>X-Original-To: [EMAIL PROTECTED]
>Delivered-To: [EMAIL PROTECTED]
>Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
>DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; d=yahoogroups.com;
> 
>b=UJVZqkL33pGdu7estaqgIwfSDZOtT+K917772FaaF8sDWP/306sFDc6LPbCi7MO/3iEyxh9Vc4pAFbY16UhbEnWFDlEa+Cyf39j1JXg3SW7NjS2GBJT3KiMCjDsMXRyE;
>X-Yahoo-Newman-Id: 3215336-m20766
>X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
>X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED]
>X-YMail-OSG: 
>DdQ9PPwVM1nDROjQvbpo0.P2OhF.mUPRJ2uqwZka.ViDH2aFEjthAtc2vZ6vOtWz6sfaCUwUS.W5BOugw_OToseqxvG9v2nFiP7KKm0ysAEnSLpiC7RKE95CZZnuuaXsa94dQNjcqG3z3rw-
>To: [EMAIL PROTECTED]
>X-Originating-IP: 206.190.49.115
>X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
>From: bambang wisudo <[EMAIL PROTECTED]>
>Sender: [EMAIL PROTECTED]
>Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; 
>contact [EMAIL PROTECTED]
>Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
>List-Id: <ajisaja.yahoogroups.com>
>List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sun, 17 Dec 2006 17:47:38 -0800 (PST)
>Subject: [ajisaja] Surat Mochtar Pabottingi
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>X-Yahoo-Newman-Property: groups-email-ff
>
>Mas Larto Yang Budiman,
>
>Pertama sekali terimakasih banyak saya sempat 
>ditilpon beberapa hari lalu sehubungan dengan 
>kasus yang terjadi di intern Harian Kompas 
>antara Manajemen dengan wartawan seniornya, 
>Bambang Wisudo. Kasus ini sudah saya ketahui 
>dari Sri Yanuarti, isteri Bung Wis, rekan 
>sekantor di P2P-LIPI, sejak hari Jumat malam, 8 
>Desember. Waktu itu kami bersama sedang 
>mengikuti lokakarya di Hotel Kartika Chandra.
>Sejujurnya sudah sejak hari itu pula saya ikut 
>risau dan sedih atas terjadinya kasus tersebut, 
>sebab itu bisa merugikan reputasi dan/atau 
>berdampak negatif baik bagi Kompas maupun bagi 
>Bung Wis, apalagi jika itu berkembang menjadi 
>buruk. Dan saya sungguh tak menginginkan 
>perugian reputasi atau dampak negatif itu bagi kedua belah pihak.
>
>Mas Larto,
>Saya telah merasa dekat dengan Kompas sejak 
>1974, yaitu ketika Kompas sudi memuat tulisan 
>novice saya. Lama baru saya sadari bahwa Kompas 
>membaca dan mendidik jauh ke depan. Seperti 
>Budaja Djaja sebelumnya dan mingguan Tempo serta 
>jurnal Prisma sesudahnya, dengan pemuatan itu 
>Kompas telah meluangkan jalan bagi seorang anak 
>muda untuk tampil dan berkiprah secara nasional. 
>Takkan pernah saya berhenti berterimakasih untuk 
>itu. Saya ikut menyaksikan Kompas tumbuh secara 
>mandiri dan terhormat sebagai salah satu dari 
>amat sedikit penerbitan yang kontinu menyebarkan 
>pencerahan multidimensional dalam kehidupan 
>bangsa kita dengan sekaligus menjamin 
>kesejahteraan para karyawannya. Sejak tahun 1974 
>itu hingga saat ini, sudah tak terhitung berapa 
>kali sudah Kompas mengundang dan 
>mengikutsertakan saya dalam kegiatan 
>multidimensionalnya, termasuk mewawancarai 
>dan/atau memuat tulisan saya secara 
>patut–singkatnya mensponsori saya secara dan pada tempat yang terhormat–dalam
>pelbagai acara. dan kesempatan. Khususnya di 
>bawah pimpinan Pak Jakob, saya senantiasa 
>merasakan bahwa Kompas terus melangkah dalam 
>kombinasi yang pas antara modal berkah kerja 
>(earned capital), ketercerahan (enlightenment) 
>dan kebijaksanaan (wisdom). Pada Kompas 
>sepanjang yang saya tangkap selama ini saya 
>mengamati adanya konsistensi dalam upaya 
>menggerakkan kemajuan serta menegakkan kebajikan 
>dalam hidup berbangsa/bernegara. Kita butuh 
>Kompas terus dengan kiprah demikian hingga terus ke masa depan yang jauh.
