para pejuang syariat,  yg getol bicara poligami,
jadi lupa mengidealkan pernikahan monogami.
bentuk keluarga yg sebenarnya diidealkan dalam
semua agama.

itu masalahnya !  :D



On 12/4/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Mbak Indah dan Jimmy,
> saya sepakat dengan Anda sekaliyan untuk menempatkan segala sesuatu sesuai
> proporsional. Begitu pula poligami. Saya juga kecewa dengan media masa yang
> berusaha terus-menerus membuat stigma negatif mengenai poligami, seakan-akan
> itu adalah kejahatan mbak. Selalu dicari-cari sisi negatifnya. Ini masalah
> individual.Mari kita amati apa kata para presenter infoteinment di TV-TV
> dan testimoni mereka
>
> Saya melihat orang berpoligami, oh poligami tho, ya sudah cukup itu saja.
> BIasa-biasa saja. Karena itu sebenarnya biasa saja.
>
> Saya hanya ingin menempatkan poligami pada tempatnya. Sesuatu yang saya
> juga tak habis berpikir, kenapa juga ada rekan-rekan yang berusaha melakukan
> upaya pelegalan pelarangan poligami. cek disini: pada poin 2 dan 3
>
> http://www.lbh-apik.or.id/amandemen_UUP-usulan.htm
>
> Mbakyu Indah,
> HUkum dalam aturan agama pun tak akan berubah ketentuannya berdasarkan
> atas hasil survey yang mohon maaf sekali, yang belum tentu metode survey dan
> penelitiannya benar. Penelitian ilmu sosial agak berbeda dengan ilmu
> eksakta. Ini mohon maaf ya mbak, karena Insya Allah aris akan sering
> berhubungan dengan hasil penelitian baik eksakta dan sosial.
>
> KAlau mengikuti survey penelitian seperti dibawah kegadisan mahasiswa
> Yogya :
>
> http://www.free-webspace.biz/konseling/indonesia_seks9.htm
>
> Maka orang akan berpikir gila benar Yogya, gimana kalau respondennya
> adalah muslimah aktivis dakwah diberbagai organisasi misalnya, bisa jadi
> kebalik.
>
> Mas Jimmy, hati-hati untuk perkataan Anda mengenai Fedopihilia Siti
> Aisyah.salam,
> aris
>
> Jimmy Okberto <[EMAIL PROTECTED] <djoko.email%40gmail.com>> wrote: Wis
> tho Mba Indah, ...
>
>
> Memang Mba Aris ini orang aneh ...
>
> Educated People but never with her Capacity ...
>
> just soaring and boasting ...
>
> Gw jadi gak habis pikir kalau Mba Aris ini mendukung Poligami
>
> Berarti juga pendukung fedophilia sunnah yang dialami Siti Aisah ...
>
> Jimmy
>
> _____
>
> From: indah nuritasari [mailto:[EMAIL PROTECTED]<nuritasari%40yahoo.com>]
>
>
> Mbak Aris, anda sah-sah saja untuk berpendapat demikian. Tapi sebaiknya
> pendapat Anda itu disertai argumen yang jelas, setidaknya seperti
> tulisan yang Anda komentari itu. Kalau cuma sekedar yakin, hati-hati,
> jangan-jangan itu karena Anda masih muda dan belum tahu seluk-beluknya
> laki-laki dan pernikahan?
>
> Anda kan bergelut di bidang akademis, kenapa tidak cari tahu data yang
> kredibel soal ini? Setahu saya program Kajian Wanita UGM dan UI pernah
> membuat penelitian soal dampak negatif poligami dan hasilnya telah
> dimuat di media massa.
>
> Masih banyak wilayah untuk berjihad, jika Anda berniat untuk berjihad
> demi kebesaran Islam. Poligami memang boleh dalam Islam, tapi siapa
> pelakunya, kapan, dan bagaimana pelaksanaannya bisa menyiratkan niat di
> balik poligami itu meski niat sesungguhnya hanya Allah saja yang tahu.
> Saya pikir, poligami Rasulullah bisa dibedakan dari poligami tokoh2
> publik Indonesia yang Anda kagumi itu.
>
> Sorry jika ada kata yang tak berkenan,
>
> salam dari Philly yang dingiiiinn,
>
> Indah
>
> aris solikhah <[EMAIL PROTECTED] <fm_solihah%40yahoo.com> <mailto:
> fm_solihah% <fm_solihah%25>40yahoo.com> >
> wrote: Wa'alaikumsalam wr wb
> Terima kasih atas postingannya. Saya memahami poligami sampai kapan pun
> boleh. Saya bersyukur pada Allah bahwa para tokoh publik melakukan
> poligami dengan baik dan pada proporsi yang tepat. Saya berkeyakinan
> beliau-beliau orang-orang yang memang layak berpoligami terlepas siapa
> pun istri keduanya.
>
> BAgi yang mengkritisi kenapa istri keduanya begitu dan begini, dan
> harusnya begini dan begitu, saya kira kita tak berhak melakukan hal
> tersebut. Pelaksanaan poligami ini menjadi bukti tak terbantahkan bagi
> yang mengatakan poligami tak relevan dan dilarang dalam Islam, atau
> orang-orang yang berusaha membuat pandangan negatif mengenai poligami.
> Dan rekan-rekan yang ingin merevisi UU perkawinan dan memasukkan pasal
> pelarangan poligami, hendaklah mengevaluasi ulang keinginan mereka.
> wallahu'alam bishawab
>
> salam,
> aris
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu
> Pena lebih tajam dari pedang
> Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid
>
> pustaka tani
> nuraulia
>
> ---------------------------------
> Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke