--- In [email protected], Irvany Ikhsan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear All, > > terkait erat dengan susutnya cadangan devisa US$ 3 Milyar dan kasus indover BV Rp. 7 trilyun dan akuisisi gallo oil Rp. 9,3 trilyun Gak? Semua ditahun 2000 loh. Yg juga saat itu BI nge glontorin uang BLBI Rp. 164 trilyun..... khusus indover bv yg ada dibelanda, katanya sih BI yg diciptaiin untuk ngebobol uang cadangan devisa oleh pejabatnya sendiri..... > > ref: > http://cadangan-devisa.blogspot.com > http://bank-indonesia.blogspot.com > http://rekayasa-keuangan.blogspot.com > > > > Maaaaasss, jangan bikin bingung bung Nizami dong? Keciaaaannn
Saaaaaaaaaalam ekonomi Danardono > > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bank Dunia menyatakan bahwa 100 juta penduduk > Indonesia masih miskin. > Itulah hasil dari puluhan tahun kerjasama dengan Bank > Dunia, Indonesia tetap jadi negara miskin. > > "Solusi" yang didiktekan Bank Dunia ke pemerintah > Indonesia justru memiskinkan rakyat Indonesia karena > hanya membela kepentingan konco-konconya, yaitu MNCs > asal AS dan sekutunya. > > Coba lihat kebijakan kenaikan harga BBM 120%, > memiskinkan banyak rakyat Indonesia. Privatisasi > mengakibatkan kekayaan alam Indonesia dinikmati oleh > MNC asing. Contoh Exxon di Natuna dapat 100% sementara > pemerintah dapat 0% dari bagi hasilnya. > > Terakhir "solusi" Bank Dunia untuk impor beras agar > harga beras turun bukannya mensejahterakan para petani > justru makin memiskinkan mereka. Karena harga beras > turun, penghasilan mereka juga turun. Kalau harga > pupuk naik mereka malah tekor. Logika itu begitu > sederhana. AS saja mensubsidi dan memproteksi petani > mereka. > > Seandainya para petani kita lahannya kurang, harusnya > solusi yang ditawarkan Bank Dunia adalah penambahan > lahan kepada petani. Misalnya perkebunan kelapa sawit, > HPH yang dikelola MNC jika kurang produktif lebih baik > dikonversi jadi lahan pertanian. > > http://hidayatullah.com/index.php? option=com_content&task=view&id=3951&Itemid=65 > > Bank Dunia: 100 Juta Penduduk Indonesia masih Miskin > > Jumat, 08 Desember 2006 > Bank Dunia mencatat hampir 50% atau 100 juta penduduk > Indonesia saat ini berpenghasilan di bawah US$2 atau > kurang dari Rp18.000 per hari > Hidayatullah.com--Dalam laporan yang berjudul Making > the New Indonesia Work for the Poor yang diterbitkan > Kamis (7/12), Bank Dunia menilai, meski telah > mengalami kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi, saat ini > hampir separuh warga Indonesia terpaksa hidup miskin. > > Menurut Bank Dunia, kondisi ini sudah terjadi sejak > krisis moneter 1998 menghantam Indonesia. "Rahasia > untuk mengurangi tingkat kemiskinan adalah dengan > membantu warga miskin agar bisa berpartisipasi dalam > pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Country Director > Bank Dunia untuk Indonesia Andrew Steer, Kamis. > > Berdasarkan kajian Bank Dunia, banyak warga di > Indonesia terperangkap dalam lingkaran kemiskinan > secara turun-temurun. Warga miskin ini tidak mampu > memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya, > sehingga generasi berikutnya juga tidak bisa keluar > dari kemiskinan. > > "Saat ini, orang miskin tidak memiliki akses yang > memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam > pertumbuhan ekonomi. Dan 40% dari mereka, tidak dapat > menyediakan pendidikan menengah sehingga kemiskinan > diwariskan kepada generasi berikutnya," lanjut Steer. > > Selain itu, Bank Dunia juga mencatat sebagian besar > rakyat Indonesia yang taraf hidupnya sedikit di atas > garis kemiskinan, rawan jatuh kembali ke dalam > kemiskinan. > > Bank Dunia berpendapat luasnya wilayah Indonesia > justru menciptakan perbedaan pendapatan antarwilayah > yang sangat besar, yaitu warga di satu wilayah telah > mencapai taraf hidup negara maju, sedangkan warga di > wilayah lain malah berada di bawah rata-rata negara > berkembang. > > Bank Dunia memberikan tiga rekomendasi agar bisa > mengurangi tingkat kemiskinan, yaitu meningkatkan > infrastruktur yang bisa mendukung revitalisasi > pertanian, menciptakan jaringan kerja untuk > memungkinkan warga miskin mendapatkan kemudahan akses > ke perdagangan, dan yang terakhir adalah menyediakan > kredit mikro bagi masyarakat miskin. > > Steer mengungkapkan Bank Dunia akan mengalokasikan > dana sebesar US$1 miliar dalam bentuk hibah dan > pinjaman untuk program mengatasi kemiskinan. Dana > sebesar itu rencananya akan digunakan untuk > pendidikan, dan pembangunan infrastruktur desa > tertinggal. > > Sementara itu, Menko Perekonomian Boediono dalam > Konferensi Nasional Penanggulangan Kemiskinan di > Jakarta, kemarin, menegaskan pemerintah akan > mengarahkan pertumbuhan ekonomi sekecil apa pun untuk > mengurangi kemiskinan di Tanah Air. > > Sedangkan Menko Kesra Aburizal Bakrie mengungkapkan > selama 2006 ini angka kemiskinan kembali meningkat > menjadi 17,8% setelah penurunan sejak krisis tahun > 1998. "Tantangan dalam jangka pendek adalah > membalikkan tren tersebut guna mengejar sasaran > penurunan kemiskinan hingga 8,5% pada 2009," katanya. > [mi/cha] > > > === > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > http://www.media-islam.or.id > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

