Seperti tertulis dalam Jurnal Intelijen-KontraIntelijen, yang dikeluarkan oleh CISCI, dan buku yang dikeluarkan oleh Mantan Direktur BAKIN, saat ini memang Indonesia dalam situasi Psywar.
Jadi terjadi perang antar agen2 (perang antar Intelijen - Kontra Intelijen). Termasuk juga misi2 clendestine operations, yang mengarahkan ke Indonesia sebagai target utama di Asia Tenggara. Bentuk jelasnya adalah berusaha melakukan "chaos" dengan memelintir "issue"2 apapun, terutama Islam-Non Islam, dan mendefinisikan / mengasosiasikan ajaran2 Islam sebagai kegiatan terorisme. Salah satu yang sangat berpotensi kuat meledak adalah salah satu point di dalam ISLAM berupa Poligami. Terbukti polemik tentang Poligami telah mencapai Pemerintah, yang artinya terjadi tekanan2 politik, baik pro maupun kontra. Saya kira Indonesia telah cukup menyedihkan, dengan dihajar berbagai macam masalah termasuk bencana alam ditambah dengan serangan external, internal, dimana muara2nya UUD ( Ujung Ujungnya Duit). Poligami telah menjadi Komoditi penting Pers untuk memberi pemasukan yang cukup besar. Entah bagaimana Skenario besar dibalik issue Poligami ini. Poligami juga telah menyebabkan manusia terlihat subyektif, terlalu mencari fakta2 untuk melakuakan Pembenaran, dengan melihat sangat sedikitnya unsur penyeimbang. Unsur yang dimaksud adalah dari sisi benefit, dan kerugiannya, semestinya diberikan porsi setimbang. Mungkin memang manusa pada dasarnya adalah makhluk subyektif, dari sononya. -- Salam Revolusi IT Indonesia !!!! Alpha Bagus Sunggono http://bagusalfa.blogspot.com me(at)bagusalfa(dot)or(dot)id

