http://www.kompas.com/ Hobbit Flores Terbukti Sebagai Spesies Baru Teka-teki mengenai kerangka tulang-belulang manusia kerdil (hobbit) yang ditemukan di Pulau Flores masih terus diperdebatkan. Penelitian terbaru menunjukkan hobbit mungkin benar dari spesies baru yang sering disebut Homo floresiensis dan bukan manusia modern yang mengalami kelainan microcephaly. Sebab, cetakan otak di kepala hobbit berbeda dengan cetakan kepala manusia yang menderita microcephaly. Sebelumnya Profesor Teuku Jacob dari Universitas Gadjah Mada (UGM), memperkirakan bahwa hobbit bukanlah spesies baru tapi manusia modern yang mengalami kemunduran otak sehingga pertumbuhan tubuhnya secara keseluruhan terhambat. Hasil analisis sampel kerangka yang disebut LB1 ini dilaporkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences edisi September 2006. Namun, penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal yang sama menunjukkan hasil sebaliknya. Dalam penelitian itu, Profesor Dean Falk dari Universitas negeri Florida membandingkan cetakan otak (endocast) hobbit dengan 10 manusia normal, 9 penderita microchepaly, dan 1 orang normal tapi kerdil. Masing-masing dipindai sehingga menghasilkan model tiga dimensi endocast. Menggunakan teknik statistik, ke-21 virtual endocat dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, otak normal, dan otak yang mengalami kelainan meski ukuran keduanya mungkin sama. Setelah dianalisis, otak manusia normal tapi kerdil masuk ke dalam kategori microcephaly, namun hobbit ternyata masuk ke dalam kategori normal. Hal tersebut menunjukkan bahwa struktur otak hobbit konsisten layaknya manusia normal meski hanya 400 centimeter kubik atau seukuran otak simpanse. Falk semakin yakin dengan temuannya karena sebelumnya para arkeolog dilaporkan menemukan alat-alat kerja dan bekas pembakaran di dekat fosilnya. "Orang tidak percaya kalau dengan otak sekecil itu mereka bisa membuat alat," kata Falk. Tapi, menurutnya, dengan struktur yang normal hobbit mungkin memiliki sistem sempurna yang mungkin berbeda dengan manusia modern sekarang. Penelitian sebelumnya terhadap sampel fosil yang disebut LB1 itu juga menunjukkan bahwa otak depannya relatif besar dan fitur anatomi lainnya mendukung kemungkinannya menjalankan proses kognitif tingkat tinggi. Teka-teki mengenai asal-usul dan karakteristik hobbit yang diperkirakan hidup sekitar 12 ribu tahun lalu mungkin akan terkuak pada penggalian berikutnya. Sebagaimana dikutip BBC, tim peneliti Australia yang dipimpin Mike Morwood mengaku telah diijinkan kembali ke Liang Bua, lokasi ditemukannya fosil, setelah sempat dilarang karena bermasalah dengan izin penelitian yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Sumber: BBC Penulis: Wah --------------------------------- Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit. [Non-text portions of this message have been removed]

