Kang Dede, jangan sampai anda kehilangan kerendahhatian. kerendahhatian sangat diperlukan untuk meyakinkan bahwa Islam yang Anda bawa-bawa adalah Islam yang membawa kesejukan dan perdamaian.
salam damai --- In [email protected], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lho? Kok lari ke Trans TV? Ke soal-soal pribadi? > ........................??????? ?????? > > Anda kok emosional sekali. Seingat saya, kita kan cuma membahas soal tafsir....... > > Irena bisa salah. Buya Syafii juga bisa salah, kan sama-sama manusia biasa. Bahkan Buya Hamka sendiri yang dikutip oleh keduanya juga bisa salah. > > Saya tidak bela siapa-siapa. Saya hanya mau menempatkan diskusi pada perspektif yang pas, karena Anda menyebut soal bahasa Arab. Sedangkan yang saya lihat, baik Irena maupun Buya Syafii sama-sama hanya mengutip tafsir Hamka, yang jelas-jelas dalam bahasa Indonesia (walau tentu saja mereka sedikit banyak tahu bahasa Arab). > > Ya sudah.... Saya kehilangan minat berdiskusi. End of discussion. > Selamat malam! > > ----- Original Message ---- > From: Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, November 28, 2006 11:38:06 PM > Subject: Re: [ppiindia] Buya Syafei Maarif: Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah > > > sekalian transtv tampilkan dong si hajah irena ini. > apa berani malu? > > republika saja malu menampilkan tulisannya yang tak karuan itu. > levelnya memang cuma patut dimuat di milis sabili. > > orang mau ngangkangi surga sendirian kok dibela? memangnya > siapa dia? atau mungkin anda juga berpendapat sama seperti dia ? > > At 08:43 PM 11/28/2006, you wrote: > > >Sejauh yang saya pahami, Hj. Irena mencoba menyanggah CARA Buya > >Syafei menyimpulkan berdasarkan kutipan dari buku tafsir Hamka. > > > >Untuk menyanggah, Irena juga mengutip tafsir Hamka tapi dari halaman > >yang lain, yang tidak dikutip/disebut oleh Buya Syafei. Semua buku > >tafsir Hamka itu dalam bahasa Indonesia. > > > >----- Original Message ---- > >From: Nugroho Dewanto > ><<mailto:ndewanto% 40mail.tempo. co.id>[EMAIL PROTECTED] tempo.co. id> > >To: <mailto:ppiindia% 40yahoogroups. com>[EMAIL PROTECTED] s.com > >Sent: Tuesday, November 28, 2006 5:57:38 PM > >Subject: Re: [ppiindia] Buya Syafei Maarif: Hamka Tentang Ayat 62 > >Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah > > > >hehehe kok anda merasa tersindir? > >memang yang biasa memforward dari republika cuma anda? > > > >saya sih mau saja menjadi guru jurnalistik anda. tapi maukah > >anda menjadi murid? > > > >omong-omong apakah irena handono ini lebih paham tata bahasa > >arab ketimbang buya syafi'i? setahu saya baru kemarin ia mengaji > >alif, ba, ta, dan mengenal huruf qur'an (wong baru kemarin dia masuk > >islam). > > > >bukankah menurut anda penguasaan tata bahasa arab penting > >bagi seorang ahli tafsir? > > > >At 05:22 PM 11/28/2006, you wrote: > > > > >Nyindir ya mas Dede, mau forward berita Tempo bayar sih? Informasi > > >ko dibatasi dan dikungkung, mahal lagi. Seandainya saja mas Dede mau > > >jadi guru jurnalistik saya? Saya menyukai kritikan Anda tentang tata > > >bahasa. Saya yakin orang yang sering mengkritik tulisan saya, pasti > > >paling mantep memajukan ilmu menulis saya ^_^. Kalau berkenan > > >jadilah seperti mas Sulak yang juga dulu guru saya ^_^. > > > > > >Ini dari milis Sabili, coba Republika tanya kenapa? > > > > > >salam menunggu jawaban, > > >aris > > > > > >yang siap ditolak, lebih siap lagi diterima > > > > > >----------- --------- --------- ] > > >Seringkali pendapat seorang profesor dianggap "selalu benar" padahal > > >tidak selamanya demikian. Contoh : tulisan Prof Syafii Ma'arif yang > > >dimuat di Republika, Rubrik Resonansi, hal.12, tanggal 21 Nopember 2006. > > > > > >Ketika itu Syafii Ma'arif mencoba menafsirkan Qs.Al-Baqarah : 62, > > >dengan memberi kesan bahwa Al-Quran mengesahkan semua penganut agama > > >: Nasrani, Yahudi dan Sabi'in akan menjadi penghuni surga, hanya > > >dengan berbuat kebajikan. > > > > > >Hal itu ditempuh dengan mengutip tafsir Al-Azhar karya mufassir yang > > >mulia Prof. DR. Hamka. Padahal isi tafsir Prof.DR. Hamka tidak demikian. > > > > > >Karenanya saya mencoba meluruskan pendapat Syafii Ma'arif agar tidak > > >menyesatkan umat, dengan cara membuat tanggapan atas tulisan > > >tersebut dan mengirimkannya kepada Republika, tetapi sayangnya > > >sampai hari ini Republika seakan-akan enggan memuatnya. > > > > > >Sehingga tanggapan tersebut saya lepaskan kepada pembaca melalui > > >jalur internet. Semoga upaya ini menjadi ibadah bagi saya. > > > > > >Bekasi, 27 Nopember 2006 > > > > > > > > >Hajjah Irena Handono > > > > > >----------- --------- --------- --------- --------- --------- -- > > > > > >KETIKA MURID MENELIKUNG SANG GURU > > > > > > > > >Ahmad Syafii Maarif, bekas ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, > > >menerima pesan singkat dari jenderal polisi yang bertugas di Poso. > > >Sang jenderal minta Syafii membantunya memahami ayat 62 surat > > >Al-Baqarah. Jenderal itu berharap makna ayat itu akan membantunya > > >mengurai konflik yang terjadi di Poso. (Harian Republika, Selasa 21 > > >November 2006 ) > > > > > >Syafii Maarif merujuk ke kitab gurunya Prof. DR. Hamka yakni Tafsir > > >Al- Azhar. Sayangnya buku tafsir itu dibaca dengan fikiran yang > > >berkabut. Kesimpulannya, hal-hal yang benar dari Hamka tertutup dan > > >memunculkan pemikiran Syafii Maarif sendiri > > > > > >Menurut Syafii Maarif, Hamka adalah seorang mufassir yang berani. > > >Saya setuju dan benar sekali. Bahkan beliau sudah menafsirkan > > >ayat-ayat Allah dengan tepat dan gamblang, termasuk surat Al- Baqarah > > >ayat 62 dan Al-Maidah ayat 69 serta Ali Imran ayat 85 yang terkait > > >dengan ayat 62 surat Al- Baqarah. > > > > > >Tafsir Hamka terhadap surat Al-Baqarah ayat 62: "Sesungguhnya > > >orang-orang yang beriman dan orang-orang yang jadi Yahudi dan > > >Nasrani dan Shabiin, barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari > > >Kemudian dan beramal yang shaleh, maka untuk mereka adalah ganjaran > > >di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan > > >tidaklah mereka akan berduka cita " > > > > > >Surat AlMaidah ayat 69: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan > > >orang-orang Yahudi dan (begitu juga) orang Shabiun, dan Nashara, > > >barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan diapun > > >mengamalkan amal yang shaleh, maka tidaklah ada ketakutan atas > > >mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita." > > > > > >Merujuk pada Tafsir Al Azhar. karya Prof.DR Hamka, seharusnya Syafii > > >Maarif bisa menjawab pertanyaan sang jenderal polisi dengan tegas > > >dan benar. Sebab pada buku juz 1 halaman 212, Hamka menyatakan > > >sebagai berikut : > > >"di dalam ayat ini dikumpulkanlah keempat golongan ini menjadi satu. > > >Bahwa semua mereka tidak merasakan ketakutan dan dukacita asal saja > > >mereka sudi beriman kepada Allah dan Hari Akhirat dan diikuti dengan > > >amal yang saleh. Dan keempat-empat golongan itu lalu beriman kepada > > >Allah dan Hari Akhirat itu akan mendapat ganjaran di sisi Tuhan mereka." > > > > > >Jadi, penafsiran Prof DR Hamka, bukan tentang toleransi antar ummat > > >beragama, tapi yang paling pokok adalah keempat golongan itu > > >hendaknya beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Itulah syarat mutlak > > >untuk mendapatkan ganjaran disisi Tuhan mereka. Mestinya penafsiran > > >yang gamblang ini jangan lagi diberi bayang-bayang kabut, karena > > >tidak ada ayat Al Quran yang saling bertentangan, tapi justru saling > > >melengkapi. > > > > > >Sebaliknya, Syafii Maarif "menjejalkan" fikirannya dengan > > >menggambarkan Hamka (gurunya) sebagai seorang yang rindu akan dunia > > >yang aman untuk didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau > > >tidak, asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian > > >masing-masing Jadi, seolah-olah Hamka menyatakan beragama atau tidak > > >bukan masalah, toh semua agama sama. > > > > > >Saran saya supaya tidak terkesan menelikung pemikiran Prof. Hamka, > > >hendaknya Syafii Maarif juga mengutip pemikiran beliau pada halaman > > >214 dan 215 yaitu, > > >"kerapkali menjadi kemuskilan bagi orang yang membaca ayat ini, > > >karena disebut yang pertama sekali ialah orang-oang yang beriman, > > >kemudiannya baru disusul oleh Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Setelah > > >itu disebutkan bahwa semuanya akan diberikan ganjaran oleh Tuhan > > >apabila mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, lalu beramal > > >yang saleh. Mengapa orang yang beriman disyaratkan beriman lagi ?" > > > > > >Lebih jauh Hamka berpendapat, "setengah ahli tafsir mengatakan bahwa > > >yang dimaksud disini barulah iman pengakuan saja. Misalnya mereka > > >sudah mengucapkan dua kalimah syahadat, mereka telah mengaku dengan > > >mulut, bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad utusan > > >Allah. Tetapi pengakuan tadi baru pengakuan saja,belum diikuti oleh > > >amalan, belum mengerjakan rukun Islam yang lima perkara, maka iman > > >mereka itu masih sama saja dengan iman Yahudi, Nashrani dan Shabiin. > > >Apatah lagi orang Islam peta bumi saja atau Islam turunan, maka > > >Islam yang semacam itu masih sama saja dengan Yahudi, Nashrani dan > > >Shabiin. Barulah keempat itu terkumpul menjadi satu, apabila > > >semuanya memperbaharui iman, kembali kapada Allah dan Hari Akhirat, > > >serta mengikutinya dengan perbuatan dan pelaksanaan. " > > > > > >Itulah syarat mutlak sehingga keempat golongan itu menjadi satu dan > > >padu yaitu beriman kepada Allah, Hari Akhir dan beramal shaleh. > > >Adapun yang tidak dikutip oleh Syafii Maarif sehingga pemikirannya > > >berkabut adalah kalimat Prof. Hamka pada halaman 215 yaitu, "Apabila > > >telah bersatu mencari kebenaran dan kepercayaan, maka pemeluk segala > > >agama itu akhir kelaknya pasti bertemu pada satu titik kebenaran." > > > > > >Ciri yang khas dari titik kebenaran itu adalah menyerah diri dengan > > >penuh keikhlasan kepada Allah yang SATU ; itulah Tauhid, itulah > > >Ikhlas, dan itulah Islam ! Maka dengan demikian orang yang telah > > >memeluk Islam sendiripun hendaklah menjadi Islam yang sebenarnya. > > >Inilah sebenarnya pemikiran Islami dari Prof. DR. Hamka yang > > >ditelikung oleh Syafii Maarif, sang murid. > > > > > > > > >Di sisi lain, pernahkah terfikirkan oleh Syafii Maarif bahwa > > >keyakinan Kristiani menyatakan Allah dalam Al Quran bukan Tuhan > > >dalam Bible (Lihat buku .The Islamic Invasion, karya Robert Morey, > > >edisi Bahasa Indonesia, Halaman 62, yang isinya sebagai berikut: > > >"Ketika kita bandingkan sifat-sifat Tuhan Al Kitab (Bible) dengan > > >sifat-sifat Tuhannya Al Quran, muncul dengan jelas, bahwa keduanya > > >bukanlah dari Tuhan yang sama!" Bahkan pada halaman yang sama > > >tertulis bahwa : "Latar belakang sejarah mengenai asal-usul dan > > >makna kata Arab "Allah" bukanlah Tuhan yang menjadi sesembahan orang > > >Yahudi dan orang Kristen. Allah hanyalah suatu berhala Dewa Bulan > > >bangsa Arab yang dimodifikasi dan ditingkatkan maknanya." > > > > > >Pada halaman yang sama Robert Morey mengutip pendapat Doktor Samuel > > >Schlorff, yang menyatakan dalam tulisannya mengenai perbedaan > > >mendasar antara Allah dalam Al Quran dan Tuhan dalam Al Kitab > > >(Bible) sebagai berikut : " Saya percaya bahwa kunci masalahnya > > >adalah pertanyaan mengenai hakekat Tuhan dan bagaimana Tuhan > > >berhubungan dengan ciptaannya ; Islam dan Kristen, meskipun > > >mempunyai kesamaan secara formal, sesungguhnya sangat jauh berbeda > > >dalam masalah tersebut." > > > > > >Nah marilah kita merenung kembali, samakah semua agama, samakah > > >semua kitab suci ? Dan seharusnya Syafii Maarif meyakini bahwa : > > >"satu-satunya agama di sisi Allah adalah Islam." > > > > > > > > >Bekasi, Rabu 22 Nopember 2006 > > > > > > > > >Hajjah Irena Handono > > >Pendiri Irena Center, > > >Ketua Umum Gerakan Muslimat Indonesia (GMI), > > >Penasehat Muslimah Peduli Ummat (MPU). > > > > > > > > >Nugroho Dewanto > > ><<mailto:ndewanto% 40mail.tempo. co.id>ndewanto@ mail. tempo.co. id> wrote: > > >orang yang biasa memforward tulisan dari republika > > >kok kali ini absen ya? tanya kenapa? > > > > > >At 06:39 AM 11/27/2006, you wrote: > > > > > > >Oleh : Ahmad Syafii Maarif > > > > > > > >Republika, Selasa, 21 Nopember 2006 > > > > > > > ><<<http://www.republik>http://www.republik a.co.id/kolom_ > > detail.asp? id=272485& kat_id=19>h > > > <ttp://www.republika>ttp://www.republika .co.id/kolom_ > > detail.asp? id=272485& > > kat_id=19><http://www.republik>http://www.republik a.co.id/kolom_ > > detail.asp? id=272485& kat_id=19 > > > > > > > >Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari > > > >seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang > > > >maksud ayat 62 surat al-Baqarah. Kata jenderal ini pengertian ayat ini > > > >penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang > > > >ditangkap di sana. Karena permintaan itu serius, maka saya tidak boleh > > > >asal menjawab saja, apalagi ini menyangkut masalah besar yang di > > > >kalangan para mufassir sendiri belum ada kesepakatan tentang maksud ayat > > > >itu. Ayat yang substansinya serupa dapat pula ditemui dalam surat > > > >al-Maidah ayat 69 dengan sedikit perdedaan redaksi. Beberapa tafsir saya > > > >buka, di antaranya Tafsir al-Azhar karya Hamka yang monumental itu. > > > > > > > >Sebenarnya saya cenderung untuk menerima penafsiran Buya Hamka dari > > > >sekian tafsir yang pernah saya baca, baik yang klasik maupun yang > > > >kontemporer. Dalam perkara ini Hamka bagi saya adalah fenomenal dan > > > >revolusioner. Agar lebih runtut, saya kutip dulu makna kedua ayat itu > > > >menurut tafsir Hamka. > > > > > > > >Al-Baqarah 62: "Sesungguhnya orang-orang beriman, dan orang- orang yang > > > >jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabi'in, barangsiapa yang beriman kepada > > > >Allah dan Hari Kemudian dan beramal yang shalih, maka untuk mereka > > > >adalah ganjaran dari sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas > > > >mereka dan tidaklah mereka akan berdukacita. " > > > > > > > >Kemudian al-Maidah 69: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan > > > >orang-orang Yahudi dan (begitu juga) orang Shabi'un, dan Nashara, > > > >barangsipa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan dia pun > > > >mengamalkan yang shalih. Maka tidaklah ada ketakutan atas mereka dan > > > >tidaklah mereka akan berdukacita. " > > > > > > > >Ikuti penafsiran Hamka berikut: "Inilah janjian yang adil dari Tuhan > > > >kepada seluruh manusia, tidak pandang dalam agama yang mana mereka > > > >hidup, atau merk apa yang diletakkan kepada diri mereka, namun mereka > > > >masing-masing akan mendapat ganjaran atau pahala di sisi Tuhan, sepadan > > > >dengan iman dan amal shalih yang telah mereka kerjakan itu. 