DENGAN DUA LAYAR AKU BALIK KE AMBON, MAMA [Kepada Hendrik] dua puluh layar putih-putih menyaing putih gelombang kukibarkan di tiang pinisi delapan belas disobek topan laut di jalan pulang haluan masih mengarah ambon dengan dua layar, sinyo nona menunggu di pelabuhan pantai kelapa selaut rindu chacha hura, chacacahura, kita dansa sampai pagi, sinyo hidup menggoda menanya anak ambon e masihkah ia cinta mama setia kekasih si nona setia menanti di pelabuhan rambut daun kelapa desember tiba mengakhir tahun waktu menapis menguji cinta dengan dua layar tersisa sesuai janji lama diteken haluan masih menuju ambon, mama nona, ya nona, sampaikah aku ke pantai di mana kau menunggu kubayangkan rambutmu diurai angin ingin segera kau kupuluk layarku tinggal dua. delapan belas sudah binasa mama tahu, haluan tak beralih dari ambon, ambon e cintaku, mama cinta padamu nona camar teluk pinisi laut asuhan prahara samudera benua chacha hura, chacha hura tunggu aku di pantai kelapa chacaha hura, chacha hura aku masih putra ambon e Paris, Desember 2006 ----------------------------- JJ. Kusni
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

