dua tahun lalu swiss juga tak berdaya karena banjir
the old town di lucern tenggelam sedengkul orang
dewasa
kawasan turisme yang lain, interlaken, salah satu
syuting james bond dan pelbagai film hollywood juga
luluh lantak
korban jiwa ada, meski tak banyak di jakarta kali ini

banjir biasanya terjadi musim semi
saat salju di alpen meleleh dan hujan juga masih
runtuh
yang membahayakan tak hanya airnya, namun juga
longsoran dari lereng alpen
maklum, swiss dililit dan dikuasai alpen, salah satu
pegunungan terindah di eropa
tapi banjir beginian hanya terulang dalam jangka waktu
ratusan tahun

tahun 2002 saya masih di jakarta, dalam tahap awal
untuk pindah ke swiss. motor saya terendam di kaki
flat pulomas. kata teman banjir sekarang lebih parah
ketimbang 2002.

melihat semrawutnya jakarta, rasanya frustrasi
membayangkan penyelesaian masalah banjir. puncak yang
keropos dicacah ribuan villa dan kanalisasi yang
brutal di ibu kota.
ketika mertua, kerabat dan teman menelpon soal
keberangkatan kami ke jakarta minggu depan, saya hanya
bisa berkata," kami sudah terbiasa dengan banjir. dan
biasanya solidaritas orang jakarta akan makin kental.

banjir, jika melanda swiss, dampaknya akan sangat
mahal. saban rumah punya ruang bawah tanah, yang kalau
masa perang digunakan sebagai bunker. satu kunci rumah
rusak, biayanya bisa mencapai rp 3 jutaan, tidak
terhitung kalau misalnya rumah kebanjiran.
tapi biasanya rumah rumah ini dilengkapi asuransi

yang harus dikawal sekarang adalah sikap pemerintah ke
depan
apakah, setidaknya, ada upaya pencegahan untuk banjir
banjir di masa datang

krisna

--- aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> FYI saja ...
> 
> Perdagangan Produk Kayu Meningkat,  Hutan Pun
> Dibabat
> 
> Ekspor produk kayu dari tahun ke tahun meningkat
> pesat.  Perdagangan kayu gergajian dimulai tahun
> 1978
> dengan volume ekspor sebesar 0.8 ribu meter kubik,
> meningkat pesat pada tahun 2002 menjadi 16.363 meter
> kubik.  Begitu pula ekspor kayu lapis dan pulp.
> Menurut informasi  International Tropical Timber
> Organization (ITTO)  tahun 2002 Indonesia  menjadi
> pemasok utama pasar kayu lapis tropis dunia. Ekspor
> kayu lapis Indonesia pada tahun tersebut mencapai
> 5.82
> juta meter kubik atau 49 persen dari total ekspor
> dunia. 
> 
> Ekspor pulp mulai berkembang tahun 1989 dan produksi
> terus  meningkat seiring  waktu sebesar 37.1 persen
> per tahun. Atas prestasi yang dicapai ini, satu sisi
> Indonesia patut bangga sekaligus prihatin. Sebab,
> dari
> mana diperoleh perdagangan produk berbasis kayu
> tersebut diperoleh?  
> “Perkembangan perdagangan produk berbasis kayu
> Indoensia sangat terkait dengan kebijakan pemerintah
> 
> yang menetapkan liberalisasi ekspor kayu bulat
> -reduce
> export taxes on logs- sesuai poin 17 Letter of
> lntens
> tahun 1998 dari  International Monetary Fund (IMF). 
> 
> Kebijakan ini telah meningkatkan defisit pasokan
> kayu
> bagi industri perkayuan, sehingga membuka peluang
> praktek illegal logging (pembalakan) dan
> deforestasi,” urai Mahasiswa S3 Program Studi
> Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB),  Inna Sri
> Supina Adi, dengan panjang lebar di tengah sidang
> terbuka bertajuk’ Perdagangan Produk Berbasis
> Kayu terhadap Deforestasi di Indonesia’
> beberapa
> waktu lalu di Kampus IPB Darmaga.
> 
> Selain itu,   kebijakan  pemerintah Indonesia yang
> "memaksa' dibangunnya industri perkayuan (dengan
> inti
> industri kayu lapis) pada awal tahun 1980-an telah
> menyebabkan terjadinya 'overcapacity' industri
> perkayuan. Belakangan, pemerintah Indonesia
> memberikan
> prioritas dan insentif untuk pembangunan industri
> pulp
> dan kertas dengan kapasitas produksi yang sangat
> besar. Kebijakan ini tak lepas dari salah satu
> persyaratan yang ditetapkan debitor asing dalam
> pencairan utang baru. 
> 
> Hasil penelitian Inna menunjukkan  di Sumatera,
> perdagangan pulp sangat pesat dengan kecenderungan
> terus meningkat. Di Kalimantan, Maluku dan Papua
> kencenderungan perdagangan kayu  lapis dan kayu
> gergajian meningkat. Di Sulawesi, kecenderungan
> perdagangan kayu lapis meningkat, sedangkan kayu
> gergajian cenderung menurun. Penelitian tersebut
> dibawah Tim Komisi Pembimbing yang terdiri dari
> Prof. 
> Isang Gonarsyah, Dr  I.S.S. Adi, , Dr  Endang
> Suhendanng, dan Dr Hariadi Kartodiharjo. (ris)
> 
> 
> Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan,
> mereka yang tak bisa mengubah pemikirannya tak bisa
> mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
> pustaka tani
>  prohumasi
>  nuraulia
> 
> 
> 
>  
>
____________________________________________________________________________________
> Do you Yahoo!?
> Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail
> beta.
> http://new.mail.yahoo.com
> 



 
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com

Kirim email ke