'Dan tidak > > > >ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berdukacita (ujung > > > >ayat 62), hlm.211. > > > > > > > >Yang menarik, Hamka dengan santun menolak bahwa ayat telah dihapuskan > > > >(mansukh) oleh ayat 85 surat surat Ali 'Imran yang artinya: "Dan > > > >barangsiapa yang mencari selain dari Islam menjadi agama, sekali-kali > > > >tidaklah tidaklah akan diterima daripadanya. Dan di Hari Akhirat akan > > > >termasuk orang-orang yang rugi." (Hlm. 217). Alasan Hamka bahwa ayat ini > > > >tidak menghapuskan ayat 62 itu sebagai berikut: "Ayat ini bukanlah > > > >menghapuskan (nasikh) ayat yang sedang kita tafsirkan ini melainkan > > > >memperkuatnya. Sebab hakikat Islam ialah percaya kepada Allah dan Hari > > > >Akhirat. Percaya kepada Allah, artinya percaya kepada segala firmannya, > > > >segala Rasulnya dengan tidak terkecuali. Termasuk percaya kepada Nabi > > > >Muhammad s.a.w. dan hendaklah iman itu diikuti oleh amal yang shalih." > > > >(Hlm 217). > > > > > > > >"Kalau dikatakan bahwa ayat ini dinasikhkan oleh ayat 85 surat Ali > > > >'Imran itu, yang akan tumbuh ialah fanatik; mengakui diri Islam, > > > >walaupun tidak pernah mengamalkannya. Dan surga itu hanya dijamin untuk > > > >kita saja. Tetapi kalau kita pahamkan bahwa di antara kedua ayat ini > > > >adalah lengkap melengkapi, maka pintu da'wah senantiasa terbuka, dan > > > >kedudukan Islam tetap menjadi agama fitrah, tetap (tertulis tetapi) > > > >dalam kemurniannya, sesuai dengan jiwa asli manusia." (Hlm. 217). > > > > > > > >Tentang neraka, Hamka bertutur: "Dan neraka bukanlah lobang- lobang api > > > >yang disediakan di dunia ini bagi siapa yang tidak mau masuk Islam, > > > >sebagaimana yang disediakan oleh Dzi Nuwas Raja Yahudi di Yaman Selatan, > > > >yang memaksa penduduk Najran memeluk agama Yahudi, padahal mereka telah > > > >memegang agama Tauhid. Neraka adalah ancaman di Hari Akhirat esok, > > > >karena menolak kebenaran." (Hlm. 218). > > > > > > > >Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah > > > >telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali 'Imran adalah sebuah > > > >keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk > > > >didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling > > > >menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. Sepengetahuan > > > >saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi > > > >seperti yang diajarkan Alquran. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang > > > >anti Alquran (lih. al-Baqarah 256; Yunus 99). > > > > > > > >Terima kasih Buya Hamka, tafsir lain banyak yang sependirian dengan > > > >Buya, tetapi keterangannya tidak seluas dan seberani yang Buya berikan. > > > >Saya berharap agar siapa pun akan menghormati otoritas Buya Hamka, > > > >sekalipun tidak sependirian. > > > > > > > > > > > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > >Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu > > >Pena lebih tajam dari pedang > > >Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid > > > > > >pustaka tani > > >nuraulia > > > > > >----------- --------- --------- ---- > > >Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. > > > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > >___________ _________ _________ _________ _________ _________ __ > >Yahoo! Music Unlimited > >Access over 1 million songs. > ><http://music. yahoo.com/ unlimited>http://music. yahoo.com/ unlimited > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > ______________________________________________________________________ ______________ > Yahoo! Music Unlimited > Access over 1 million songs. > http://music.yahoo.com/unlimited > > [Non-text portions of this message have been removed] >

