Saya baru benar-benar sadar dan mengakui, jurnalisme sastrawi punya kekuatan yang khas dari genre jurnalisme lainnya. Ceritanya, suatu hari saat saya berikan pinjaman buku terbitan Pantau kepada sejumlah mahasiswa. Pada kuliah berikutnya, mereka yang saya pinjami saya mintai tanggapan. Ternyata, mereka dengan lahap membaca per judul dari buku tersebut. Mereka mengakui, membaca berita dengan gaya satra itu tak buat bosan. Padahal, salah satu kelemahan mahasiswa adalah jenuh membaca buku. Yang menarik, dari cerita itu pula, mereka baru tahu bahwa ada pelanggaran HAM di Aceh. Sebelumnya, mereka cuek saja ketika ada berita tentang kontak senjata di Bumi Serambi Mekah itu. Kabarnya, jauh sebelum pantau menerbitakan buku yang sampulnya berwarna abu-abu itu, telah ada cerita jurnalisme sejenis tentang Heroshima. Mohon, siapa yang punya saya dikirimi.
Saya tunggu. sony __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

