Walaupun ungkapan tersebut diatas bisa ditemukan dalam Bible, persisnya dalam  
bab The book of Revelation, tapi postingan ini ingin menelaah soal urgent dini 
,yakni soal global warming, El Nino dan akibat2nya bagi keselastrian alam dan 
kemaslahatan umat manusia dan dunia.
   
  The four horsemen.....memberikan suatu perkiraan akan tibanya suatu waktu 
dimana kemanusiaan akan menghadapi masa armageddon. Four horsemen.....merujuk 
ke pestilence(wabah penyakit),famine(musibah alam) war,perang dan akibatnya 
horsemen yang ke empat membawa ...kematian(death)
   
  Suatu suklus yang sekarang terkenal dengan nama El-Nino dalam bahasa Spanjol  
yang artinya ...the boy...Christ. Suatu phenomena yang datang dan pergi tapi 
yang tidak sempat dimengerti oleh  terutama penghuni di pesisir negara 
Peru(Amerika Selatan). Datangnya masa yang sekarang kita sebut El-Nino ini 
dirasakan/atau di ketahui wujutnya yalah di bulan December dimana para nelayan 
di Peru tidak bisa menemukan ikan yang biasanya berjibun di pesisir Peru. Air 
laut bertambah suhu-nya yang berakibat ikan2 anchovi sangat langka bisa 
ditunai. Kultur yang primordialis memicu penduduk Peru , bahwa saatnya tiba 
untuk meminta bantuan kepada The Boy, yakni Christ. Diadakanlah persembahan dan 
ritual agama untuk meminta tolong kepada The Boy (El-Nino), agar malapetaka 
kekurangan panen ikan bisa terhindarkan. 
   
  Baru kemudian ada penyelidikan yang mendalam yang dicoba diungkap sebab 
musabab terjadi phenomena ini. Gagasan pertama di lansir oleh cendiakiawan Sir 
Gilbert Thomas Walker yang mencoba memberikan penjelasan saintific phenomena 
yang sekarang dikenal sebagi El-Nino.
  Dengan jerih payah , beliau sempat memberikan thesisnya bahwa sebenarnya 
kejadian ini disebabkan oleh berpindahnya arus laut panas yang pindah dari 
lautan Pasifik barat(Indonesia+Australia) menuju ke pesisir Peru.  Ini akibat 
athmospheric pressure di pasifik barat naik dan yang di pesisir Peru turun, 
akibatnya arus laut hangat mengalir ke Peru.
   
  Kejadian El-Nino sekarang sudah diakui bahwa akibat ini efeknya terasa 
global. Di achir penutupan abad ke 20 dunia mengalami mega El-Nino yang sempat 
melanda Eropah(hujan banjir lebat), Afrika yang terserang musim kemarau ganas, 
Asia dan India yang terserang hujan berat.
  Baru setelah diadakan penelitian yang dalam dan dirunut periode2 El-Nino yang 
melanda dunia, para saintis memberikan suatu gambaran bahwa mega El-Nino juga 
diperkirakan telah melenyapkan kebudayaan2 tinggi. Di Peru kebudayaan tinggi, 
kebudayaan ke-emasan manusia Machu Picchu musnah disekitar tahun abad ke-6 
Masehi. Juga kebudayaan Ur di muara sungai Euphrat(Irak) musnah di millinium ke 
4 sebelum Masehi. Atas dasar penemuan archeologi di sidik kapan musnahnya 
kebudayaan ini, ternyata ini adalah akibat mega El-Nino yang secara periodis 
sempat dianalisa dan diberikan buktinya akan kejadiaannya  yang menyamai 
waktunya dengan  runtuhnya kebudayaan Machu Picchu (Peru) dan kebudayaan tinggi 
city of Ur Mesopotamia 4000tahun sebelum Masehi.
   
  Tidak saja bukti2 yang berbau baheula seperti Machu Picchu dan city of Ur, 
bahkan semua kejadian gejolak sejarah manusia bisa diakibatkan secara tidak 
langsung paling sedikit, misalnya Revolusi Perancis di abad ke-18(1789-99) Pada 
tahun2 ini terjadi mega El-Nino yang memporakpandakan semua kegiatan 
ekonomi,seperti musnahnya panen ketelan air bah, sehingga konsekwensinya 
menimbulkan gejolak sosial politik sehingga meletusnya revolusi Perancis yang 
bisa kita baca dalam catatan  sejarah .
   
  Kita menyadari bahwa climate change sekarang ini terasa tidak bisa diprediksi 
kapan akan melanda. Apakah ini karena adanya global warming? Hal inipun rupanya 
tidak luput dari perhatian para saintis yang bertemu di Paris achir2 ini. 
Sebelumnya para saintis masih mengatakan bahwa ......it is likely climate 
change because of global warming, tapi usai konperensi ini para saintis 
bilang.....it is VERY likely.
   
  Apakah climate change dan El-Nino itu akan melanda dalam periode 3/5 tahun 
sekali atau akan menjadi suatu kejadian yang akan melanda kita setiap tahun?. 
Disinipun para ahli bilang bahwa melihat /tinjauan dilapangan dengan adanya 
emisi CO2 yang terus tiada hentinya maka global warming dan El-Nino akan 
melanda kita tanpa hentinya dan dengan intensi yang lebih berat.
   
  Apakah kita sampai/atau kita sedang menghadapi Armageddon? Kajian Armageddon 
yang diulas dalam Bible itu akan terjadi(menurut rekaan) karena pertempuran 
terachir antara pasukan Christ dan Anti-Christ di lembah Mount Carmel dan kota 
Jezreel di TimTeng. 
  Perkara Armageddon banyak sudah di manipulir, misalnya era Uni Sovyet dan RRT 
mereka inilah yang diklasifikasi sebagai kekuatan Anti-Christ. Tapi nyatanya 
sekarang asumsi ke-2 kekuatan yang di katagorikan sebagai anti-christ  ini 
sudah tidak bisa dibilang Anti-Christ karena paling sedikit mereka(kedua2nya) 
sudah masuk kubu negara2 barat yang Christian, se-tidak2nya dalam bidang 
ekonomi.
   
  Apakah mungkin melihat sikon sekarang di TimTeng. Apakah sekarang sengketa 
antara Israel melawan negara2 Arab bisa kita runut sebagai kejadian yang akan 
mengantar kemanusiaan menuju Armageddon? Contohnya Iran yang akan 
mempersenjatai dengan senjata nuklir. Apakah kita sudah mendekat ke Armageddon?
   
  Rupanya kita terutama negara2 maju, negara industri yang akan menciptakan 
Armageddon dengan melepas CO2 dan menimbulkan polusi yang akan memusnakan 
kemanusiaan dengan senjata bunuh diri global warming dan musibah alam yang 
mnyertainya.  Bersiap2-lah akan datangnya ...the four horsemen of the 
Apocalipse, yang akan datang dengan melepaskan malapetaka ,epidemi penyakit, 
perang, musibah alam dan....death...kematian .Amin, amin.
   
  Bagaimana sikap anda? Berkiprah memperbaiki sikon negara dan dunia atau cukup 
pasrah dan berdoa, mbuh orak weruh aku!
   
  Harry Adinegara
   
   

 Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke