IMHO, menambahkan aturan sendiri (untuk kepentingan kelompok) dengan mengatas- namakan kepentingan agama adalah bid'ah.. :-( Palingan juga kalo disampaikan langsung ke mereka, jawabannya: itu kan bid'ah hasanah.. :-P Mirip dengan jawaban kyai(?) NU (kata teman saya yang orang NU) soal tudingan bid'ah kepada mereka (mis: soal tahlilan dll)..
Ternyata, aku begini, engkau begitu, sama saja (kata mendiang penyanyi Broery).. huehuehue.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 12/22/06, Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > 1. cara baru partai kita sekarang ini mirip dengan gaya MI -mental > ideologi > di jaman pak harto yah .... :p > > 2. bahkan yg islam tradisional pun ikut ikut mengadopsi cara beginian, > kakak > saya kerja di aut*20** di mlg, oleh supervisornya diwajibkan ikut > istighotsah seminggu sekali, trus buat keluarga, diwajibkan ikut sebulan > sekali. huehehehhe > > === > DEPOK, KOMPAS--Fraksi PKS DPRD Depok diingatkan untuk tidak memaksakan > ideologi partai dalam birokrasi pemerintahan. Hal ini diingatkan Hasbullah > Rachmad, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Depok, Senin (18/12). > > Hasbullah memberi contoh, pengajian rutin yang dibawakan guru ngaji dari > Fraksi PKS di kalangan birokrasi Pemkot Depok salah satu contoh. "Mereka > yang ingin karirnya naik diwajibkan ikut pengajian PKS. Itu benar-benar > terjadi," kata Hasbullah. > > Langkah yang dilakukan Nur Mahmudi dan Fraksi PKS ini, menurut Hasbullah, > sangat meresahkan pegawai Pemkot Depok. > > Hasbullah mengatakan, seandainya dia wali kota, dia tidak perlu menggelar > pengajian semacam itu. "Saya cukup lakukan kontrak politik dengan pejabat > dinas. Misalnya bisa nggak menerbitkan IMB dalam waktu seminggu? Kalau tak > mampu, ya kita ganti. Itu untu tingkatkan layanan masyarakat," jelas > Hasbullah. > [Non-text portions of this message have been removed]

