--- In [email protected], Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > vinccent liong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: debat- [EMAIL PROTECTED] > From: vinccent liong <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Mon, 21 Aug 2006 23:37:20 +0700 (ICT) > Subject: [debat-alkitab] Setan menaruh kata-kata pada lidah Muhammad (Ibn Ishaq 165-167) > > Muhamad dan para penyembah berhala di Mekah > > Ketika masih di Mekah, Muhamad mencoba membujuk kaum Mekah bernama Quraysh agar menerima Islam. Mereka tidak mengacuhkannya tetapi Muhamad semakin gigih memaksakan pandangannya. > > Turunlah ayat ini: > > Have you thought of al-Lat and al-Uzza and Manat, the third ... these are the exalted Gharaniq [3] whose intercession is approved. (Ibn Ishaq, pp. 165-166) > > Al-Lat, al-Uzza dan Manat adalah dewa2 berhala yg dipuja di Mekah. > Sebelumnya, Muhamad menentang mereka tetapi sekarang Muhammad MENERIMA berhala2 tsb dan menyatakan bahwa intersesi mereka disetujui Allah (their "intercession is approved"). Penjelasan Muslim kemudian ttg mengapa Muhamad akhirnya menerima berhala2 ini adalah bahwa Setan-lah yg memasukkan kata2 ini pada lidah Muhamad. > > Setan ... menaruh kata2 ini pada lidah Muhamad "these are the exalted Gharaniq whose intercession is approved". (Ibn Ishaq, pp. 165-166) > > Muhamad melafalkan kata2 ini seakan2 datang dari Allah, padahal dari Setan. Itulah yg dimaksudkan dgn Ayat Setan. > I. Lina: 1) Kutipan diatas bukan ayat. Kalau ayat tolong sebutkan nama surahnya dan no. ayat 2) Kalau ini sekedar kutipan dari Ibn Ishaq, kutipkan pula secara lengkap. 3) Berdasarkan kutipan tsb saja, saya bisa tunjukkan bahwa tidak tercantum pengertian bahwa "Muhammad SAW sebelumnya menentang, sekarang menerima berhala". Kalaupun Allah menyetujui intersessi syaitan, memang begitu adanya Allah menyetujui syaitan untuk menggoda iman manusia dan menjerumuskan manusia ke neraka. Coba tunjukkan dimana dalam kalimat iu yang menyatakan bahwa Muhammad SAW telah menerima?? 4) Tidak ada penjelasan muslim (yang selama ini saya ketahui) yang mengatakan bhw "setanlah yang memasukkan kata2 pada lidah Muhammad". Atau kecuali Salman Rushdi?? 5) "these are the exalted Gharaniq whose intercession is approved". Bagaimana bisa diartikan bahwa setan telah menaruh kata- kata pada lidah Muhammad SAW?? 6) ---kecuali orang tolol atau orang yang berniat kotor---
*************** > Kini setelah Muhamad menyatakan pengakuan atas berhala2 Quraysh, mereka kemudian menerimanya. Mereka senang dgn cara ia berbicara ttg dewa-dewi mereka dan mulailah mereka mendengarkannya... kata mereka, "Muhamad menanggapi dewa-dewa kami secara luar biasa". (Ibn Ishaq, p. 166) > > Berhasil juga akhirnya Muhamad menarik perhatian Quraysh. Mereka menerima Muhamad karena ia menerima dewa dewi mereka. Namun beberapa waktu kemudian, ia menyadari kesalahannya. Alasan Muslim ? Muhamad ditegur oleh Jibril (ada yg menganggapanya malaikat). > > Jibril datang kpd rasul dan berkata , "Apa yg kau lakukan, Muhamad? Kau membacakan kdp orang2 ini sesuatu yg tidak saya turunkan padamu dari Allah dan kau mengatakan apa yg tidak saya katakan." (Ibn Ishaq, p. 166) > > Muhamad sekarang berubah pikiran dan mengatakan bahwa Allah berpesan kpdnya agar berbicara menentang dan menolak berhala2 itu. > > Suku Quraysh-pun bereaksi: "Karena Allah, Muhamad menyesali apa yg dikatakannya ttg dewa2 kami dan mengubahnya dgn pernyataan baru." (Ibn Ishaq, p. 166-167) II. Lina: 1) Karena tidak ada rujukan buku apa yang ditulis oleh Ibn Ishaq dan tidak ada pula kutipannya, dengan prasangka betul Ibn Ishaq menulis demikian berarti Ibn Ishaq itu seorang yang seperti Salman Rushdi. 2) Kemungkinan kedua, orang yang mencuplik artikel Ibn Ishaq sebagai orang bodoh dan mempunyai niat kotor. 3) Tidak pernah kami dengar dan membaca rujukan2 shahih ttg Muhammad SAW yang mendakwahkan Tauhid dengan bernegosiasi dengan kafir Quraish seperti ini. Nabi Muhammad SAW bukanlah seperti wali- wali songo yang punya toleransi tinggi dalam mendakwahkan akidah. Tidak pernah Nabi SAW menarik perhatian kaum musyrik dengan cara menerima polytheisme. Ada sebuah riwayat yang menjadi sebab turunnya surah Al-kaafiruun (QS109), yaitu: al-Walid bin al-Mughirah, al- 'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6) (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina). ************ > Muhamad kini harus menjelaskan kpd baik pengikutnya maupun kaum Quraysh mengapa ia berubah pikiran ttg berhala mereka dan tidak lagi menerima mereka. Alasannya ada dlm ayat ini. > > Belum pernah Kami mengirim nabi yg keinginannya tidak ingin dirubah oelh Setan. Tetapi Allah membatalkan campur tangan Setan itu dan menegaskan wahyuNya. (Qur'an 22:52, Dawood) > > > Peristiwa ttg Muhamad melanturkan kata2 Satan dan sementara menerima berhala dan polytheisme perlu dikomentari. > > 1. Ingat bahwa Quran sendiri yg mengatakan bahwa Setan suka memalsukan keinginan Muhamad (Qur'an 22:52). Ibn Ishaq, Wakidi, Ibn Sa'd dan Tabari bahkan mengakui peristiwa ini. Kalau peristiwa ini ditulis oleh orang2 yg menentang Islam, maka kita boleh curiga bahwa peristiwa ini dibuat2 guna menjelek2kan Muhamad. Tetapi mungkinkah Ibn Ishaq, Wakidi, Ibn Sa'd, dan Tabari meng-ada2 ttg pengakuan Muhamad akan dewa berhala ? Kemungkinan itu jelas kecil. III. Lina: QS22:52," Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, 1) Dimana dalam ayat diatas yang menunjukkan bahwa syaitan TELAH memalsukan keinginan MUHAMMAD?. Ayat tsb diatas menjelaskan bahwa syeitan selalu berusaha menggoda dan membelokkan apa-apa yang ditugaskan kepada para nabi dan rasul, tetapi Allah melindungi mereka dari pada godaan syeitan tsb. 2) Ibn Ishaq, wakidi, Ibn Sa'd, dan Tabari (mungkin) tidak mengada-ada. Yang mengada-ada adalah penulis (Vinccent Liong ?) yang memberikan penafsiran sendiri atas tulisan Ibn Ishaq dkk. Tidak dituliskan rujukannya: apa nama buku yang ditulis Ibn Ishaq dkk. Nabi dan rasul adalah manusia (bukan tuhan seperti umat Kristen menganggap nabi Isa as). Mereka tak luput dari kesalahan dan kekurangan karena kemanusiaannya (tapi bukan dosa maksiat dan dosa syirik). Mereka juga mendapat teguran dan mereka langsung bertobat. Begitu juga Muhammad SAW adalah seorang manusia yang makan, minum, kentut, marah, bersedih, bersuka ria, dan pernah berbuat salah..tapi tidak pernah membuat kesalahan dalam mengajarkan Tauhid. Beliau paling tegas memberantas polytheisme (tidak ada tawar menawar) meski harta, wanita, dan tahta pernah ditawarkan kaum kafir, meski bulan dan bintang berada ditangannya tak ada tawar menawar untuk hal ketauhidan. "aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamupun begitu". Itu ucapannya yang dibisaikkan Jibril dalam QS109 tsb. ********** > > 2. Qur'an juga mengatakan bahwa nabi2 lain dijebak Setan. Adam kejebak (7:189-192), begitu pula Aaron (4:163, 7:150-153). Kedua nabi ini dihukum karena kelakuan buruk mereka. Mereka menyesal dan Tuhan memaafkan. Jadi jelas seorang nabi bisa saja kejebak. Qur'an mengatakannya dan nabi2 sebelumnya melakukannya. > > 3. Qur'an juga mengatakan bawha beberapa surah Qur'an mengalami perubahan. > > Dan tatlakal Kami merubah ayat dgn ayat lain - dan Allah tahu akan apa yg diturunkanNya - mereka akan mengatakan kpdmu (Muhamad), "Kau seorang pemalsu !" (Qur'an 16:101, Arberry) > > Ini karena orang2 mulai mengeluh ttg Muhamad karena ia merubah2 ayat2nya. IV. Lina: QS16:101," Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja." Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui." 1) Dimana dalam ayat itu yang berarti ayat AlQur'an telah mengalami perubahan/pergantian? 2) Dari mana mengambil kesimpulan"Ini karena orang2 mulai mengeluh ttg Muhammad karena ia merubah ayatnya?" 