Mungkin sama-sama perempuan lebih sensitive untuk hal-hal demikian. Apa yang
difikirkan mbakkyu Lina sama dengan pikiran saya.
Dan benar kata mas Samudjo, anspirasi saya membutuhkan penyaluran biar ndak
tambah mumet. Dan saya berfikir, sendirian tak bisa mengubah masyarakat, sebuah
komunitas pun juga belum cukup kuat, namun individu dari berbagai latar
belakang plus komunitas berbagai latar belakang bersatu untuk senantiasa
berkoordinasi membentuk jaringan mengubah dunia. Masing-masing dengan
karakternya yang berbeda menyatukan visi dan misi saja. Tak perlu melebur sama.
Adalah kemustahilan dan tidak mungkin bila Hizbut Tahrir (jaringan hizbut
Tahrir sudah tersebar lebih dari 50 negara dunia Insya Allah termasuk India,
Inggris, dll) bisa mengubah dunia atau menyatukan seluruh umat islam seluruh
dunia dan mendirikan khilafah yang sulit sekali, tanpa berkoordinasi dan
bekerjasama dengan individu lain dan seluruh kelompok-kelompok yang lain
(partai, gerakan dll) di masing-masing negara.
Bahkan saya percaya andai tahun 2009 partai Islam mana pun menang pemilu (andai
pun juga bila saja HTI menang dan memimpin, walau ini tidak mungkin) tapi
sistem pemerintahannyanya tak diubah, maka keadaan Indonesia tak berubah dan
sama saja terpuruknya. Siapapun boleh menyanggah kepercayaan saya.
Se-sholeh apa pun pemimpin kita, itu sulit merubah Indonesia tanpa merubah
sistem negaranya. Setidaknya kalau mau seperti Ahmadinejad ya juga minimal
harus merubah sistemnya. Azas negara Iran adalah Islam (dalam bingkai
nasionalisme Iran). Perubahan tak bisa dilakukan oleh satu partai pun tapi
seluruh komponen dan yang terpenting satu visi dan misi boleh beda cara.
Terima kasih mas Samudjo, Anda yang termasuk langka di sini yang secara jujur
mengapresiasi pilihan hidup saya. semoga Allah menyayangi Anda dan mohon doanya
untuk tetap istiqomah selamanya. amin
salam,
aris ... semoga Mbak paham kenapa saya lebih memilih komunitas yang memiliki
jaringan bersifat internasional....karena ini terkait impian. think globally
act locally
Samudjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Semalam
kepalaku cenut-cenut mikirin negara. Taelaaaah. Gara-gara nonton
Metroteve. Entah apa nama acaranya, pokoke sebelum acara Save Our
Nation. Mereka bicara soal Kenaikan Tunjangan DPRD, yang PPnya sudah
disetujui SBY.
Pasalnya ada daerah yang telah menggunakan dana penanggulangan bencana
untuk memberikan kenaikan tunjangan tsb. Berlakunya surut pula.
Duilaaaah.
Trus nonton Save Our Nation, soal jemaah haji yang kelaparan. Ya
Allah..negara ini bener2 gak punya malu.
Trus di SCTV nonton si Sri Bintang Pamungkas & PDI vs Anas Urbaningrum
dan sapa itu ya yang ex PRD. Jadi kubu SBY lawan Oposisisinya. Intinya
Sri Bintang mau revolusi aja deh soale keadaan sekarang ini lebih buruk
dari jamane Soeharto. Serta merta Anas membantah hal tersebut.
Udah gerah denger yang begini..eh suami pulang pake ngoceh pula kalo
Indonesia ini sudah gak dipandang sebelah mata ama negara lain karena
gak ada hukum yang bisa dihormati. Untuk bisnis semacam Pizza Hut aja,
itu yang kontrol dari Singapore. Belum lagi pesawat2 tua yang dimiliki
penerbangan Indonesia.
Terus terang kalo dah begini emang aku gak peduli bentuk negara ini apa:
demokrasi, khalifah, kerajaan, yang penting gak ada yang mati kelaparan,
gak ada yang makan nasi aking, masuk sekolah gampang., kerja gampang.
Sambil nerusin nyetrika (nonton teve sambil nyetrika), aku ngoceh
sendiri "dah deh privatisasiin aja negara ini daripada revolusi ye?"
Dah ah...mo nyabarin diri.
wassalam,
****************
Bu Lina,
Keadaan Indonesia sekarang, carut marutnya tercermin secara baik di
milis ini, kebanyakan yang terbaca hanya noise saja
Kayaknya sampai kapanpun diskusinya ga maju-maju, mungkin sudah saatnya
kita bergabung saja dengan komunitas homogen sesuai dengan aspirasi
masing-masing kita, seperti yang dilakukan oleh mbak Aris
Dengan demikian lebih banyak yang kita bisa sumbangkan bagi republik ini
Ataukah kita terus-terusan berdiang, mengobrol ngalor ngidul di depan
api ungun kehancuran bangsa ini ?
Wassaalam juga,
Samudjo
[Non-text portions of this message have been removed]
Dan cinta (mahabbah) yang kita maksud adalah keinginan untuk memberi dan tidak
memiliki pamrih untuk memperoleh imbalan. Cinta bukan komoditas, tetapi sebuah
kepedulian yang sangat kuat terhadap moral dan kemanusiaan (Toto Tasmara)
pustaka tani
nuraulia
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get
things done faster.
[Non-text portions of this message have been removed]