Reporternya kurang jeli dalam menulis nama Pak Asvi (jadi Aswi).

BT
-----
Nama Tan Malaka Harus Direhabilitasi

Sabtu, 13 Januari 2007 | 16:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pakar Sejarah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 
(LIPI), Aswi Warman Adam, mendesak pemerintah merehabilitasi status pahlawan 
nasional Tan Malaka. "Tan Malaka dihilangkan dari buku pelajaran dan album 
pahlawan nasional," kata Aswi dalam diskusi bertajuk "Menguak Misteri Kematian 
Tan Malaka" di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 13/1).

Aswi mengatakan, Tan Malaka ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1963. 
Status tersebut, kata dia, tidak pernah dicabut namun kemudian ia dipinggirkan 
pada era Orde Baru.

Menurutnya, rehabilitasi Tan Malaka bisa berupa memasukkan kembali Tan Malaka 
dalam buku pelajaran sejarah. Ia juga mengusulkan makam Tan Malaka dipindahkan 
ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pemerintah, lanjutnya, harus segera menindaklanjuti temuan tiga titik di Jawa 
Timur yang diduga sebagai lokasi makam Tan Malaka. Menurut Aswi Tan Malaka 
meninggal dunia pada 21 Februari 1949 dengan cara ditembak yang hingga 
identitas penembaknya hanya inisial namun segera dibuka oleh penulis biografi 
Tan Malaka, Harry A. Poeze.

Harry yang merupakan direktur penerbitan Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- 
en Volkenkunde (KITLV) atau Lembaga Kerajaan Belanda Mengenai Pengkajian Asia 
Tenggara dan Karibia, mengatakan dirinya akan segera menerbitkan buku yang 
memuat fakta-fakta kematian Tan Malaka. Dalam buku tersebut ia akan memuat 
versi cerita kematian yang menurutnya benar serta sekitar 20 halaman versi yang 
dinilainya tidak benar karena tidak berdasarkan dokumen yang kuat. "Saya 
percaya versi saya 99,99 persen benar," ujarnya.

OKTAMANDJAYA WIGUNA




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke