Janganlah dianggap serakah atau tidak memperdulikan nasib orang yang lagi kena musibah. Semisal aku di Indonesia aku akan mendirikan satu model cara ber-business musiman. Aku .....kira2 ....menjelang bulan Oktober tiap2 tahun mulai dari tahun depan aku akan mendirikan pabrik rakitan/pembuatan /produksi pembuatan kapal kecil dari getek sampai kapal kecil2. Selain bisa mendongkrak penghasilan kantong sendiri juga akan menolong rakyat pada umumnya. Kelihatannya terlalu egois pikiran dengan menengahkan rencana ini, tapi boleh baca kenapa hal ini paling masuk akal dan di dukung oleh kenyataan di lapangan. Bukankah karena realita dilapangan yang mudah kita cerna dengan common sense , tapi juga didukung oleh penelitian para scientist yang menggarap perkara global warming beserta akibat-akibatnya. Rupanya perkara banjir itu baik pemda/pemerintah dan rakyat sudah mengalami jalan buntu. Selain pencemaran lingkungan baik itu karena salah kita sendiri tapi yang terpenting adalah ....problimnya sudah begitu mendalam/melebar maka penuntasannya hampir tidak bisa dibayangkan soal perkara .......betapa besarnya alokasi anggaran yang diperlukan. Kendala yang sukar di benahi a.l. saluran2 pembuangan air tidak ter-rencana dengan baik. Waduk dan pintu2 waduk sudah setengah jebol sehingga fungsinya sudah tidak sepadan apabila menghadapi luapan /tekanan air yang lemah sekalipun. Sungai2 penuh dengan sampah, sehingga air meluap kemana-mana akibatnya. Total jendral kasus banjir ini terutama yalah tidak adanya perencanaan kota yang memadai. Ini ada satu contoh yang perlu di jadikan panutan. Disini apabila orang ingin mendirikan perumahan maka pertama2 dia bisa memilih lokasinya. Lokasi sudah ditentukan oleh pemda. Pemda sebelum melepas daerah pemukiman atau industri sudah disediakan prasarananya. Artinya jalan2 menuju ke daerah itu sudah siap. Ini tentunya bermaksud agar bahan2 pembangunan dalam fase pertama sudah bisa masuk kedaerah itu untuk pekerjaan pembangunan selanjutnya. Sewerage sudah digalang, dan ini juga dihubungkan dengan daerah2 lain, agar nanti daerah baru ini tidak menjadi beban pembuangannya mengalir menimbun kedaerah lain. Semua sudah direncanakan dengan rapih tegas dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Juga sebelum alokasi daerah itu di lepas bagi residential area/industri tanah di test , dilihat apakah daerah ini layak mukim. Ini menjaga agar tanah itu tidak menjadikan kendala misalnya dalam aspek kesehatan, yang apabila sampai dilalaikan oleh pemerintah, pemerintah bisa menanggung semua resiko-nya. Class action bisa di aktipkan dan birokrat2 ybs bisa kena perkara. Melihat contoh yang aku berikan diatas itu, aku percaya kalau di Jakarta atau di Indonesia pada umunya ketentuan macam begini tidak ada. Walaupun ketentuan2/peraturan2 ini ada, tapi celaka tigabelas ....ya..... bisa dilanggar secara "resmi" dengan mengadakan KKN dengan birokrat ybs. Jadi melihat ketimpangan2 tersebut diatas, ditambah dengan tendensi global warming yang dikatakan akan menimbulkan bencana2 alam maka tidak ada salahnya kalau business bikin getek, perahu perlu di pikirkan untuk dijadikan suatu pembukaan business musiman yang pasti akan berfaedah bagi semua pihak......alias ada ...win win solution. Ideeku ini murni adalah pikiran yang pakai common sense karena intuisi dan prospek dilapangan memberikan acuan bahwa perkara banjir akan....stay with us(ya rakyat ya pemerintah Indonesia) forever. Bayangin saja berapa besar alokasi pendanaan itu perlu disediakan untuk menanggulangi perkara banjir ini......it's impossible.....jadi tahun depan galak-kan saja perkara industri bikin getek dan perahu dan kapal. Terkait dengan banjir dan usainya masa banjir ini tentunya segala macam penyakit akan berjibun timbul dari diarhea, infeksi, malaria, cholera dan bahkan busung lapar akan merata melanda segenap lapisan rakyat. Belum lagi yang akan banyak kehilangan mata pencahariannya, seperti warung2 kecil yang tersapu oleh banjir, pokoknya ...susah untuk di fahami sampai dimana penderitaan ini akan berachir. Ini akibat.......birokrat yang deldel duwel selama berkuasa lebih dari 60 tahun-an. Harry Adinegara
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

