Ah, teori Segitiga Bormuda itu sih hayalan buku komik semacam Flash 
Gordon, Mas Satrio!

Ini ada teori yang ilmiah: pesawat itu meledak sehingga menjadi 
seripihan-serpihan yang amblas ke dalam air dan dasar laut di bawa 
arus kemana-mana. Meledaknya itu akibat adanya Oksigin yang 
berakumulasi di dalam tangki bahan bakarnya. Inilah kelemahan 
tekhnologi yang dimiliki umumnya pesawat-pesawat udara untuk 
penumpang sipil, yang berebda dari pesawat terbang militer yang 
masalah itu sudah berhasil ditanggulangi dengan menginjeksikan 
larutan Nitrogin ke dalam tangki bahan bakar itu sehingg Oksigin 
yang mungkin atau kadangkala atau sering muncul dari bahan bakar itu 
bisa diikat, dan tidak menyala dan menyebabkan terjadinya ledakan. 
Maka berkeping-kepinglah pesawat beserta isinya, kayak pesawat yang 
nabrak gedung jangkung di NYC itu lho, Mas.

Kelemahan tekhnologi itu sebenarnya sudah klasik, yaitu sejak belum 
ada kapal terbang, ketika Balon Udara Zeplin-nya Jerman ditemukan. 
Terjadi ledakan yang bersumber dari tangki bahan bakarnya, bukan?


Ik.-



--- In [email protected], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Teori Segitiga Bermuda dalam Kasus Adam Air
> 
> Sunguh menarik, bahwa setelah segala upaya pencarian pesawat 
Boeing 737-400 Adam Air tidak membuahkan hasil, ada sejumlah 
kalangan yang memunculkan teori adanya "Segitiga Bermuda" di 
perairan Indonesia.
> 
> Kepada Media Indonesia (Jumat, 5 Januari 2007), pengamat hukum 
penerbangan dari STMT (sekolah Tingi Manajemen Transpor) Trisaksi K. 
Martono mengungkapkan teori itu. Menurut Martono, yang 
diamksud "segitiga Bermuda di Indonesia" itu adalah di Laut 
Sulawesi. Persisnya di Sulawesi Selatan, termasuk perairan 
Masalembo, Palewali, Madar, dan sekitarnya.
> 
> Ia menuturkan, peristiwa kehilangan pesawat yang misterius pernah 
terjadi pada Januari 1961. Sebuah pesawat Garuda hilang di perairan 
Masalembo. Kemudian, dikirim pesawat pencari, yaitu sebuah Dakota C-
47. Tapi pesawat pencari ini juga hilang.
> 
> Lalu, dikirim lagi sebuah helikopter TNI-Angkatan Udara untuk 
mencarinya. Tapi helikopter ini juga hilang.  "Sulit dimengerti 
mengapa tiga pesawat itu hilang tanpa berita atau jejak," tandas 
Martono.
> 
> Wah, seandainya peristiwa 1961 itu terjadi pada tahun 2007, pasti 
pemberitaan media akan luar biasa besarnya dan dramatis pula. 
Bayangkan, 3 pesawat hilang hanya dalam selang waktu beberapa hari!
> 
> Satrio A.
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>


Kirim email ke