Sering tersirat di dalam pikiran kita: "Wah kalau saya hidup ketika jaman
Tuhan Yesus masih hidup, pasti akan saya berikan seluruh kasih sayang saya
kepada Dia, bahkan kalau perlu jiwa dan raga sayapun bersedia saya korbankan
untuk-Nya!" Tetapi seperti juga yang tercantum dalam Alkitab 'Ketahuilah:
waktu kalian melakukan hal itu, sekalipun kepada salah seorang dari
saudara-saudara-Ku yang terhina, berarti kalian melakukannya kepada-Ku!'

Artaban adalah orang Majus yang ke empat yang tidak mendapatkan kesempatan
untuk bisa bertemu dengan Tuhan Yesus ketika Ia dilahirkan di Bethlehem.
Bahkan sebelumnya Artaban telah menjual seluruh harta kekayaannya agar ia
bisa mempersembahkannya untuk Raja yang akan dilahirkan. Dari hasil uang
tersebut ia membeli tiga buah batu permata yang sangat berharga sekali ialah
batu permata saphir biru, ruby merah dan mutiara putih. Ia telah berjanji
untuk bertemu di satu tempat khusus dengan ketiga orang Majus lainnya ialah
Caspar, Melchior dan Balthasar, karena waktu sudah sangat mendesak sekali,
jadi apabila Artaban terlambat maka ia akan ditinggal oleh mereka. Dalam
perjalanan ia melihat orang berbaring ditengah jalan, rupanya orang tersebut
sedang menderita sakit berat dan sangat membutuhkan sekali pertolongannya.
Apabila ia tidak menolong orang tersebut, pasti orang tersebut akan
meninggal dunia, sebab mereka berada disatu tempat yang sepi dan jauh dari
penduduk.

Tetapi kalau ia menolongnya pasti ia akan terlambat dan akan di tinggal
pergi oleh kawan-kawan yang lainnya. Walaupun demikian karena ia mengetahui
menolong jiwa orang ada jauh lebih penting dari segala-galanya, maka ia rela
di tinggalkan oleh kawan-kawannya. Akibatnya cukup fatal bagi Artaban, ia
harus menjual batu permata sapir yang seyogianya untuk Raja tersebut, sebab
ia harus membiayai seluruh biaya karavan mulai dari onta-onta, makanan,
minuman dan pemandu jalan untuk melampaui padang pasir sekali lagi.
Disamping itu ia juga merasa sedih, sebab sang Raja tidak akan mendapatkan
batu spahir nya tersebut.

Walaupun ia berusaha untuk mengejar kawan-kawannya secepat mungkin, ternyata
setibanya di Bethlehem pun ia terlambat lagi, karena Jusuf & Maria berikut
Bayi nya sudah tidak ada disana lagi. Pada saat Artabhan tiba di Bethlehem,
perajurit-perajuritnya Raja Herodes sedang dengan ganasnya menjalankan
perintah Herodes untuk membunuh para bayi. Ditempat ia menginap bayi putera
pemilik penginapannya hendak dibunuh pula oleh seorang komandan dari
Herodes. Artabhan melihat dan mendengar ratapan tangis dari ibu bayi
tersebut dan ia merasa tidak tega dan merasa terpanggil untuk menolongnya.
Oleh sebab itulah ia rela menukar jiwa dari bayi tersebut dengan batu
permata ruby yang dibawanya. Hal ini membuat Arthaban bertambah sedih,
karena batu permatanya untuk sang Raja semakin berkurang, bahkan hanya
tinggal satu batu mutiara saja sisanya. Sebelum ia tiba di Yerusalem,
tigapuluh tahun lebih ia mencari sang Raja dimana-mana dan ia merasa
tercenggang mendengar bahwa Raja yang dicarinya bertahun-tahun akan di salib
di Golghata.

Walaupun demikian ia merasa terhibur sebab ia masih memiliki batu permata
terakhir ialah batu mutiara yang bisa ia gunakan untuk menebus hidup-Nya
Raja, agar Ia tidak disalib. Seperti halnya ketika ia menebus hidupnya
seorang bayi ketika ia berada di Bethlehem. Dalam perjalanan menuju ke
Golgatha ia melihat seorang anak perempuan menangis dan meratap meminta
tolong kepadanya: "Tuan tolonglah saya, para perajurit akan menjual diri
saya sebagai budak, karena ayah saya mempunyai hutang banyak. Ayah saya
tidak mampu melunasi hutang tersebut, oleh sebab itulah sebagai gantinya ia
mengambil diri saya untuk dijual. Tolong tuan!" Walaupun betapa sedihnya
hati Arthaban, tetapi ia melihat keadaan sangat mendesak sekali, sebelum
anak ini dijual dan dijadikan budak untuk seumur hidupnya, lebih baik ia
menukar batu mutiaranya untuk menebus anak tersebut dan menyelamatkannya.

Setelah itu langit menjadi gelap gulita dan terjadi gempa bumi, sehingga ia
jatuh terbaring dan gadis tersebut jatuh pula terbaring diatas pundaknya.
Tiba-tiba secara tidak sadar ia mengerakkan bibirnya dan berbicara: 'Tuhan,
kapan kami pernah melihat Tuhan lapar lalu kami memberi Tuhan makan, atau
haus lalu kami memberi Tuhan minum? Kapan kami pernah melihat Tuhan sebagai
orang asing, lalu kami menyambut Tuhan ke dalam rumah kami? Kapan Tuhan
pernah tidak berpakaian, lalu kami memberi Tuhan pakaian? Kapan kami pernah
melihat Tuhan sakit atau dipenjarakan, lalu kami menolong Tuhan?' 

Dan dari jauh terdengar suara sayup-sayup yang sangat lembut menjawab:
"Ketahuilah: waktu kalian melakukan hal itu, sekalipun kepada salah seorang
dari saudara-saudara-Ku yang terhina, berarti kalian melakukannya
kepada-Ku!" Setelah itu meninggalah Arthaban. Ia meninggal dengan mulut
penuh senyuman, karena ia mengetahui bahwa semua jerih payahnya dan semua
hadiah untuk Raja telah diterima oleh Raja dengan baik.

Maranatha
Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org


-- 
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.430 / Virus Database: 268.13.27/517 - Release Date: 3-11-2006
16:30
 




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke