Ketika orang ribut soal AA Gym kawin lagi, istri saya juga meributkannya. Ditambah lagi kasus Yahya Zaini dan penyanyi dangdut Maria Eva. Maka lengkaplah perbincangan soal selingkuh dan poligami di rumah kami. Istri saya bicara dengan bersemangat dan berapi-api. Saya lebih banyak diam, senyum sedikit, dan manggut-manggut saja. Tapi untunglah, dia cukup "rasional" dan mengizinkan saya berpoligami.
Syaratnya, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW dulu, saya harus memilih janda yang sudah tua, keriputan, jelek, sakit-sakitan, miskin, dan punya anak banyak.... "Mau satu truk janda-janda seperti itu, silahkan saja jika mau mengawininya....." katanya. Wah, padahal (istri saya juga tahu), idola saya 'kan Luna Maya.... Terpaksa batal deh berpoligami! Apalagi gaji saya juga belum naik-naik. Untuk ngurusi satu istri dan 2 anak saja sudah pusing tujuh keliling. Belum lagi bayar tagihan air, listrik, bayar iuran sekolah anak, dan makan di kantor (kantor cuma ngasih jatah kupon 1 kali makan perhari @ Rp 8.500. Padahal saya makan dua kali, karena kerja sampai malam). Untuk kawin dengan Luna Maya juga tidak mungkin. Alasannya sederhana, Luna Maya tidak kenal sama saya...... ----- Original Message ----- From: "Eri Hastuti" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, December 11, 2006 8:35 AM Subject: FW: SURAT UNTUK AA GYM > > > SURAT UNTUK AA GYM* > > Aa Gym, saya tak kaget ketika mendengar gosip anda kawin lagi. Saya > kecut > ketika anda mengakuinya. Saya muak mendengar alasan anda bahwa > perkawinan > kedua itu untuk menghindari zina. Daripada teman tapi mesum, katamu. > Astaga. Sudah sebegitu mesumkah anda jika berteman dengan perempuan? > > Beristri lebih dari satu tentu tidak dilarang, seperti kau sebut-sebut > kepada banyak wartawan. Agama Islam membolehkan dengan syarat yang > ketat. > Anda tentu merasa bisa memenuhi syarat itu sehingga memutuskan > berpoligami, tiga bulan lalu. Tapi guru-guru ngaji saya di dusun, yang > tentu tak sepopuler anda, menceritakan bukan dengan alasan takut zina > Rasulullah menikahi perempuan lebih dari dua. Rasulullah menikahi > perempuan yang suaminya gugur di medan perang dalam menyebarkan ajaran > Islam. Ia hidup di zaman perang yang mengancam nyawa dan keselamatan. > Lagipula dia berpoligami setelah Siti Khadijah, istri pertamanya, > meninggal. Yang saya tahu, begitulah alasan Nabi memperistri banyak > perempuan. Anda hidup di Indonesia yang mulai damai. Bahkan anda hidup > di > Bandung, sebuah kota yang menjadi tujuan wisata akhir pekan. > > Yang jadi soal adalah bukan dilarang atau tidaknya poligami oleh ajaran > agama. Tindakan anda legal di mata hukum apapun. Tapi tidak di mata > "hukum" sosial. Anda seorang ustad yang tiap hari berkotbah tentang > nilai-nilai moral di televisi, di masjid, menulis di koran, radio, > bahkan > lewat telepon seluler. Anda merangsek begitu jauh ke dalam hidup setiap > orang. Banyak orang, dengan begitu, menjadikan anda sebagai panutan. > Inilah soalnya. Anda mungkin cuma manusia biasa yang bisa salah. Tentu > saja. Anda bukan nabi. Tapi perbuatan anda itu sudah dipikirkan benar > bahkan sejak lima tahun lalu. Anda tentu sadar > sepenuhnya melakukan poligami. Ada banyak orang, memang, yang juga tak > puas dengan satu istri. Tapi mereka tak saya kenal. Mereka tak berkotbah > > tentang nilai-nilai luhur dan amal soleh. > > Dulu, saya pernah juga ikut latah menjadi pelanggan SMS tausyiahmu. Lima > > kali dalam sehari saya membaca omong kosong tentang kebajikan, sampai > saya menghentikannya ketika profil anda dimuat berseri-seri di media > massa. Saya berhenti setelah membaca laporan wartawan /Time/ yang > menyebut anda Holyman, orang suci, yang berpose dengan motor gede dan > gantole. Ganteng benar anda dengan semua kemewahan itu. Nabi Muhammad, > orang yang paling anda kagumi dan kisah bajiknya sering kaukutip dalam > ceramahmu, hanya punya sandal dari jerami yang ia jahit sendiri jika > sobek. > > Anda tak salah menikmati semua kerja dengan kekayaan itu. Tapi menjadi > tak relevan ketika dipamer-pamerkan untuk semua orang. Bukankah > memamerkan itu satu perbuatan kecil dari riya? Maka saya berhenti > berlangganan tausyiahmu. Saya merasa tak ada gunanya membaca pesan moral > > dari orang yang suka berpamer-pamer harta. Sesekali saya masih ikut > menonton kotbahmu di televisi, bersama anak dan istri saya--ketika tak > punya pilihan acara televisi saat libur--seraya berdoa semoga orang lain > > mengikuti apa yang kau anjurkan. Di televisi, anda berpose mesra dengan > istri pertama. Saya kian muak dengan sandiwara itu. > > Istri anda mungkin sudah bisa ikhlas setelah mendengar semua argumen > anda > dengan tameng semua ayat dan hadits juga janji sorga. Tapi, > bagaimana perasaan orang lain yang menjadi korban poligami ayah dan > suami > mereka? Inikah hikmah yang ingin kaudapat? Anda harusnya tahu, dengan > pro-kontra yang beredar di jamaahmu yang sedih dan kecewa di Bandung > itu > saja, hikmah itu sudah pupus. Anda ingin belajar adil dan ikhlas dengan > poligami. Tak adakah cara lain belajar tentang dua hal itu dan > menunjukkannya kepada orang lain? Anda ingin mengubah pandangan orang > yang tak setuju. Tak bolehkah orang tak setuju? Poligami adalah > pilihan, > bukan tuntunan. > > Keputusan anda berpoligami itu, Aa Gym, makin menyempurnakan runtuhnya > kepercayaan saya kepada semua pengkotbah agama. Saya kian tak percaya > apa > yang diomongkan para pengkotbah yang merampas hak saya menikmati > tontonan > bagus di televisi. Menjadi ulama itu sulit, tapi kenapa begitu mudah > orang berkotbah hanya dengan mengutip satu dua ayat plus lawakan yang > sering terasa garing, lalu menjadi kaya dengan itu. Saya lebih senang > menonton pertunjukan Oprah Winfrey, atau Extravaganza, atau Srimulat. > Mereka tak berusaha memberi pesan muluk, tapi saya terhibur. > > Kita sudah jenuh dengan retorika. Anda tampil menambahnya, seolah-olah > memberi resep dalam hidup sehari-hari yang sumpek. Saya terkesima, > mula-mula. Kotbahmu mengena. Anda, sepertinya, tak mencari kekayaan > bermodal pengetahuan ayat dan hadist. Anda sudah kaya sebelum jadi > ustad, > meskipun saya tak tahu berapa rupiah anda dibayar satu kali tampil di > mimbar. > > Anda benar, tak mudah memang menjalankan 3M yang sering anda > ulang-ulang: mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai > sekarang juga. Saya pernah mencoba dan tak bisa. Kini anda sendiri gagal > > menjalankannya. Anda tak bisa memulai dari diri sendiri karena anda > sendiri tak menganjurkan orang lain berpoligami. Anda juga lupa bahwa > kesenangan duniawi kerap mengerangkeng akal sehat dan menyilapkan > ingatan > terhadap zaman hidup susah, ketika nasib ada di bawah, seperti katamu. > > Aa Gym, seperti katamu lagi, memang gampang merumuskan sebuah kebajikan > tapi berat menjalankannya. Anda bukti paling sempurna untuk itu. Anda > sering menganjurkan agar jangan menyakiti orang lain, jika tak ingin > disakiti orang lain. Ketika anda meminta izin menikah lagi, istri anda > terguncang dan meriang. Anak-anak marah dan kecewa. Perempuan mana sih > yang mau cinta suaminya terbagi-bagi? Tindakan anda makin mengukuhkan > kesimpulan para pengkritik Nabi Muhammad yang dituding menyebarkan > ajaran > tak memberi tempat pada perasaan perempuan. Tindakan anda itu > mengguncang > saya sebagai ayah dan suami. Saya khawatir anak saya > mencerna salah tindakan anda itu. > > O, ya, saya juga dipanggil Aa di rumah. Dua adik saya memanggil begitu, > istri saya mengikuti. Ketenaran anda ikut mempopulerkan panggilan khas > di > keluarga-keluarga orang Sunda. Saya malu menyandang panggilan itu kini. > > Saya doakan semoga berat badan anda pulih dan tak berjerawat lagi. > > > > ____________________________________________________________________________________ Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business. http://smallbusiness.yahoo.com/r-index To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED] To Unsubscribe, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

