Dari milis lain: ".. From: y Sent: Thursday, December 07, 2006 3:18 AM Subject: Re: Women's Power : Boikot MQ-
Wahai Saudaraku jadilah insan yang berpikir LOGIS, DINAMIS, SOLUTIF,... saya heran kok prouduk MQ yang jadi sasaran pemboikotan...adakah urusan pribadi bisa dicampur adukkan dengan bisnis kira2 menurut anda semua(yang memboikot) kesalahan apa yang menjadi landasan utama pemboikotan produk2 MQ...apakah alasan bahwa Aa Gym telah berpoligami... saya rasa kalau itu titik permasalahannya.mengkin terlalu naif ya... saya mau tanya....apakah perbuatan Aa Gym berpoligami itu salah,adakah dalil2 yang menyatakan org yang berpoligami itu salah atau dosa. apakah perbuatan Nabi Muhammad Saw. yang mengawini 3 wanita itu salah.atauapakah kalian juga ingin menyalahkan Nabi..adakah kalian juga ingin memboikot risalah Nabi Muhammad Saw. gara2 nabi telah berpoligami..atau poligami itu adalah salah. Atau mungkin alasan pemboikotan karena adanya rasa pelecehan pada pihak wanita...seharusnya para wanita bersyukur kalau sang lelaki mau berpoligami... apakah anda tahu jumlah penduduk dunia khususnya indonesia. berapa jumlah laki dan perempuan...? 1 : 3 meeeeen. kalau seandainya poligami tidak di perbolehkan mau di kemanakan 2 dari 3 wanita didunia ini...apakah mereka ingin menjadi perawan se umur hidup...kalian mau...? oleh sebab itu sekali lagi marilah kita sama berpikir secara LOGIS, DINAMIS, SOLUTIF.. jangan hanya menuruti hawa nafsu...karena ingat 2/3 dari nafsu itu selalu saja menjurumuskan kita ke tempat2 yg kurang baik... On 12/6/06, He-Man <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > ----- Original Message ----- > From: > Sent: Wednesday, December 06, 2006 1:46 PM > Subject: Re: Women's Power : Boikot MQ > > > iya.. kepalanya isinya suudzan melulu yg begini... > > nyokap gw secara spontanitas.. di pengajian tk. > > kelurahan sepakat boikot semua keg. MQ dari mulai > > nonton TV sampe kunjungan langsung ke DT yg emang > > sering jadi keg. triwulanan... itu alamiah hab.. hab.. > > hab... banguuuuun... > > > > salam ngeyel > > Yang akan terkena dampak pertama kali di DT adalah > para pegawai di bagian pariwisata yang anggotanya > adalah para guide yang bertugas mengantar para tamu > yang berkunjung ke DT. > > Banyak dari mereka yang saya liat pinter-pinter jadi > sayang cuma kerja gituan.Dari 40 an guide di DT > nyaris seluruhnya adalah sarjana S-1 atau mahasiswi > S-1 , hanya 3-4 orang yang cuma lulusan SMU.Dan > gaji mereka cuma 200-400 ribu sebulan cuma yang > gw bilang kemaren sabetannya gede.Dan boss mereka > orang Ambon yang sangat galak , pernah suatu hari dia > ngamuk-ngamuk sampai kesetananan dan beberapa > orang dari mereka langsung kejang-kejang , pingsan, > dll sampai mobil ambulans bolak balik datang ngangkutin > mereka, anehnya tuh boss gak pernah dapat sanksi > karena saya bilang itu , pola promosi disana mengandalkan > pola like and dislike dan si ambon tadi adalah anak buah > kesayangan Aa' Gym yang suka dibawa oleh dia keliling > Indonesia. > > Nah berhubung angka kunjungan tamu yang menurun drastis > sampai tinggal 10 % saja.Maka otomatis pemecatan massal > pertama kali akan terjadi di unit ini ,apalagi status mereka > cuma karyawan kontrak jadi gampang aja dibuangnya.Selain > mereka para pegawai di bagian DKM Masjid juga akan kena , > kerja mereka cuma ngurus masjid , jumlah mereka cukup besar > sampai sekitar 40 an karena banyaknya tamu yang datang ,dengan > berkurangnya tamu ke DT maka