3) Ayat tersebut adalah kalimat pengandaian "Apabila" atau "Jika": Secara bebas ayat tsb berbunyi,"Jika Kami ganti ayat ini dengan anu karena Allah lebih mengetahui dan lebih berhak atas hal tsb, orang kafir itu pasti akan mengatakan bhw Nabi SAW adalah pemalsu/mengada-ada". Nyatanya tak ada ayat yang diganti/dirubah- rubah. ********* > > Contoh lain bgm Muhamad merubah dan menyesuaikan sebuah ayat. > > Diriwayatkan Al-Bara: Diwahyukan: "Tidak sederajad adalah muslim yg duduk (di rumah) dan mereka yg berjuang di jalan Allah." (Qur'an 4:95) > > Nabi mengatakan, "Panggil Zaid dan suruh ia membawa papan tulis, tinta dan tulang (utk menulis)." Lalu ia berkata, "Tulis: Tidak sederajad adalah Muslim yg blablabla ...", dan pada saat itu 'Amr bin Um Maktum, yg buta, duduk dibelakang nabi. Katanya, "O Rasulullah ! Apa perintahmu bagi diriku karena saya buta ?" Nah, sbg ganti ayat tsb, ayat ini diturunkan: > "Tidak sederajad adalah Muslim yg duduk (di rumah), KECUALI mereka yg cacat badan atau buta atau lumpuh, dgn mereka yg berjuang di jalan Allah." (Qur'an 4:95) (Sahih al-Bukhari: volume 6, book 61, number 512) > > Kesaksian diatas jelas menunjuk pada modifikasi Q4:95. Jadi Ayat2 Setan bukanlah satu2nya contoh modifikasi. Dan ternyata kebiasaan memodifikasi ayat ini memang bagian dari perkembangan Quran. V. Lina: Secara bebas Hadist ini berarti,"Ketika Nabi SAW menerima wahyu QS4:95 ini di awal ayat, beliau langsung memanggil Zaid (si penulis wahyu) untuk segera membawa alat tulis dan menuliskan wahyu tsb. Beliau bersabda,"tulislah TIDAK SAMA ANTARA MUKMIN [bukan MUSLIM spt yg dikutip Vinccent Liong] YG DUDUK "Di belakang Beliau ada Ibn Maktum berkata,"ya Rasul, saya buta", maka turunlah kelanjutan ayat tsb `YANG TIDAK MEMPUNYAI UZUR DENGAN ORANG2 YANG BERJIHAD " Apakah betul hadist tsb menggambarkan bhw Nabi Muhammad SAW telah merubah dan menyesuaikan ayat semau-maunya? *************** > 4. Muhamad berdosa. Menerima berhala dan polytheisme adalah dosa. Memang akhirnya Muhamad menyesal tetapi ini menunjukkan adanya keleahan dlm hidupnya. > > Peristiwa ini tidak boleh diacuhkan. Ini menunjukkan bawha Muhamad, spt anda dan saya, harus juga mengaku bersalah dan meminta pengampunan: VI. Lina: 1)Dalam penjelasan saya diatas, tidak ada secuil buktipun bhw Muhammad pernah menerima berhala dan polytheisme dalam kehidupan dakwahnya kepada kaum kafir. 2)Atas dasar apa mengatakan Muhammad menyesal? Kapan Muhammad SAW mengatakan demikian? Bukankah ini prasangka penulis saja? 3) Tidak ada umat Islam yang mengacuhkan. Semua umat Islam sadar bhw Muhammad hanya seorang manusia, bukan tuhan. Hanya saja Nabi SAW tak pernah melakukan kesalahan-kesalahan tolol seperti yang ingin diutarakan penulis. ******** > (Muhamad sembahyang) O Allah! Ampuni kesalahan dan kebodohan saya dan kelakuan saya yg melewati batas kebaikan; dan ampunilah segala kelakuan saya yang Kau lebih tahu dari saya. O Allah! Ampunilah kesalahan yg saya lakukan secara senda-gurau ataupun serius, dan maafkah kesalahan saya yg secara tidak disengaja maupun yg disengaja ... (Sahih Al-Bukhari: vol 8, book 75, number 408) > > Ketahuilah (O Muhammad) bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan minta pengampunan bagi dosamu dan bagi Muslim (Qur'an 47:19, Pickthall). > VII. Lina: Muhammad SAW, yg memang manusia tentu berdo'a kepada Rabbnya. Dengan contoh2 do'a dan cara ber do'a itulah umat Islam seyogyanya berdo'a. Muhammad SAW adalah teladan bagi umat manusia karena dalam bermu'amallah manusia tidak bisa mencontoh Tuhan (karena Tuhan tak perlu berdo'a). Ini bedanya dengan anggapan umat yang menganggap Nabi Isa as sbg Tuhan, namun disuatu kesempatan tuhan Isa (as)pun berdo'a. Jeruk kok makan jeruk! Renungan: Seorang nabi or Rasul, dalam hal ini Muhammad SAW, sepertinya gak pantas kalau tergoda syeitan, punya kesalahan, berdo'a dllnya. Bagaimana pula seorang tuhan Yesus??? Bukankah lebih nista? Selamat kepada mu, semoga Allah memberi petunjuk.

