miris saya membaca berita di media, kalau setiap hari semakin banyak saja orang mengkonsumsi nasi aking, akibat daya beli masyarakat yang merosot tajam sementara harga pangan naik, khususnya beras yang bagi sebagian besar rakyat, bukan makan walau sudah makan ubi rebus satu piring kalo belum makan nasi. tengok juga antrian masyarakat membeli minyak tanah, ancaman kriminalitas terjadi dimana mana akibat pengangguran yang tinggi, sementara pemerintah sibuk dengan urusan study banding dan jalan-jalan keluar negeri, tidak ada satu pun reaksi yang ditunjukan dari para petinggi negeri ini kepada masyarakat kita yang terpaksa harus makan nasi basi dikeringkan alias nasi aking, sekedar berempati bahkan solusi. seolah petinggi hanya butuh rakyat saat pemilu atau pilkada saja. ironis.... salam iwan
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

