Fwded from :
http://groups.yahoo.com/group/i-ummah/

--- In [EMAIL PROTECTED], "Eko Budhi S, Ghifari.Org" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

Assalamu'alaikum ...

Jika kita perhatikan di media. Drive saat ini adalah "bagaimana
mempunyai pemimpin terbaik". Bagaimana mempunyai pemimpin yg "ing
ngarsa sung tulodho" ...
pemimpin yg memberi contoh.

Juga di sisi lain, bagi mereka yg masih berkompetisi, berjuang buat
"naik daun". mereka yg berada di tengah-tengah, berkembang middle
class yg mencoba mengembangkan berbagai opini, saran, ide, kritik dan
aspirasi ....

dalam budaya Jawa, ini dikenal sebagai "ing madya mangun karsa" ... di
 lapisan tengah membangun semangat, spirit ...

Media telah meng-cover secara terbuka ttg mereka yg "ing ngarsa" ...
bahkan kecendurangannya media kita yg "istana-sentris" hanya
mengedepankan peran-peran pemimpin ...

Berbagai buku juga telah diterbitkan yg mengdepankan cara berpikir
bahwa kesuksesan sebuah organisasi tergantung pada satu atau dua orang
di atas. Bahwa mereka yg di ataslah yg layak diakui sebagai yg membuat
keberhasilan.

Buku ttg Kisah Sukses google misalnya, mengedepankan dua orang Yahudi
Rusia yg memulai Google yaitu Larry dan Sergey. Atau Microsoft yg
dikenal sebagai keberhasilan seorang Gate.

Kita masih kurang menyadari pentingnya middle-class. Meskipun saat ini
dalam euforia kebebasan partisipasi berbagai pihak dari middle class
mulai mewarnai Indonesia... dgn berbagai ide dan gagasan mereka di
media-media massa. Mencoba merubah Indonesia ...

Apa yg jelas sangat kurang ter-expose, atau memang tidak perlu ?
Adalah informasi ttg mereka-mereka yg dibelakang. Mereka yg berhasil
menulis code-code di balik Google atau Ms Windows.

Satu tantangan ke-6 adalah ttg "keberpihakan yang adil dalam
pengumpulan, pengelolaan dan penyebaran informasi" agar informasi
secara adil (tidak mesti proporsional) bisa menghargai semua peran
baik mereka yg "ing ngarsa", "ing madya" maupun "tut wuri" ...

Terlalu meng-expose mereka yg "ing ngarsa sung tuladha" ... akan
merupakan pembodohan masyarakat, krn bagaimanapun baiknya pemimpin,
akan gagal tanpa rakyat yg baik.

Terlalu meng-expose mereka yg "ing madya mangun karso" akan
sangat-sangat berbahaya, krn mereka yg dipertengahan secara
karakteristik memang suka kebebasan beropini, beride, mengeluarkan
saran dan kritik ... tanpa sense-of-responsibility apa yg mereka
ucapkan ... toh mereka bukan decision maker, dan di sisi lain, bukan
juga worker.

Di sisi lain terlalu meng-expose mereka yg "tut wuri handayani" kita
akan kehilangan visi-visi besar sebuah peradaban. Tentu saja, akan
sangat bermakna meng-expose kerja mereka yg menjadi tukang batu di
sebuah proyek bangunan. Dan ini jarang dilakukan ! Tetapi akan lebih
bermakna, jika ditambahi dgn exposure ttg visi dari proyek tsb : bahwa 
batu-batu bata itu disusun untuk sebuah masjid, satu pusat
pengembangan peradaban.

Tantangan untuk manajemen info dan media kita, bagaimana bisa
meng-expose sebuah permainan sepak bola dari berbagai lapisan
masyarakat atau organisasi kita ...

Wassalamu'alaikum



Eko Budhi S


--- In [EMAIL PROTECTED], "Eko Budhi S, Ghifari.Org" <ekobs@>
wrote:
>
> Aww
> Jika tantangan #4 adalah berkaitan dgn adanya "island of information",
> yg terkait dgn berkembangnya berbagai thoifah dgn pendekatannya
> masing-masing yg berbeda-beda dalam mencoba menyelesaikan masalah
> ummah ...
> 
> tantangan #5, IMHO, adalah ... berkaitan dgn SAKSI. Siapa yg bisa
> menjadi saksi yg adil. Adalah yg sangat dibutuhkan saat ini ...

> > > -----Original Message-----
> > > From: [EMAIL PROTECTED] 
> 
> > > Aww
> > > Sudah saya coba ajak diskusikan beberapa hal yg saat ini bisa lebih
> > > dioptimalkan dalam pengelolaan informasi.
> > > 
> > > #1 adalah FLOW. Saat ini arus informasi bisa dikatakan "berantakan"
> > > ... Kita mendapatkan informasi dari berbagai pihak, untuk berbagai
> > > pihak. Kacau.
> > > 
> > > #2 adalah OBSERVER. Berbagai informasi ini sayangnya untuk semua
> > > orang, sampai-sampai tidak ada yg merasa bertanggung jawab buat
> > > mem-follow up sebuah informasi ...
> > > 
> > > Nah hal ke #3, IMHO, adalah "MEANINGFUL" ... bagaimana sebuah
> > > informasi perlu dipilah, disusun, dan diarahkan ke orang-orang
> > > sehinggainformasi tsb memang bermakna, berguna, bermanfaat ...
>

--- End forwarded message ---


Kirim email ke