Pantas saja banyak koruptor yang bebas dan tetap terhormat..
Apalagi biangnya, mati"an dibuat selamat dari pengadilan (dunia).. :-(

Wassalam,

Irwan.K

On 12/5/06, agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Hakekat Zakat
>
> Saya pernah menjumpai orang yang ketika sendalnya dimasjid
> mendamprat pengurus masjid yang dianggapnya tidak becus ngurusin
> umatnya. Namun saya juga pernah juga bertemu dengan orang yang kotak
> duitnya diambil orang diam saja bahkan memperlakukan sang pencuri
> sebagai orang yang terhormat. Entah kenapa saya justru terusik untuk
> mendapatkan pencerahan dari kejadian yang terakhir.
>
> "Pak bukankah ketika orang mengambil kotak duit itu berarti bapak
> membiarkan orang lain berbuat kedzaliman, kenapa tidak
> mempertahankan hak bapak? Kenapa malah memperlakukan pencuri itu
> dengan hormat?" tanya saya.
>
> "Itulah hakekat zakat buat saya. jika ada orang yang mengambil
> barang orang lain tanpa ijin tentunya karena dia sedang butuh. Dan
> saya mengikhlaskannya tentunya orang yang mengambil itu telah
> memberikan pelajaran berharga patut mendapatkan penghormatan."
> Jawabnya.
>
> Sekedar catatan aja, apakah kita sudah mampu memberikan harta yang
> kita cintai kepada orang lain? Apakah kita mampu memberikan kotak
> uang yang seharian kita capek menyarinya atau mengumpulkannya
> berhari-hari? Jika itu mampu kita lakukan berarti itu sebuah
> penyucian diri yang sempurna
>
> Wassalam,
> Agussyafii
> http://agussyafii.blogspot.com
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke