Kejadian yang sama dengan manusia? 2006 tahun yang lalu?

Sayang kejadian luar biasa itu menjadikan dia dianggap anak tuhan, 
padahal mungkin kasusnya sama dengan komodo. Tidak ada yang tidak 
mungkin di dunia ini. 

Agung


--- In [email protected], Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Komodo Perawan Bunting Tanpa Pejantan
>    
>   CHESTER, Jumat - Dalam suatu peristiwa yang bisa disebut sebagai 
keajaiban evolusi, seekor komodo betina bernama Flora, saat ini 
tengah bunting secara swasembada, alias tanpa pasangan jantan. Di 
tubuhnya kini ada tujuh anak komodo dalam telur yang siap 
dikeluarkan.
>    
>   "Kami sangat terkejut ketika mengetahui apa yang terjadi 
padanya," kata Kevin Buley, ahli reptil di Kebun Binatang Chester, 
di Inggris.
>  
> Sesungguhnya sudah lazim diketahui bahwa beberapa jenis reptil 
bisa bereproduksi secara aseksual dalam proses yang dikenal sebagai 
parthenogenesis. Namun mengingat bahwa Flora masih "perawan" alias 
selama ini belum pernah didekati pejantan manapun, maka peristiwa 
ini tetaplah menjadi sesuatu yang istimewa.
>    
>   Parthenogenesis adalah proses dimana telur berubah menjadi 
embrio tanpa dibuahi. Keunikan ini ditemukan pada sekitar 70 spesies 
hewan, termasuk beberapa ular dan kadal. Para peneliti sendiri tidak 
yakin apakah kemampuan ini dimiliki komodo sejak dahulu atau 
merupakan perkembangan evolusi naga-naga dari Indonesia itu.
>    
>   Pada usia 8 tahun, Flora sudah matang secara seksual. Namun 
karena dibesarkan dalam kandang, ia tidak pernah bertemu dengan 
komodo jantan. Ia hanya hidup bersama saudara betinanya, Nessie. Hal 
itulah yang membuat heran penjaga Flora semenjak Mei lalu komodo ini 
menelurkan 25 butir telur.
>    
>   Bukan hal aneh ketika komodo betina bertelur tanpa kawin, meski 
telur-telur tersebut tidak terbuahi. Namun sebagai tindakan jaga-
jaga, para penjaga memasukkan telur Flora ke dalam inkubator. 
Separuh telur tersebut tampak seperti telur asli, sangat putih dan 
memiliki kulit yang liat.
>    
>   Lebih jauh, para perawat Flora terperangah saat melihat urat-
urat nadi dan embrio mungil di dalam telur tadi. "Kami segera 
menyadari bahwa Flora telah membuahi telurnya sendiri," kata Buley.
>    
>   Untuk meyakinkan siapa yang "bertanggungjawab" atas pembuahan 
itu, mereka segera mengirim telur Flora beserta contoh jaringan 
tubuh Flora, Nessie, dan seekor komodo jantan ke laboratorium. 
Hasilnya menunjukkan bahwa meski embrio tersebut bukan kembaran 
Flora, namun DNA-nya tidak mungkin berasal dari komodo lain. 
>    
>   "Dari bukti ini, kami tahu bahwa komodo sepertinya mampu 
mengubah cara reproduksi mereka dalam kondisi sulit mencari 
pasangan," kata Dr. Rick Shine, seorang profesor biologi evolusioner 
di University of Sydney, Australia. "Kemampuan tersebut memberi 
komodo kemampuan bertahan lebih baik."
>    
>   Saat ini ada sekitar 4.000 komodo tersisa di alam, di mana 1.000 
di antaranya betina. Kekhawatiran mengenai penurunan populasi komodo 
mungkin sedikit bisa ditepis berkat kemampuan pembuahan ini.
>    
>   "Bila komodo betina bisa menghasilkan keturunan tanpa pejantan, 
maka akan lebih banyak kesempatan untuk berkembang biak," kata 
Trooper Walsh, seorang peneliti komodo asal AS. "Komodo adalah hewan 
yang tangguh, dan ini adalah salah satu cara bagaimana hewan 
tersebut bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya."
>   
> 
> Sumber: AP
> Penulis: wsn
>    
>   http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0612/22/102102.htm
> 
>  __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke