelesaikan 
> banyak hal tanpa banyak kata (bdk. Luk. 2:1-7; Mat. 1:18-2:23).
> > 
> > SELAMAT NATAL 2006 DAN TAHUN BARU 2007
> > 
> > Jakarta, Medio November 2006
> > 
> > Majelis Pekerja Harian
> > Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
> > 
> > Pdt. Dr. A. A. Yewangoe
> > Ketua Umum
> > 
> > Pdt. Dr. Richard M. Daulay
> > Sekretaris Umum
> > 
> > 
> > Konferensi Waligereja Indonesia
> > 
> > Mgr. Martinus D. Situmorang, O.F.M.Cap.
> > Ketua
> > 
> > Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka, M.S.F.
> > Sekretaris Jenderal
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Sponsored Link
> > 
> > Rates near 39yr lows. $510,000 Loan for $1698/mo - Calculate new 
> house payment 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
>


  
    
    
---------------------------------
  
  Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.



  --
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.430 / Virus Database: 268.14.14/548 - Release Date: 11/23/2006 
3:22 PM


  --
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.430 / Virus Database: 268.14.14/548 - Release Date: 11/23/2006 
3:22 PM



  

         


 
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get 
things done faster.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke