Rencana Kunjungan Paus ke Turki
Oleh: Christoph Heinzle dari Bayern
Ini adalah perjalanan terberat bagi Paus Benediktus. Diskusi mengenai apakah
Paus selama kunjungannya menggunakan panser dan rompi anti peluru adalah hal
yang baru bagi Vatikan.
Tidak semua majelis wali-wali gereja Katolik setuju dengan keputusan Paus
dalam meneruskan rencana perjalananannya ke Turki, setelah kerusuhan yang
dipicu pidatonya di Regensburg. Khususnya di lingkungan diplomatik Vatikan, ada
kekhawatiran bahwa perjalanan ini terlalu beresiko, dan berbahaya bagi umat
Kristen di Turki dan juga bagi negara dengan penduduk mayoritas Muslim lainnya.
Khususnya Kardinal Sodano dikatakan berusaha untuk menangguhkan tanggal
perjalanan Paus ke Turki, bahkan kalau bisa membatalkannya sama sekali.
Mayoritas majelis wali-wali gereja mendukung Paus Benekditus. Usulan baru
untuk mengunjungi Blue Mosque, Mesjid Biru, dianggap sebagai sikap rujuk, namun
di Vatikan sendiri selalu saja ditekankan, perseteruan dengan Islam bukanlah
tema utama kunjungan tersebut.
Berikut keterangan Kardinal Jerman Wakter Kasper:
"Jika Paus berada di Ankara dan bertemu dengan kalangan diplomatik selain
pihak pemerintah, ia juga pasti akan membicarakan masalah tersebut. Tapi itu
bukan tujuan utamanya. Pertemuan dengan gereja orthodox lah yang penting bagi
Paus.
Kardinal Kasper mengatakan, selama berada di Turki, Paus Benekditus tidak
mengungkit perseteruan mengenai kutipan pidatonya tentang Nabi Muhammad.
Menurut Vatikan, pada prinsipnya tidak ada lagi yang perlu dibicarakan dalam
hal ini, karena secara terbuka Paus sudah mengakui kekeliruannya. Vatikan juga
percaya, umat Islam di dunia, sudah dengan lapang dada memaafkan kekeliruan
Paus. Betapapun Paus juga tetap seorang manusia biasa yang tidak berkurang
potensinya berbuat kekhilafan sebagaimana manusia lainnya.
"Menurut penilaian pribadi saya, Paus telah cukup menjelaskan apa yang
sebenarnya ia maksudkan dalam pidatonya di Regensburg. Tidak bisa lebih jelas
lagi. Beberapa pimpinan umat Muslim telah menerima penjelasannya. Jadi masalah
ini sebenarnya sudah selesai.
Namun, masih menurut Kardinal Kasper, Vatikan menyadari bahwa Turki akan
benar-benar menyimak setiap pernyataan Paus yang menyangkut tema Islam.
Mengenai minat selebihnya warga Turki akan kunjungan Paus, Kardinal Kasper
mengatakan, pihak Vatikan tidak akan banyak berharap.
"Tentu saja tidak akan ada sambutan berlebihan di jalanan, seperti di Bayern
misalnya. Ini juga tidak mungkin, karena hanya ada sedikit umat Kristen di
Turki. Dan umat Muslimnya mungkin tertarik, tapi sepertinya akan mirip dengan
yang saya alami di Yunani. Jalanan kosong dan sepi, namun warga mengikutinya
dengan penuh minat melalui tayangan televisi.
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
[Non-text portions of this message have been removed]