mereka akan jadi beban karena > itu akan segera dipecat.Cukup sayang , sdm mereka cukup > bagus disana. > > Yang berhubungan dengan tamu lagi adalah usaha penginapan > dan photo , dua ini mungkin bisa survive kalau manajernya > kreatif dengan cari pasar di luar tamu DT bila tidak maka kedua > usaha ini akan kolaps dalam waktu dekat.Apalagi posisinya > yang ke dalam sehingga tidak menarik secara bisnis. > > Lalu usaha toko buku , ada dua toko buku di DT yang satu di > depan masjid DT di atas , satu lagi di "atas" dekat rumah > mewah Aa' Gym yang baru.Dua toko ini di hari biasa aja sepi > pengunjung karena buku yang ditawarkan mereka sangat > terbatas jenisnya (orang doyan buku pasti bete sama toko buku > macam gini) selain juga posisinya yang kurang strategis .Dan > yang paling laku yah buku-buku Aa' Gym yang dijual pake > metode direct selling ke tamu-tamu DT.Ini juga usaha yang > bakal kolaps bila manajernya gak kompeten. > > Usaha kopentern saya rasa bisa survive. > > Efek lanjutannya MQ Publishing bila mereka tidak segera mencari > celah buat cari ikon baru buku yang bisa laku terjual mereka akan > kolaps , sebenarnya orang beli buku tidak pernah liat siapa penerbitnya. > Kalau mereka bisa bertindak cepat mereka akan survive tapi kalo > bego dan tetep konservatif maksain jualan buku-buku Aa' Gym > mereka akan hancur dalam waktu dekat. > > Produk-produk berlabel MQ seperti misalnya air mineral gak akan > ketolong lagi satu-satunya cara mereka bertahan hanya dengan > mengganti logonya dan berusaha melepaskan diri dari imej > perusahaan milik Aa' Gym > > M! TV dan MQ Radio dua usaha ini survive karena iklan.Jadi bila > biro iklannya memboikot mereka kedua usaha ini akan kolaps juga. > > Satu-satunya yang bisa menyelamatkan DT adalah sosok teh Ninih. > Aa' Gym harus diamputasi dan teh Ninih jadi penggantinya.Bila ini > dilakukan asset DT bisa terselamatkan.Bila tidak bye bye DT dan > MQ.Kesalahan terbesar Aa' Gym adalah dia tidak pernah memberi > kesempatan bagi orang di bawahnya untuk muncul karena dia > takut kesaingan.Dan inilah akibatnya. > .." Saya tertarik dengan klaim 1:3 atau 1:4.. Itu bener gak sih? Koq sepertinya argumen banyak kalangan (dari satu kelompok?) hampir seragam ya? Wassalam, Irwan.K On 12/8/06, penulis1710 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ini sekadar sidebar dari serunya komentar mengenai Aa' Gym yang kawin > lagi. Ada nggak yang mencoba menghitung kerugian ekonomi Aa' Gym akibat > kawin lagi ini ? > > 1. TV station nasional sudah tidak mau menggunakan Aa' Gym sebagai > ustadz lagi. Ini bukan pertimbangan idealis, ini semata-mata praktis. > Program yang menggunakan Aa' Gym sebagai ustadz bisa dipastikan > ratingnya jelek. (satu-satunya program yang bisa dimasuki Aa' Gym cuma > infotainment karena gratis). Yang mendapat limpahan dari hilangnya Aa' > Gym tentu saja ustadz-ustadz yang sudah populer di televisi: Yusuf > Mansyur, Ustad Jefrey, dll. > 2. Frekuensi ceramah Aa' Gym pasti sangat berkurang karena para ibu-- > sebagai komponen utama fans Aa' Gym-- sudah kehilangan gairah > mendengarkan kata-kata seorang ustadz yang tega menyakiti hati > perempuan lain. Ini seakan-akan peringatan buat para ustadz dan > publik figur "jangan remehkan solidaritas para ibu dalam memboikot." > > Sekali lagi, ini sekadar sidebar: mencoba memahami kenapa Aa' Gym > berani kawin lagi kalo secara ekonomi justru membuat dia bangkrut ? > [Non-text portions of this message have been removed]

