Kalian membicarakan kesulitan banjir di Jakarta - seolah2 ini adlah hukuman
alam, atau cyclus segala macem. Rupanya yg mengeluarkan pendapat2 ini hanya
mendengar adanya phenomena semacem ini tetapi tidak mengerti apa sebabnya.
Kalian diIndonesia especially diJakarta dikibuli pemerintah kota [demi
keselamatan pegawai negeri ini sendiri] dan kesulitan pengairan dicari2 diluar
negara Indonesia
Kesulitan yg kalian ketemukan dikota Jakarta dgn banjir ini - TIDAK ada
hubungannya dgn cyclus cuaca yg kita ketemukan [sejak 1900] didaerah Pacific [7
tahun] dan daerah Atlantik [6 tahun] yg diketemukan oleh ahli2 setelah mulai
mencatat keadaan cuaca didaerah2 tsb.
------ Ini akan menciptakan rotasi cuaca seperti umpnya el nino atau el nina
di Mexico.
Kesulitan yg ada diJakarta tidak ada hubungannya dgn the pergerakan kulit
bumi seperti pacific plate Eurasianplate atau african plate etc. Ini pergerakan
dari tektonik-plate2 hanya akan mengakibatkan gempa karena perubahan tekanan
tektonic didalam kulit bumi. Ini movement hanya mengakibatkan gempa didalam
laut -tsunami dan gempa didaratan seperti diCalifornia dan menyebabkan gn2 api
meledak.
------ Ini akan menciptakan eruption seperti Krakatau atau Tsunami Aceh.
Kesulitan diJakarta juga tidak ada hubungannya dgn globalwarming yg
menciptakan cuaca yg lebih panas dari yg sebelumnya atau yg menyebabkan icecap
meleleh. Jikalau ini betul2 akan terjadi yg kita akan melihat hanya
menghilangnya kepulauan Indonesia - tetapi ini masih lama. Jangan menuding
keUSA atau EU karena mereka memakai banyak hydocarbon untuk sumber energie
mereka [sama dgn Jakarta dan Indonesia pd umumnya]
Kesulitan yg kalian menerima diJakarta tidak ada hubungannya dgn hukuman Yg
Maha Kuasa karena kalian hidup seperti sodom dan gomorah. Thailand hidupnya
lebih amoral dari Jakarta - dgn sex business mereka. Tetapi kota Bangkok tidak
kebanjiran seperti diJakarta. Lagi diJakarta yg dihukum adalah rakyat miskin -
sedangkan yg tinggal didaerah mewah dan yg hidup cara terlarang tetap selamat.
Kesulitan diJakarta disebabkan oleh non-maintenance dari drainage [management
pengairan] kota. Drainage kota tidak pernah dibersihkan sedari jaman belanda
dan jikalau ada verkapeling baru drainaga yg dibikin tidak selalu sesuai dgn
proyect dossier [ini saya tahu dgn pasti] - maklum dgn uang pelicin segala
sesuatu mungkin.
Yg harus diperbaiki adalah mentalitet dari para penjabat - mulai dari jendral
yg tidak pernah perang atau berpendidikan management kota besar seperti Jakarta
dan yg hanya duduk dikursi menerima anggur pelicin dari mereka yg perlu
berbusiness diJakarta. [ini kan system teman - you scratch my back and I
scratch yours]
Jikalau ada kesulitan seperti sekarang yg disalahkan lain instansi, cuaca,
tektonik etc sedangkan dia yg harus bertanggung jawab mencuci tangan dan merasa
tidak bersalah. Mereka pun tahu tidak ada hukuman sebab sesama angkatan
bersenjata. Ini code of silence kita lihat sedari jaman jendral Nasution. dan
juga sewaktu coup Suharto.
Dinegara yg sudah maju malapetaka seperti banjir ini biasanya semua yg
bertanggung jawab dipecat dan sumber minyak pelicin mereka ditutup. Ini mulai
dari yg top sampai yg bawah. Action-lawsuit terhadap kota Jakarta atas nama
penduduk Jakarta, yg kena kebanjiran ini, dgn minta ganti kerugian juga suatu
kemungkinan untuk mencegah terulangnya malapetaka semacem ini.
Penduduk Jakarta masih bersifat kejawi-an dgn selalu menerima B.S dari
pemerintah yg pernah tidak memikirkan rakyat tetapi hanya diri sendiri [baml
accpunt]. Ini sifat korrupsi berasal dari Suharto cs dan diwariskan kepada
generasi sekarang. Sukarno memang sosialis tetapi dia cinta rakyat dan negara.
Buktinya tidak ada keturunan Sukarno yg kaya raya dan hidup sebagai gangster
seperti keturunan cendana.
Open your eyes and see the real problems and not the imaginative ones.
Andreas
agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sutiyoso emang orangnya gitu..kayaknya tau aja nich mbak lina..
--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> hmm..jadi yang ada sebetulnya "siklus hujan" dong. Berarti berapa
> banyak air yang akan datang ke Jakarta, BMG dah tau. Dan seberapa
> besar kemampuan Jakarta (+atributnya) mampu menampung air tsb jg
dah
> bisa diperhitungkan. Makanya BMG bisa meramalkan akan terjadi
banjir
> di Jakarta. Pemerintahpun dah tau itu.
>
> Menurut pak Ritonga (Orang ketiga di pemda DKI yang bertanggung jwb
> soal banjir), yang semalem ada diacara "Jakarta Terendam, Siapa
> Peduli" di RCTI, mengatakan Pemda DKI sudah mensosialisasikan
berita
> tsb agar masyarakat bersiap-siap dan mengantisipasi.
> Tapi anehnya persiapan Pemda DKI sendiri gak maksimal. Faktanya
> banyak yang tidak mendapatkan bantuan, kurangnya aparat, kurangnya
> perahu karet.
>
> Pak Ritonga sudah menyediakan perahu karet 2500 buah, dan itu
> nyatanya tidak cukup karena terlalu besarnya daerah Jakarta yang
> kebanjiran. Wis ... disabet sama presenter RCTInya,"mengapa gak
> dibeli lebih banyak lagi, pak? Kan dah tau mo ada banjir besar..ya
> beli yang buanyak dong...kita dah belajar dari tahun 2002. Di tahun
> 2002 perahu karet gak terlalu bermasalah..mengapa sekarang
> bermasalah, mengapa tidak betul2 dipersiapkan, apa Busway itu
> menjadi prioritas utama??". Kasiannya pak Ritonga tidak bisa
> menjawab dan terdiam!!!
>
> Diujung2 acara sepertinya pak Ritonga menjadikan "budget" sbg salah
> satu halangan.
>
> Memang dibutuhkan banyak uang tuk membangun infrastruktur di
> Jakarta. Makanya, lokalisasi saja perjudian itu biar penjudi2
> Indonesia gak perlu lari ke Malaysia kalo cuma mau berjudi...:-).
> Penjudi itu banyak membawa uang lho ke Malaysia tuk berjudi,
maksute
> buang2 uang ke Malaysia. Tapi kalo uang tsb kemudian dikorupsiin
> lagi ama orang2 di pemda DKI, ya udah..tunggu Jakarta disapu
tsunami
> aja. Siap2 ibu kota negara Indonesia di pindahken..ke...
>
> wassalam,
>
>
>
>
> --- In [email protected], Aldian_Ikhsan_Hakim
> <aldian_hakim@> wrote:
> >
> > Halo, saya dari PPI malaysia, saya ikut milist ini...
> >
> > saya fwd berita ini ke Milist di Universitas saya...
> > ada tanggapan dari
> > temen saya.. bernama Andri..
> >
> > silahkan di baca, semoga bermanfaat.
> >
> > *****************************
> > Hanya untuk referensi saja..di dunia civil engineering
> > sebenarnya siklus
> > banjir itu ada..cuma pengucapannya aja yang tidak
> > tepat..jadi yang
> > dihitung sebenarnya itu siklus hujannya..apakah 5
> > tahunan, 10 tahunan
> > ato 50 tahunan. Kalau penggunaannya di hidrologi untuk
> > memperkirakan
> > debit air nya, klo bangunan onshore misalnya dipakai
> > untuk siklus gelombang.
> >
> > Dari sini didapat data2 yang dibutuhkan untuk
> > membangun infrastruktur
> > sipil, misal jembatan, pelabuhan, gorong2, dll..jadi
> > "kasaran" nya kalo
> > data hujan ada, dimensi strukturnya bisa dianalisa.
> >
> > Masalahnya adalah, saat bagunan itu selesai dibangun
> > tidak ada
> > maintenance nya, atau bangunan itu dikorupsi sehingga
> > spesifikasinya
> > tidak sesuai dengan desain awal. Kalo maintenance
> > tidak ada, kedalaman
> > saluran yang misalnya 10 meter, akibat sedimentasi
> > (lumpur yg mengendap)
> > tinggi saluran akan berkurang misal jd 4 meter,
> > jadilah airnya meluap,
> > sampah2 yang dibuang warga ke saluran air jg salah
> > satu faktor penting.
> > Dan yang penting apakah saluran/bangunan itu didesain
> > untuk mampu
> > menampung curah hujan 5 tahun an, 10 tahunan, ato 50
> > tahunan. Kalo
> > desain awal 50 tahunan, tp dikerjakannya untuk curah
> > hujan yang 5
> > tahunan saja...barulah korupsi.
> >
> > Diperhatikan jg, kondisi laut...apakah saat itu sedang
> > pasang, soalnya
> > sungai mengalirnya ke laut kan. Kalau misal tinggi
> > permukaan laut lebih
> > tinggi dari sungai..air sungai ga bisa keluar ke laut,
> > tp dari bogor
> > terus mengalir..jadilah jakarta danau.
> >
> > Maap ya klo kepanjangan.
> >
> > .
> >
> >
> > Andri Kusbiantoro
> > MSc Civil Engineering
> > Universiti Teknologi Petronas
> >
> > *********************************
> >
> > Lina Dahlan wrote:
> > >
> > > Ada or tidak adanya "siklus banjir 5 tahunan" gak
> > penting lah. Yang
> > > penting adalah sudah sejauh apa pemda DKI Jakarta
> > mengantisipasi
> > > banjir dari tahun ketahunnya? Ada perbaikan kah atau
> > malah
> > > kemunduran ? Kalau kali ini banjir semakin parah,
> > berarti kan ada
> > > kemunduran. Ngapain aja belio???
> > >
> > > Bangun air mancur Thamrin sampe 17milliar (?).
> > Bangun 1 buah halte
> > > busway 2miliar. Itu katanya katanya sih. Saya
> > sungguh gak ngerti
> > > duit segitu kebanyakan ato gak buat project tsb?
> > >
> > > Oh ya..waktu saya nonton liputan banjir di RCTI,
> > yang diliput adalah
> > > daerah Kampung Melayu (yang langganan banjir). Salah
> > seorang
> > > pengungsi diinterview,"kok masih mau tinggal di sini
> > walau tiap
> > > tahun kebanjiran, kan pemerintah mau buat rusun? kok
> > gak mau tinggal
> > > dirusun nantinya?" Kata ibu tersebut "emang kita2
> > gak mau tinggal
> > > dirusun, maunya diganti uang aja".
> > >
> > > Dengan informasi terbatas spt itu, saya bingung
> > jadinya. "Susah juga
> > > ngatur penduduk yang bandel ya?"...:-)
> > >
> > > Seorang temen yang dari negeri sono juga terbingung2
> > melihat rakyat
> > > INdonesia yang nampaknya 'pasrah' dan tidak mau
> > 'komplen' kpd
> > > pemerintahnya. Sudah sering kejadian kayak gini, kok
> > malah kayaknya
> > > gembira-gembira aja ngungsi ke Mesjid,
> > berenang-renang, main banjir,
> > > yang lain nontonin banjir. Lampu mati karena gardu
> > tenggelam, kok
> > > gak minta gardunya dipindahin ke tempat lebih tinggi
> > hingga gak
> > > kerendem. Oleh karena rakyatnya spt ini lah,
> > pemerintahnya juga
> > > happy-happy aja. Mestinya mereka ngungsi ke kantor
> > pemda ato kerumah
> > > pejabat!!! "Kantor pemda dan rumah pejabatnya juga
> > banjir,
> > > sir!!!". "Para pejabat ngungsi ke hotel, sir!".
> > >
> > > Kita-kita aja yuk yang kritis thdp pemerintah, spy
> > pemerintahan ini
> > > lebih baik.
> > >
> > > wassalam,
> > > --- In [email protected]
> > <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>,
> > > "jamur_kuping" <h4nafi@> wrote:
> > > >
> > > > makin ketahuan, bohongnya SUTIYOSO ...
> > > > Gubernur DKI yang konon mau nyalonin jadi PRESIDEN
> > > >
> > > >
> > > > ================================================
> > > > 06/02/2007 10:06 WIB
> > > > BMG: Tidak Ada Istilah Siklus Banjir 5 dan 30
> > Tahunan
> > > > Iqbal Fadil - detikcom
> > > >
> > > > Jakarta - Masyarakat Jakarta kerap mengalami
> > siklus banjir besar
> > > setiap 5 tahun sekali. Sebagian lagi menyatakan
> > musibah tahun ini
> > > mengikuti siklus banjir bandang per 30 tahun. Namun
> > BMG menegaskan
> > > tidak ada istilah siklus banjir.
> > > >
> > > > "BMG tidak mengenal istilah siklus banjir. Kami
> > selalu memantau
> > > cuaca berdasarkan data setiap hari," tegas Kepala
> > Sub Bidang
> > > Informasi Meteorologi Publik BMG Pusat Achmad Zakir,
> > ketika
> > > dihubungi detikcom, Selasa (6/2/2007).
> > > >
> > > > Mengenai pengaruh bulan purnama yang mengakibatkan
> > banjir di
> > > Jakarta tidak surut, Zakir menyatakan kemungkinan
> > itu bisa
> > > saja. "Memang biasanya kalau bulan purnama air laut
> > pasang. Itu
> > > sebabnya banjir tidak cepat surut," imbuhnya.
> > > >
> > > > Namun berdasarkan penanggalan kalender yang
> > menggunakan sistem
> > > bulan, Zakir menyatakan saat ini masa bulan purnama
> > sudah
> > > lewat. "Bulan purnama sudah selesai 3 hari yang
> > lalu, jadi mungkin
> > > tidak berpengaruh lagi terhadap air pasang di laut,"
> > tandasnya.
> > > (bal/bal)
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
>
__________________________________________________________
> _______________
> > Bored stiff? Loosen up...
> > Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
> > http://games.yahoo.com/games/front
> >
>
[Non-text portions of this message have been removed]