Kita hidup pada saat ini di dalam dunia iming-iming atau dunia fantasi, maka
tidaklah salah apabila Jakarta dinilai sebagai taman impian. Kenapa
demikian? Kita bermimpi bahwa kita ini seolah-olah hidup di negara yang kaya
raya, negara kita memiliki apa saja yang tidak dimiliki oleh negara-negara
lainnya. Tanah kita subur, memiliki sumber daya manusia yang berjibun,
sumber daya alam, mulai dari minyak, batubara sampai dengan mas semuanya
kita miliki, jadi benar-benar satu negara yang kaya raya, tetapi sayangnya
itu hanya sekedar di alam fantasi kita, sebab kenyataannya banyak bayi
busung kelaparan.

Kenapa orang-orang di Indonesia hobi nonton sinetron, karena dengan demikian
mereka bisa mengkhayal, seakan-akan itulah diri kita, yang tinggal dirumah
gedung besar, punya istri atau suami mirip para pemeran disitu. Dan hampir
disemua kota besar kita bisa melihat mobil-mobil mewah berseliweran, bahkan
sering pula dipamerkan dimana puluhan pemilik mobil Ferarri mengadakan tour
bersama, mereka bisa duduk di dalam mobil mewah, yang full AC maupun DVD.
Hal itulah yang kita lihat dan impikan, sebab realitanya pada saat ini kita
sendiri sedang duduk di bus atau angkot yang panas dan penuh dengan debu.

Kalau kita baca di koran, si Pulan telah berhasil menyikat uang negara
puluhan milyar, atau si Pono yang minggat dengan membawa uang nasabah sekian
triliun, rasanya uang itu sudah tidak memiliki seri nomor lagi, sambil
bermimpi bagaimana yah rasanya kalau punya uang satu milyar saja, walaupun
kenyataannya hutang Goceng saja sama warung disebelah belum dibayar. Oleh
sebab itulah kita masang togel, agar impian kita bisa menjadi kenyataan,
minimum dapat meningkatkan hope kita lah.

Kalau kita jujur, kita membeli barang pada saat ini sebenarnya bukan demi
fungsinya lagi, melainkan untuk memenuhi dream kita. Banyak orang pakai baju
merek Aigner, jean merek Boss, sambil mengkhayal seakan-akan dengan memakai
pakaian tersebut berobah menjadi Pierce Brosnan pemeran James Bond. Hanya
sayangnya pakaian tidak akan bisa merubah diri saya menjadi Tom Cruise,
Bajay Bajuri tetap saja Bajay Bajuri.

Kita pergi shopping ke Bandung, dengan motto shop till you drop ke berbagai
macam outlet. Kenyataannya hanya sekedar untuk mencari pakaian atau tas
imtasi bajakan, bahkan kalau perlu beli barang bekas pun tidak jadi masalah,
yang penting bisa mejeng, walaupun itu sepatu merek Bally made in Cibaduyut.
Sebab dalam alam impian kita, dengan memiliki barang-barang tertentu atau
memakai pakaian tertentu nilai diri kita akan naik minimum satu kelas lebih
tinggi daripada tetangga sekampung.

Kenapa kita ingin minum kopi di Starbucks walaupun harga kopi disana sudah
sepuluh kali lipat jauh  lebih mahal dibadingkan dengan warung kopi lainnya
yang hanya sekedar Rp dua ribu  saja, masalahnya kita ingin mempraktekan
prinsip “to see and be seen” agar orang nyaho nih gue wong sugih, itulah
dream kita, walaupun kenyataannya duit Gopek saja di kantong ora ono, maklum
manusia jaman sekarang hidup di dalam alam impian masa yang akan datang,
jadi kita bisa bayar pakai kredit kard dengan impian awal bulan depan nanti
bisa melunasinya. Walaupun kenyataannya tunggakan hutang dari bulan yang
lampau juga masih belum lunas.

Manusia jaman sekarang ini dalam bahasa kerennya manusia yang benar-benar
“future oriented”, jadi pandangan jauh kedepan begitu, mereka tidak hidup
dialam nyata lagi, mobil yang kita pakai sekarang harus dilunasi dalam lima
tahun mendatang, rumah yang kita tinggali harus dilunasi dalam masa 20 tahun
mendatang, uang yang kita belanjakan hari ini harus kita lunasi bulan
mendatang, jadi hanya orang goblok saja yang masih mau hidup di alam nyata,
manusia sukses jaman sekarang adalah manusia USANI, bukannya yang memiliki
“usaha sana sini”, melainkan yang punya “utang sana sini”! Kagak percaya? 

Orang akan ternganga apabila mereka melihat kita memiliki sederet kredit
card Gold, walaupun realitanya menunjukan bahwa orang tersebut boleh ngutang
sono sini dengan jumlah nilai utang yang gede, tetapi anda tidak perlu
berkecil hati, sebab negara Indonesia juga adalah negara yang future
oriented, dimana kita memiliki hutang yang harus dibayar dan dilunasi dalam
jangka waktu minimum oleh tujuh generasi mendatang.

Hampir semua penduduk Indonesia, menganut agama, bahkan hampir disetiap
pojok gang ada rumah ibadahnya, jadi penduduknya adalah manusia-manusia yang
soleh, tetapi sayangnya itu hanya sekedar dream saja, kenyataannya mulai
dari WC sampai dengan rumah ibadah udah digerayangi oleh para koruptor,
maling dan copet udah sama banyaknya seperti kecoak & tikus.

Liburan akhir tahun kita ingin liburan ke Kuala Lumpur atau ke Singapore,
tetapi sayangnya itu hanya sekedar impian akhir tahun, karena boro-boro bisa
liburan keluar negeri untuk pulang mudik ke kampung saja tidak ada ongkos.
Beda dengan para anggota DPR yang bisa berlibur tiap tahun dengan topeng
studi banding; entah itu ke Eropa, Hawaii ataupun Jepang. Maka tidaklah
heran impian anak-anak jaman sekarang semuanya ingin jadi pejabat agar bisa
dolan-dolan atas duit dan kesengsaraan rakyatnya.

Apabila orang mengira Jakarta hanya memiliki taman impian di Ancol saja itu
salah besar? Di Jakarta banyak sekali Dunfan-Dunfan terutama bagi
orang-orang dewasa ialah berbagai macam Mall, sebab disitu kita bisa mulai
berfantasi dan bermimpi, apabila pada suatu saat saya memiliki uang, maka
saya akan membeli ini atau itu untuk mewujudkan impian saya, disamping itu
selama kita berada di Mall kita merasa seakan-akan kita ini termasuk
golongan kelas yang “the have” alias kelas papan atas, walaupun kenyataannya
kita tinggal dirumah papan yang bokbrok di kampung bawah!

Bukan hanya sekedar mall saja yang merupakan dunfan bagi manusia jaman
sekarang ini melainkan diberbagai macam rumah ibadah pun mereka mempraktekan
hal yang sama, dimana para pembimbing agama menjual iming-iming dan angin
sorga. Walaupun pada saat ini kita harus hidup kere dan sengsara, tetapi
dengan janji dan impian kita jadi terbuai dan mempunyai harapan setelah kita
mati bisa naik ke sorga, dan disana kita bisa memiliki rumah gedung tujuh
tingkat dengan istri yang cantik dan bahenol. 

Di rumah ibadah kita bisa mendapatkan dream, tidak lama lagi kita bisa
sembuh dan sehat waalfiat kembali, tidak lama lagi kita bisa jadi wong sugih
dan sukses, tidak lama lagi kita bisa dapat anak yang mungil-mungil dan lucu
ataupun pasangan hidup yang guaa..anteng, hanya sayangnya boro-boro bisa
mendapatkan pasangan hidup yang gua…anteng, yang bopeng saja kagak
datang-datang tuh, padahal usia udah mencapai kepala empat dan rambut pun
udah mulai ubanan nih!

Badut film yang paling lucu ketika saya masih kanak-kanak adalah Mr. Bob
Hope dan pada zaman sekarang ini banyak sekali reinkarnasi dari Mr Bob Hope
yang telah menjelma menjadi para badut politik, dimana mereka menawarkan
barteran suara dengan hope alias iming-iming atau dream, tetapi karena kita
senang dengan segala macam komoditi dream, maka akhirnya mereka bisa
terpilih. 

Maka dari itu rahasia hidup bahagia itu sebenarnya mudah ikuti saja apa yang
dianjurkan oleh penyanyi The Everly Brothers “All I Have To Do Is Dream”.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage : www.mangucup.net

-- 
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.430 / Virus Database: 268.13.27/517 - Release Date: 3-11-2006
16:30
 




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke