Dear sahabat muslim, Jelas yach ketika ada tokoh muslim yg bertindak diluar kebiasaan lansung deh srigala-srigala musuh kita dengan air liur yg menetes brebut ingin membantai. Ada dengan cara yg halus mendayu-dayu dengan kalimat-kalimat indah mengadu domba dengan pelaku lawan yg dianggap korban. Pelaku dipojokkan dgn kalimat-kalimat mengiris hati memilukan jiwa dgn harapan masyarakat terbawa dgn alunan irisan hatinya. Ada sebagian sodara kita yg mencoba membela krn melihat sdh diluar kepentingan mrk dgn membawa kata-kata gibah (memakan daging sodara sendiri) tapi oleh mrk dijawab, apa bagusnya diskusi dengan mangancam-ancam. Ketika ada yg membawa-bawa contoh jaman nabi dulu dgn niatan tulus membela krn tidak tega debatan yg sudah merendahkan, diserang dengan jangan bawa-bawa jaman dulu krn tidak tahu secara detail apa yg terjadi. Setiap ada yg membawa agama islam: baik itu sejarah, baik itu hukum syariat, dipatahkan dengan kalimat-kalimat halus yg menjebak. Kenapa menjebak? Karena mereka mau berdebat dgn tujuan yg dibungkus halus, " TANGGALKAN AGAMA ANDA BARU BOLEH BICARA". Jelas yach. Bukan masalah benar dan salah. Bukan masalah Poligami. Bukan masalah Gibah. Bukan masalah syariat. Mereka memang bersandiwara dgn melakukan metoda role play. Untuk menarik perhatian. Ada sia A dgn komentar X, ada si B yg nanggapi Y dimana X = Y. Untuk menarik diambilah kasus poligami. Isinya sih pembersihan pola pikir yg islami (bersandar alquran dan alhadis). Or simpelnya, kita sdg dibiasakan oleh mereka berbikir, berbicara, bertindak tanpa tuntunan agama. Siapa yg mau ikut. Ya ikutilah permainan mereka. Ada yg mengumpan... ada yg mengover... ada yg mencemes... spt main voli. Tujuan utama adalah mengetarkan Iman kita.Bukan poligami. Bukan masalah yg terjadi dimasyarakat. Itu tdk penting dimata mrk. Kalo MLM nich, mrk lagi ngumpulin poin buat dpt bonus dr suporternya. Wajar-wajar aja. Namanye jg usahe. Tp tetap kita harus berterima kasih dgn adanya mereka. Krn kita jadi waspada dan tambah cerdas. Spt acara tivi bilang," WASPADALAH:.....! Hermeneutika.... itu mrk dibekali. Bermain-main dgn definisi. Jodohlah diungkap kemudian coba dijabarkan sesuai kepentingan. Bisa definisi luas bisa sempit. Nanti juga cinta akan dicoba dianalisis. Mungkin sebentar lagi gunung. Kok gunung? Bisa aja. Apa aja bisa, yg penting jangan bawa-bawa agama. Dosa (buat mrk bawa-bawa agama "dosa")..... Okeh... teruskan diskusi. Mau bawa jodoh, cinta, gunung, silaken.... kita tetap pake2 kitab yg mmg sudah diwariskan ke kita, alquran dan alhadis.... jgn takut dibilang menyembah teks atau kolot, kaum abangan... itu cuma permainan kata-kata hermeneutika... buat kita minder. Padahal kita bangga bgt dapat warisan dr Sang Nabi yg luhur budi. Jelaskan... tambah deh ilmu saudara-saudaraku.... Alhamdulilah... (jgn malu baca hamdalah, krn mrk akan bikin kita malu mengunakan kata-kata indah tsb. mrk gak punya kata-kata indah tsb). wasalam saudaraku...
[Non-text portions of this message have been removed]

