Tukar Kado, bukan ajaran Bible tapi tradisi Pagan
THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS-Herbert W. Armstrong (bag-9)
 
10. HADIAH NATAL

Acara yang paling penting dari seluruh kegiatan Natal adalah "The Christmas 
Shopping Season - Musim Belanja Natal" yang dilakukan dengan cara membeli dan 
tukar menukar hadiah. Mungkin banyak orang yang mengecam kami sambil berkata:

"Bukankah Bibel (Alkitab) telah menceritakan kepada kita untuk ditiru? Lupakah 
kita kisah 3 orang dari timur yang datang ke Betelhem untuk memberikan hadiah 
ketika Yesus lahir?"

Memang, kami mengetahui cerita itu di dalam Alkitab. Tetapi, silahkan anda 
melihat keterangan kami yang mengejutkan ini. Marilah menengok sejarah asal 
usul tukar menukar hadiah itu, kemudian kita bandingkan dengan ayat Alkitab.

Pada Bibliothica Sacra, volume 12, halaman 153-155, kita dapat membaca sebagai 
berikut:

"The interchange of presents between friends is alike characteristic of 
Christmas and the Saturnalia, and must have been adopted by Christians from the 
Pagan, as the admonition of Tertullian plainly shows."

"Tukar menukar hadiah antar teman di hari Natal serupa dengan adat agama 
Saturnalia. Kemungkinan besar, kebiasaan ini diadopsi oleh orang-orang Kristen 
dari agama Pagan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang
Tertulianus."

Dari bukti yang jelas ini, ternyata kebiasaan pertukaran hadiah sesama teman 
dan famili pada hari Natal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kisah 
dalam Alkitab tersebut. Acara Natal bukanlah merayakan ulang tahun
Yesus Kristus, juga bukan untuk menghormatinya. Sebagai contoh, seorang teman 
yang sangat anda cintai sedang merayakan ulang tahunnya. Bila ingin 
membahagiakannya di hari kelahirannya itu, apakah anda membeli hadiah untuk 
teman yang lain? Membeli lagi dan tukar menukar hadiah dengan teman-teman dan 
kekasih anda, tetapi tidak memberi hadiah apa pun kepada teman yang anda 
cintai, yang sedang anda rayakan hari ulang
tahunnya? Tidakkah disadari keganjilan seperti itu?

Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri yang selalu dilakukan oleh hampir 
semua orang di seluruh dunia. Mereka menghormati "sebuah hari" yang sebenarnya 
bukan hari kelahiran Yesus Kristus dengan berbelanja dan membeli
hadiah sebanyak-banyaknya untuk ditukarkan kepada teman-teman dan kerabatnya. 
Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun, begitu pula pengalaman para pastur 
dan pendeta; Apabila bulan Desember tiba, hampir semua orang yang mengaku 
Kristen lupa memberi hadiah kepada Yesus Kristus yang mereka cintai.

Desember adalah bulan yang paling sulit untuk menghidupkan ajaran Yesus. Sebab 
semua orang terlalu disibukkan untuk membeli dan menukar hadiah daripada 
mengingat Yesus dan menghidupkan ajarannya. Peristiwa melupakan
Yesus ini terus berlangsung sampai bulan Januari bahkan Pebruari. Sebab mereka 
harus melunasi biaya pengeluaran yang dibelanjakan pada waktu Natal. Sehingga 
mereka sulit mengabdi kepada Yesus kembali sebelum bulan Maret.

Sekarang, perhatikan apa kata Bibel tentang tiga orang dari timur yang 
memberikan hadiah kepada Yesus, yang berbunyi sebagai berikut:

"Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, 
datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: 
"Dimanakah dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat 
bintang-bintang di timur dan kami datang untuk menyembah dia." Ketika raja 
Herodes mendengar tentang hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu 
dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka 
berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis 
dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yudea,
engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah 
Yudea, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan 
menggembalakan umatKu Israel. Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil
orang-orang Majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana 
bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi 
dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai anak itu dan segera sesudah 
kamu menemukan dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah dia." 
Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, 
bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan 
berhenti di atas tempat, di mana anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang 
itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan 
melihat anak itu bersama Maria, ibunya, lalu sujud menyembah dia. Mereka pun 
membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadanya, yaitu 
emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan 
kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain."

11. HADIAH UNTUK YESUS

Perhatikanlah dengan teliti. Ayat bibel tersebut menceritakan bahwa pada 
mulanya orang-orang Majus tersebut menanyakan tentang Bayi Yesus yang lahir 
sebagai Raja Yahudi. Lalu, mengapa mereka memberi hadiah kepadanya? Apakah 
karena hari kelahirannya?

Jawabannya adalah "Tidak." Sebab mereka memberi hadiah beberapa hari bahkan 
beberapa minggu setelah hari kelahirannya.

Bisakah peristiwa ini dipakai pedoman bagi kita untuk melakukan kebiasaan 
memberi atau saling menukar hadiah di antara kita? Jelas tidak bisa. Sebab 
orang-orang Majus tersebut tidak saling menukar hadiahnya, tetapi mereka
memberi hadiah kepada Yesus. Bukan tukar menukar hadiah sesama teman atau 
kerabatnya.

Mengapa? Silahkan anda membaca buku Adam Clarke Commentary, volume 5, halaman 
46 yang berbunyi sebagai berikut:

"Verse 11. (They presented unto him gifts.) The people of the east never 
approach the presence of kings and great personages, without a present in their 
hands. The custom is often noticed in the Old Testament, and still prevails in 
the east, and in some of the newly discored South Sea Islands."

"Ayat 11. (Mereka memberi hadiah kepadanya.) Adalah kebiasaan orang-orang 
timur, apabila menghadap raja atau orang-orang terkemuka, mereka selalu membawa 
hadiah. Kebiasaan seperti ini juga tercantum dalam kitab Perjanjian
Lama, dan masih berlaku di timur, juga dapat ditemukan di South Sea Islands 
(Kepulauan Laut Selatan)."

Dari keterangan Adam Clarke ini, jelaslah bagi kita, bahwa peristiwa tersebut 
tidak bisa dipakai pedoman atau dikaitkan dengan kebiasaan Kristen baru dengan 
menukar hadiah kepada temannya untuk menghormati ulang tahun
Yesus. Sebaliknya, mereka mengikuti adat orang-orang timur kuno yang memberi 
hadiah ketika mengharap raja. Mereka mendatangi Yesus, yang lahir sebagai Raja 
Yahudi. Sebagaimana ratu Sheba (Balqis) membawa hadiah kepada raja Salomo 
(Sulaiman). Bahkan seperti sekarang ini, para tamu negara pasti membawa hadiah 
atau cindera mata apabila datang ke White House (Gedung Putih) untuk menemui 
presiden.

Jadi kebiasaan menukar hadiah ini bukanlah dari ajaran Kristen, melainkan hanya 
merupakan pelestarian tradisi lama yang dilakukan oleh orang-orang pagan 
(penyembah berhala). Di saat menjelang Natal atau Christmas yang katanya untuk 
menghormati Kristus dan menghidupkan ajarannya, justru orang-orang Kristen 
bertambah set back (jauh) dari ajaran Yesus.


 -----------------------------------------------------

Mary,

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke