Mbak Lina
   
  Hanya kepada Tuhan masing masing kita dapat berlindung pada saat ini, agar 
makanan yang kita makan adalah makanan yang halal dan sehat untuk dikonsumsi, 
agar sampo dan sabun yang kita pakai adalah sampo dan sabun yang menyehatkan 
badan, 
  ada YLKI ada LSM ada macam-macam, mereka tidak berdaya, karena hukum jadi 
permainan, sudah dibuat undang-undang perlindungan konsumen, lantas kalo yang 
membuat barang konsumsi palsu itu ada ditengah-tengah kita berbaur dengan kita 
bahkan mungkin pergi beribadah bersama-sama kita. siapa menghukum siapa ? 
undang-undang hanya jadi pajangan di sekretariat negara .
  inilah pertanda jaman edan, kiamat sudah dekat, Tuhan akan menurunkan 
peringatan jika sudah diperingatkan manusia-manusia itu masih juga bebal maka 
murka Tuhan silahkan tebak sendiri, kita yang beriman dan yang tidak beriman 
akan sama-sama musnah dari dunia fana ini, yang kekal dialam baka,dan dihisab 
sesuai amalnya.
  Gunung-gunung akan berhamburan bagai kapas, manusia berlarian menyelematkan 
dirinya masing-masing, tak ada yang bisa menyelematkan selain amalnya di dunia, 
armegedon ato judgement day akan tiba dekat sekali. sangat dekat, waspadalah !!!
   
  salam
  iwan
  

Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Itu pertanda hukum di Indonesia belum tegak. Eh katanya ramalan mama 
Loren, di bidang politik (Indonesia) juga bakalan ada huru hara, 
bahkan antara umat yang seagama. Nah lo! 

Saya berharap ramalan2 spt ini akan membuat umat beragama mawas 
diri. Lebih memprioritaskan pada manfaat daripada mudharat. 
Sebaiknya umat beragama bersabar. Patuh hukum dengan hukum yang ada 
di Indonesia. Kalau mau galak, ya galakkan moral utk menegakkan 
hukum.

Bung Iwan,
Kita-kita ini yang awam kudu ngapain dong? Kalo kita mengalami 
membeli barang yang palsu harus lapor kemana? Kalo semacam kutek, 
minyak wangi, bisa lah kita gak beli karena itu bukan kebutuhan 
primer. Tapi kalo sabun, odol..mo gak mo ya harus beli.

Barangkali harus disosialisasikan kemana kita harus mengadu. Jadi 
bagi para pemakai ataupun penjual (yang masih punya moral) bisa juga 
mengadu. 

Lagi-lagi...kalo hukumnya gak tegak, ngadu ya tinggal ngadu!! Gak 
ada tindakan apa-apa.

Rasanya saya ingin berteriak kalo bicara soal hukum di negara ini.
Perlu revolusi apa????

Salam pusing,
--- In [email protected], Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pergantian tahun 2006 ke 2007 diawali dengan 2 bencana besar, 112 
penumpang Adam Air jatuh dekat Menado, dan 400 penumpang kapal motor 
tenggelam di sekitar perairan laut Jawa, bencana demi bencana 
menerpa bangsa ini, semakin menggetarkan, itu pertanda bangsa ini 
diperingatkan supaya eling pada sang Pencipta, Yang Maha Kuasa, 
namun dusta, dzalim, hedonisme dan angkara murka tetap saja melanda, 
para petinggi dan pemuka masyarakat lebih asyik dengan dunia mereka 
sendiri, dunia awang-awang, rakyat menempuh jalannya sendiri mengais 
hidup dengan segala cara termasuk menjual barang-barang palsu yang 
bisa merugikan orang lain, sabun palsu, pasta gigi palsu, shampo 
palsu, bakso tikus, daging sapi campu babi, minyak wangi palsu, jam 
tangan palsu, uang palsu, bahkan kutek palsu bahkan cinta palsu 
(kasus-kasus perselingkuhan papan atas). Luar biasa negeri ini, 
negeri ini penuh kepalsuan, lantas kemana kita harus menyelematkan 
diri ? sebelum azab semacam sodom and gomorah atau hikayat
> nabi nuh akan datang lagi dalam bentuk lain ? 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke