Tarik Ulur Keanggotaan Ukraina di UE
   
  Oleh: Hendra Pasuhuk dari Bremen
   
   
    Bulan Desember dua tahun lalu warna oranye mendominasi lapangan Perdamaian 
di Kiev, ibu kota Ukraina.
   
  Selama beberapa pekan ribuan demonstran di bawah temperatur dingin bulan 
Desember, bertahan dengan aksi protesnya agar pemenang pemilihan presiden 
Viktor Yushchenko ditetapkan jabatannya. Karena saat itu rezim lama dari Leonid 
Kutschma berusaha mencegahnya. Salah satu yang berpidato di panggung para 
demonstran adalah Ketua urusan luar negeri Uni Eropa, Javier Solana. Ia hadir 
sebagai penengah guna menghindari kegagalan aksi protes itu dan mengatasi 
sengketa antara rezim lama dan pihak oposisi yang berhaluan demokratis.
   
  Solana memperingatkan bahwa untuk mengubah konstitusi secara obyektif  
berarti pada dasarnya perubahan struktur kekuasaan.
   
  Namun dua tahun setelah Leonid Kutschma tersingkir dan pergantian rezim 
berlangsung penuh, Brussels mundur selangkah demi selangkah. Memang ada rencana 
aksi penanda-tanganan kerja sama erat dengan Ukraina dan negara itu mendapat 
predikat pasar ekonomi, tetapi Kiev hanya mendapat status khusus seperti 
negara-negara Maghreb, Timur Tengah, Kaukasus dan Moldavia. 
   
  Meskipun pada awalnya diobral janji bahwa masa depan Ukraina berada dalam Uni 
Eropa, hal ini sekarang sudah jarang terdengar. Malahan semakin terlihat 
penundaan waktu keanggotaan bagi negara-negara yang berada di kawasan Timur 
perbatasan Uni Eropa, dan Ukraina berada jauh di luar perbatasan itu. Komisaris 
Urusan Luar Negeri Uni Eropa Benita Ferrero-Waldner mengatakan:
   
  "Keanggotaannya tidak akan dibicarakan. Tapi itu bukan berarti kemungkinan 
untuk itu tertutup selamanya, Hanya sementara ini keanggotaan Ukraina ke dalam 
Uni Eropa bukan tema bahasan.“
   
  Setelah revolusi Oranye, terjadi perpecahan antara kedua tokoh utamanya, 
Viktor Yushchenko dan Julia Timoschenko. Akhirnya lawan Yushchenko, Viktor 
Yanukovych yang pro Rusia naik sebagai Perdana Menteri. Perkembangan politik di 
Ukraina masih tidak stabil, dan ini menambah alasan Uni Eropa menunda 
keanggotaan negara itu. Apalagi saat ini mayoritas warga Eropa tidak peduli 
dengan ambisi perluasan Uni Eropa. 


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke