Kalo bung Eka sendiri gimana? Setuju dengan poliandri? Kan tidak harus yang setuju poligami harus setuju poliandri.
Kalo saya pribadi, bisa setuju dengan poligami bisa juga tidak bergantung kasus. Tapi pada poliandri, saya tidak setuju. Ketidaksetujuan saya pada saat ini masih karena doktrin agama, dimana AlQur'an melarang menikahi wanita yang masih bersuami. Sedang alasan-alasan mengapa AlQur'an melarang pria menikahi wanita bersuami (poliandri), perlu kah kita cari tau? Saya pernah bertanya jahil ke seorang ustadz ttg poliandri ini. Menurutnya ini berhubungan erat dengan 'nasab' (keturunan) dan ujung2nya kepada hukum waris. Karena dunia ini menganut faham patrilinial, maka poliandri terlarang. Akankah dunia akan menjadi matrilinialistik? Pertanyaannya saya lanjutkan bhw sekarang ilmu kedokteran dan teknnologi sudah canggih. Dengan adanya ilmu ttg DNA yang bisa menentukan dengan ketepatan 99% ttg si A nak si B, tentunya sudah tidak ada masalah dengan 'nasab' yang dikhawatirkan tsb. Si ustadz (kayaknya dah mulai kesal dgn saya) menjawab: terserah anda, anda mau percaya ilmu pengetahuan atau AlQur'an? Terus terang saya gak puas dengan jawaban seperti itu. Setelah ini saya menjadi berfikir-fikir sendiri. Ilmu pengetahuan bukanlah kebenaran mutlak. Ada kemungkinan akan berkembang dan berubah. Jadi, sangatlah riskan mempercayai ilmu pengetahuan secara mutlak. Jadi, untuk saat ini dan untuk hal ini, saya dogmatis saja: saya dengar dan saya taat kepada AlQur'an...:-) wassalam, --- In [email protected], eka zulkarnain <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalo rekan-rekan setuju poligami, gimana kalo > perempuan juga Poliandri alias bersuami banyak? > > --- Robertus Budiarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Nizami Boy, > > > > he.he.he. ini cuman membuktikan bahwa seorang > > bergelar Doktor juga bisa guoblok... boro-boro > > Doktor, la wong Profesor saja banyak yang maling di > > Indonesia... > > > > Bisa juga si Doktor ini sukanya Orgi.. pesta sex... > > he.he.he..karena menurut iklan rokok ijo... > > ASYIKNYA RAME RAME.. he.he. > > > > Kalau mau adil sih gampang, perempuan juga harus > > diijinkan untuk bersuami banyak... > > > > Entar kan ada yang komentar, nggak bisa kodrat > > perempuan memang beda... Perempuan datang bulannya > > kan cuman sebulan sekali, sedangkan Laki-Laki Datang > > Spermanya tiap saat... he.he.he. dasarrrrrrrrrrrrr > > la wong yang mau perempuannya kok laki-laki mau > > menentukan.. pakai ayat-ayat , pakai kodrat... > > weleh-weleh... Kalau mau ngomong kodrat, si cewek > > juga bisa bilang, eh... cowok.. pentung lu cuman > > satu, lubang gue lebih banyak.. Ha ha.ha.ha.. > > > > Have a nice day > > Bobby B > > > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ---- > > From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> > > To: sabili <[EMAIL PROTECTED]>; lisi > > <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected] > > Sent: Thursday, December 14, 2006 5:41:26 PM > > Subject: [ppiindia] Dr. Gina Puspita : "Anak Saya > > Senang Memiliki Ibu yang Banyak" > > > > Assalamu'alaikum wr wb, > > Ada penentang poligami yang bilang "Mana ada wanita > > yang mau dimadu?", "Anak orang yang dipoligami > > kasihan > > jadi korban" > > > > Tapi ternyata Dr. Gina Puspita, Doktor Lulusan > > Perancis di bidang Aeronotika, rela dimadu. Justru > > dia > > yang mencarikan istri-istri bagi suaminya. Dan > > anaknya > > justru bahagia. > > > > Dibanding dengan anak Yusril yang ibunya dicerai, > > justru anak Dr. Gina yang dipoligami lebih bahagia > > karena ayahnya tidak bercerai dengan ibunya. > > > > Wassalam > > > > http://hidayatullah .com/index. php?option= > > com_content& task=view& id=3963&Itemid= 61 > > > > Dr. Gina Puspita : "Anak Saya Senang Memiliki Ibu > > yang > > Banyak" > > Senin, 11 Desember 2006 > > Dr. Gina Puspita, bercerita seputar pengalamannya > > praktik poligami dengan sang suami, Dr. Abdurahman > > Riesdam Efendi. Ini cerita pengalaman indahnya > > > > Sudah hampir sepekan wacana poligami secara > > terus-menerus diulas di berbagai media massa. Banyak > > yang setuju dan tak sedikit yang sinis. Diantara > > yang > > sinis, tentu saja para aktivis perempuan dan para > > pengagum feminisme. Sabtu (9/12) kemarin, Koalisi > > Perempuan dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat > > (LSM) menolak praktik poligami. Alasannya, poligami > > melanggar hak-hak perempuan serta rawan terhadap > > kekerasan psikis dan fisik. Benarkah? > > > > Kali ini hidayatullah. com mewawancarai Dr. Gina > > Puspita. Sebelum ramai-ramai berkembang wacana > > poligami, istri pertama Dr. Abdurahman Riesdam > > Efendi > > ini boleh jadi diantara sekian Muslimah yang > > merasakan > > sendiri pengalaman “dimadu”. Tidak > seperti umumnya > > pria yang ingin menikah lagi, ia mencarikan sendiri > > calon untuk pasangan suaminya itu. > > > > Tahun 1995, Abdurahman menikah lagi untuk yang kedua > > dengan Basyiroh Cut Mutia. Enam tahun kemudian, ia > > menikah yang ketiga dengan Siti Salwa asal Malaysia. > > Dan yang terakhir, menikah dengan Fatimah. Praktis > > ia > > memiliki empat orang istri. > > > > Jangan keliru, semua istri mudanya ini bukan pilihan > > sang suami, justru pilihan Gina alias sang istri > > pertamanya. Tak seperti dugaan aktivis perempuan > > selama ini, di mana poligami dianggap begitu rendah > > dan rawan konflik. Mereka berempat justru sangat > > rukun > > dan bahagia. Bahkan bekerja di kantor yang sama dan > > tinggal seatap, tanpa ada masalah. > > > > ''Kalau suami sedang dengan istri yang lain, kami > > bertiga ngobrol-ngobrol di satu kamar,'' tutur > > kepada > > sebuah media Jakarta. Bila berada di luar kota, > > mereka > > bertukar pesan lewat SMS. Pokoknya, akrab. > > ''Poligami > > yang didasarkan pada Allah SWT tidak akan > > menimbulkan > > masalah.'' tambah mantan Kepala Departemen Structure > > Optimizition Divisi Riset & Development IPTN > > (Industri > > Pesawat Terbang Nusantara) ini di sebuah harian di > > Jawa Barat. > > > > Apa kabar Anda dan keluarga? > > > > Kami sekeluarga alhamdulillah sehat,semoga kesehatan > > yg dirahmati Allah. > > > > Lama tak dengar kabarnya, apa kesibukan Anda > > terbaru? > > > > Selama kurang lebih 2 tahun terkahir kami banyak > > berada di Malaysia. Alhamdulillah perusahaan yangg > > dipimpin oleh guru kami Abuya Ashaari (pendiri Darul > > Arqam yang dilarang mantan PM Mahathir Mohammad-- > > berkembang pesat di sana. Kebetulan Tuhan rizqikan > > kami untuk ikut serta beraktifitas di sana selama 2 > > tahun. Setelah di sana terasa manfaatnya untuk > > kalangan luas, dan perusahaan terus berkembang ke > > berbagai negara di Asia, Eropa, Timur Tengah, maka > > mulai 2 bulan belakangan ini kami mulai menguatkan > > kembali aktifitas perusahaan Rufaqa di Indonesia. > > > > Saya dengar Anda juga punya proyek besar di > > Malaysia? > > boleh tahu? > > > > Di malaysia bukan proyek saya tapi perusahaan yang > > dipimpin oleh guru saya, Abuya Ashaari Muhammad. > > Dari > > tahun 1997 beliau mendirikan perusahaan Rufaqa > > namanya > > yang bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, > > ekonomi, sosial, kesehatan, kebudayaan dll. Kalau > > mau > > jelas, boleh kunjungi website nya www.rufaqa.com & > > www.rufaqadaily. com. > > > > Sepekan ini banyak orang sibuk mendiskusikan > > poligami, > > apa pendapat Anda? > > > > Segala kejadian Allah yang menentukan. Diantara > > sekian > > banyak hikmahnya, Allah nampaknya mau menunjukkan > > keadaan masyarakat sekarang ini. Dan kita > > bertanggung > > jawab untuk memperbaiki keadaan. Sebenarnya ada dua > > kejadian yang terjadi secara serentak. Pertama > > tentang > > poligami-nya Aa Gym, kedua, monogami nya anggota DPR > > > > RI, tapi selingkuh. Tapi yang diramaikan hanya > > poligaminya. Bahkan poligami mau dilarang segala. > > Hehehe > > > > Yang menarik, sikap masyarakat terbelah dua. Kasus > > monogami selingkuh menjadi kasus cukup besar. Tapi > > poligami, pernikahan secara sah justru yang > > dikatakan > > zalim. Padahal menurut saya, monogami selingkuh itu > > jauh lebih menzalimi perempuan. Seperti wanita ini > > tak > > ada harganya. > > > > Menurut Anda, mengapa masyarakat justru seperti itu? > > Saya tak menyalahkan masyarakat. Itulah keadaan > > masyarakat yang kita perlu rasakan sebagai > > peringatan > > Allah pada kita. Mungkin kita gagal membawa kebaikan > > di tengah masyarakat ini. Saya juga maklum kenapa > > banyak masyarakat awam begitu membenci poligami, > > kerana memang susah mau mencari poligami yang dapat > > dijadikan teladan di indonesia sekarang ini. Yang > > lebih menyedihkan, yang sekarang berlaku bukan > > sekedar > > diskusi tapi penafsiran-penafsir an terhadap > > Rasulullah > > yang sifatnya merendahkan beliau. Jauh sekali > > daripada > > mencari solusi. Lagi pula, mengapa banyak orang > > sibuk > > > === message truncated === > > > Eka Zulkarnain > > > > > _____________________________________________________________________ _______________ > TV dinner still cooling? > Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV. > http://tv.yahoo.com/ >

