nyatanya, memang ada sebagian orang yang punya kesempatan berlaku adil dan juga kebetulan sejahtera bukan? belum lagi, sebagian yang lain yang memaksakan diri untuk selalu sejahtera. tapi, khusus yang ini, rasa adilnya keknya meragukan.
salam dari Semarang On 1/19/07, Ananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ya itulah... > > pada saat gusti allah sudah bilang bahwa kamu tidak akan bisa berbuat > adil, > malah ada yg nekat memakai kata "adil" sebagai jualan nya... malahan > sekarang ditambah dengan "sejahtera"... > > salam, > ananto > > On 1/18/07, banganut <[EMAIL PROTECTED] <banganut%40yahoo.co.id>> > wrote: > > > > *Keadilan di poligami (poliandri)* > > > > Beberapa kali kuperhatikan kalimat menggugat keadilan dalam berpoligami, > > bahwa manusia tidak akan bisa berbuat adil kecuali hanya Allah saja yang > > bisa adil seraya merujuk kepada ayat Allah sebagai sebuah pembenaran > atas > > suatu sikap 'kurang' terhadap poligami akan 'ketidak adilan' > > > > Bagaimana manusia bisa berbuat adil terhadap istri-istrinya sedangkan > > Allah sendiri jelas-jelas mengatakan bahwa manusia tidak akan bisa adil > ! > > > > Ketika kutanya, adil yang bagaimana ? > > Adil dalam berbagi jawab mereka > > > > Jika adil dalam berbagi adalah secara sama rata aku pun bertanya, > > bagaimana Allah memberi (nafkah) rezeki kepada makhluknya secara tidak > sama > > rata alias berbeda, bahkan Allah ciptakan makhluknya sedemikian rupanya > > ternyata masih berbeda juga tetapi kita masih berkata Allah Maha Adil ?! > > > > Lalu keadilan yang bagaimanakah yang Allah maksud ? > > > > wassalam > > > > anut > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- U Are, Are U..come by then http://www.myidol88.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed]