>
>Ingatan saya lekat pada Bung Wis mungkin sejak 
>atau sebelum 1998, yaitu ketika dia pertama kali 
>mewawancarai saya di rumah atau di kantor, 
>sebagai seorang yang santun dan kritis 
>sekaligus. Sama halnya Mas Larto, Mas Tommy, 
>Bung Daniel, rekan-rekan senior lainnya di 
>Kompas, dan di atas semuanya Pak Jakob 
>yangsemuanya kerap saya jumpai, rasa dan rasio 
>saya juga nyambung dengan Bung Wis. Semua 
>wawancara saya dengan Bung Wis yang dimuat 
>Kompas, umumnya menyangkut kondisi politik dalam 
>hiruk-pikuk masa transisi, disiapkan dan ditulis 
>secara prima. Begitu pula dengan laporan-laporan 
>Bung Wis dari daerah-daerah konflik, di mana dia 
>bertahun-tahun meliput untuk Kompas dan dengan 
>ikhlas mempertaruhkan jiwa-raganya. Bisa saja 
>saya keliru, tapi saya selalu merasa bahwa ada 
>afinitas yang kuat dalam hal-hal yang saya 
>rindukan sebagai rute profesionalitas, sebagai 
>jalan pribadi yang bajik dan berharkat, dan/atau 
>sebagai bangunan masa depan bangsa kita dengan hal-hal yang
>Bung Wis juga rindukan. Saya selalu merasa bahwa 
>saya dan Bung Wis sama-sama tergiur pada yang 
>bajik dan berharkat, dan insya Allah takkan 
>membudak pada materi, apalagi yang diperoleh secara tak patut.
>
>
>Mas Larto Yang Budiman,
>Saya risau dan sedih karena telah terjadi 
>konflik antara dua pihak yang sama-sama sudah 
>lama saya sayangi, yang keberlanjutan kiprah 
>positifnya terus saya dambakan. Saya sungguh tak 
>ingin konflik ini berlanjut, apalagi berdampak 
>negatif tak terbalikkan. Saya risau dan sedih 
>karena dihadapkan pada dua posisi yang bagi saya 
>mustahil. Di satu sisi, sulit bagi saya memihaki 
>salah satu pihak dalam konflik ini, sebab 
>memihaki berarti membenarkan berlanjut dan 
>tersimpulnya konflik sebagai konflik, sementara 
>secara esensial saya tak melihat kemungkinan 
>akan adanya pemenang sepihak di sini. Jika 
>konflik diteruskan, dalam bentuk apa pun, hasil 
>akhirnya menurut tilikan saya adalah pasti 
>sama-sama kalah. Di sisi lain, juga sulit bagi 
>saya untuk memilih berpangku tangan hanya karena 
>tak bisa memihak itu, sebab berpangku tangan berarti turut membiarkan konflik.
>
>Oleh karena itu dengan surat ini perkenankan 
>saya mengimbau Manajemen Kompas dan wartawan 
>senior Kompas, Sdr. Bambang Wisudo untuk 
>sama-sama mengalihkan tatapan pada keindahan 
>kebajikan dan kebijaksanaan, untuk tidak 
>melangkah ke arah penyimpulan konflik sebagai 
>konflik, melainkan membelokkannya ke arah 
>kebajikan. Beda dengan penerusan konflik yang 
>sejujurnya saya yakini akan berujung pada posisi 
>sama-sama buruk, jalan kebajikan akan berujung pada posisi sama-sama bajik.
>
>Untuk itu, Mas Larto, perkenankan saya mengimbau 
>agar tiap pihak menetapkan hati pada bahasa dan 
>perilaku yang bajik–tradisi yang sedari dulu 
>sudah dibangun oleh Kompas; agar tiap pihak 
>tidak sampai terjebak ke dalam atau memberi 
>peluang pada peruakan perangkap ego+kuasa–atas 
>nama korporasi atau organisasi–yang nyata 
>dan/atau potensial bisa berlaku pada kedua belah 
>pihak dalam konflik ini. Mari kita berhenti 
>terperangkap pada orang atau situasi ketika ia 
>jadi mala, lalu begitu saja mengubur ingatan 
>ketika ia begitu lama bona dan dengan penanganan 
>yang bajik bisa kembali demikian. Dalam 
>peringatan Professor Driyarkara baru-baru ini, 
>Pak Jakob–setia dan jujur pada diri 
>beliau–menekankan pentingnya wisdom dan 
>compassion. Hanya dengan wisdom dan compassion 
>kita bisa terhindar dari perangkap ego+kuasa 
>yang cenderung membutakan kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik.
>
>Penerusan konflik antara dua pihak yang 
>sama-sama bajik hanya akan membuat kedua-duanya 
>serta merta jadi tak bajik. Dengan hati yang 
>bersih dan nir-pamrih, saya sungguh berharap 
>agar pada posisi konflik saat ini, kedua pihak 
>sama-sama tak memasang harga mati dan, 
>sebaliknya, berusaha sekuat mungkin memilih 
>jalan penyelesaian yang melegakan kedua pihak.
>
>Mas Larto Yang Budiman,
>Saya sadari sepenuhnya bahwa menulis surat 
>seperti ini mengandung risiko ke diri saya 
>sendiri, bisa dari kedua pihak sekaligus. Insya 
>Allah, saya siap. Ini memang adalah salah satu 
>momen di mana integritas kita tertantang secara 
>genting. Setelah berusaha sebatas kemampuan 
>mendengar suara dari kedua belah pihak, yang 
>tentu mustahil tuntas, surat ini saya tulis 
>karena saya cinta, karena saya peduli.
>
>Wassalam,
>Mochtar Pabottingi
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
><http://mail.yahoo.com>http://mail.yahoo.com
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke