Anda boleh berteriak sampai mulut berbuih : “Mundur – Mundur – Mundur!” apakah air laut itu akan bisa mundur oleh jeritan Anda? Jangan harap! Bukankah ada pepatah “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”, tetapi pada zaman edan sekarang ini “Apa yang bisa diperbuat oleh setitik “susu” dalam “nila yang sebelanga?” Yang terbaik ikutilah jadi Nila daripada berusaha untuk menjadi susu yang sia-sia!
Kebanyakan politikus kita sudah ketularan, bukannya oleh penyakit DB (Deman Berdarah) melainkan penyakit 3B – “Busuk, Buta dan Budeg”, sebab mereka itu sudah busuk sehingga jadi buta tidak bisa melihat penderitaan rakyatnya lagi dan budeg akan jeritan hati nurani rakyat. Tetapi ini tidak jadi masalah, sebab dengan demikian kita bisa tetap mempertahankan ranking kita sebagai juara, walaupun ini hanya sekedar ranking jadi juara negara terkorup di Asia. Sejak berbulan-bulan orang diseluruh dunia sudah heboh, karena terjadinya bencana seburan lumpur di Sidoarjo, sehingga ribuan rakyat kehilangan pekerjaan maupun tempat tinggal mereka. Hanya sayangnya pemerintah sendiri baru sadar dan menilai bahwa ini adalah bencana setelah berbulan-bulan terlewatkan begitu saja. Apakah mereka itu buta dan budeg? Satu pernyataan yang sia-sia alias gone with the wind. Katanya Indonesia ini termasuk negara terkorup di Asia, tapi aneh bin ajaib, di negara kita ini sampai sekarang tidak ada koruptornya ...sebab setiap ada pengadilan masalah korupsi selalu putusannya adalah bebas murni, tidak terbukti secara hukum, sehingga akhirnya tidak pernah bisa dilacak siapa koruptornya. Apakah ini tidak aneh bin ajaib yang seyogiyanya dinyatakan sebagai negara dimana angka korupsinya tertinggi, tetapi dilain pihak tidak ada koruptornya ????? Soale opo? soale sing ngadili karo sing diadili yo podo wae mas! Hal ini sebenarnya sudah diketahui sejak dahulu oleh Walt Disney, lihat saja semua binatang di film kartunnya bisa bicara terkecuali Pluto sang anjing pelacak. Pluto diciptakan oleh Walt Disney pertama kalinya di tahun 1930 dalam film The Chain Gang, sebagai penjaga sang napi Mickey Mouse yang sedang dipenjara. Dan sampai dengan saat ini Plutto tetap tidak bisa bicara alias bodoh terus. Beda dengan sang tikus Mickey Mouse; sang tikus yang pinter. Contoh lainnya Tom & Jerry, si kucing Tom pun selalu terkalahkan terus oleh sang tikus Jerry. Yang menjadi pertanyaan apakah aparat di Indonesia jauh lebih pinter daripada para tikus politikus??? Banyaknya koruptor (maling) di kalangan “atas” memberikan kesan, bahwa ajaran agama din geara ini sudah tidak diindahkan lagi,. Lihat saja sumpah dengan kitab suci pun sudah tidak “mempan” lagi, dan nilai Pancasila sudah “dikentuti”, bahwa oleh pidato yang indah-indah. Kementerengan dan kemewahan – walaupun dicapai dengan kecurangan – telah menjadi ukuran kehormatan yang dikejar-kejar. Kejujuran dan kesederhanaan sudah menjadi barang langka yang bukannya harus dilestarikan melainkan dicemohkan. Begitu juga sudah terbuktikan bahwa bunyi teriakan huruf “M” bukannya Maling lho melainkan Mangkel nya jutaan suara rakyat maupun ribuan mahasiswa, tidak akan bisa mengalahkan “keheningan” nya suara M baca Milyar duit penyumpal hati nurani anggota MA (Milyar Abdi). Sia-sia saja usaha reformasi bangsa Indonesia, walaupun sudah lima kali ganti presiden, tetapi kenyataan bukannya semakin baik bahkan semakin buruk, bahkan kalau kita jujur sejak adanya reformasi rakyat menjadi semakin REPOT CARI NASI. Berapa banyak rakyat sekarang ini yang mendambakan the oldi but goldi time, sambil bernostalgia kembali dengan lagu-lagu oldies dari Soe Har Tayjin, walaupun suaranya sumbing, tetapi isi perut rakyat masih terpenuhi. Reforma-sia-sia! Kalau dalam bahasa Sunda lebih dikenal dengn sebutan “sia-sia aing-aing” yang bisa diterjemahkan secara bebas, sebagai “yang diatas tetap diatas yang dibawah tetap dibawah”. Menurut Amien Rais: Mencari tokoh yang betul-betul bersih dari KKN, ibaratnya lebih sulit dari menemukan jarum dalam tumpukan jerami. Untuk ini saya hanya bisa meng-Amien kan. Tetapi menurut pendapat saya, mencari koruptor disini sama seperti mencari pasir di gurunpasir. Jadi sia-sia lah! Hari demi hari kita mendengar teriakan para Apache politik sambil Menabuh gendrang perang untuk melawan korupsi. Dari hari ke hari pula kita mendengar para pejabat menghibur dan bersumpah untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tetapi jangan lupa ini hanya sekedar di film di depan TV, karena kenyataannya, mana ada sih Apache bisa menang melawan koboi dengan pestol yang paling getol bersekongkol. Entah di film atau dimanapun juga Sang Koboi koruptor selalu keluar sebagai pemenang. Kita boleh menyaksikan High-Noon duel di gedung DPR, tetapi para koruptor yang menjadi lakon sudah bisa dipastikan akan keluar sebagai pemenang, jadi sebenarnya sia-sia saja kita nonton duel tersebut. Para elit politik kita menjerit di depan rakyat “Perjuangan kami”, tetapi yang dimaksud sebenarnya adalah “Penjarahan kami”, dalam cerita perwayangan kita mengenal pahlawan Gatot Goco, tetapi di koran sekarang kita hanya mengenal tokoh “Gato Loco” yang bisanya hanya mengeong melulu. Dalam bahasa Spanyol: Gato = kucing; Loco = edan. Maka dari itu tidaklah salah kalau pepatah Mengatakan “Guru kencing berdiri murid kencing berlari”, tetapi di jaman sekarang ini pepatah tersebut udah kuno yang bener yang up-to-date adalah “Guru kencing berdiri, murid main ecstasy”. Dan kalau direnungkan lebih mendalam lagi, kita hanya bisa mengangkat bahu sambil bertanya “Lalu kenapa?” Daripada pusing memikirkan hal yang sia-sia lebih baik kita mengulurkan tangan sambil meneguk segelas anggur dengan mengucapan "C'est la vie" = “Begitulah hidup” sambil mendengarkan alunan lagu dari Frank Sinatra: “That's life, that's life and I can't deny it” Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage : www.mangucup.net -- Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.430 / Virus Database: 268.13.27/517 - Release Date: 3-11-2006 16:30 *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

